Gejolak Di Tanah Karo

0

Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada Kamis (13/8/2020) pukul 06.07 WIB. Bahkan sampai hari Jumat (14/8/2020) Gunung sinabung masih memuntahkan beberapa kali produk erupsinya. Informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati setinggi lebih kurang 1.000 meter di atas puncak atau 3.460 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur, tenggara, dan selatan.  Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi lebih kurang 11 menit 59 detik. Gunung Sinabung yang secara administratif masuk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ini berada dalam status siaga atau level III. PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direkolasi.

Aktivitas Terkini Sinabung

Sebelumnya, Gunung Sinabung telah beberapa kali mengalami erupsi. Berikut rincian erupsinya pada tahun ini.

  1. Sabtu, 8 Agustus 2020 Terjadi erupsi Gunung Sinabung pada Sabtu, 8 Agustus 2020, pukul 01.58 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi 3.644 detik.
  2. Sabtu, 8 Agustus 2020 Terjadi erupsi Gunung Sinabung pada Sabtu, 8 Agustus 2020, pukul 17.18 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 3.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 2.183 detik.
  3. Senin, 10 Agustus 2020 Terjadi erupsi Gunung Sinabung pada Senin, 10 Agustus 2020, pukul 10.16 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 5.000 m di atas puncak (± 7.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi 1.785 detik.
  4. Senin, 10 Agustus 2020 Terjadi erupsi Gunung Sinabung pada Senin, 10 Agustus 2020, pukul 11.17 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi 2.246 detik. 5. Kamis, 13 Agustus 2020 Terjadi erupsi Gunung Sinabung pada Kamis, 13 Agustus 2020, pukul 06.07 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 3.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi lebih kurang 11 menit 59 detik.

Data Erupsi Gunung Snabung Hari Jumat Tanggal 14 Agustus 2020

Histogram Kegempaan Harian G. Sinabung

Gunung Sinabung, Terbangun dari Tidur Panjangnya

Gunung Sinabung sudah tidur sejak tahun 1600 sebelum akhirnya terbangun dan kembali meletus untuk pertama pada tahun 2010. Gunung berapi ini terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, tepatnya di sebelah Barat Laut Kompleks Danau Kaldera Toba. Dengan tinggi sekitar 2460 m di atas permukaan laut.

Sebelum Sinabung meletus pada tanggal 27 Agustus 2010, lagi pada November 2013, pada Mei hingga Juni 2015 dan terakhir pada Agustus. oleh karena itu dikategorikan sebagai tipe B gunung berapi. Itu mengherankan; Hal ini yang kemudian membuat orang bertanya tanya, bagaimana bisa?  Kebangkitan gunung berapi secara hipotetis telah dipicu oleh gempa bumi dekade terakhir yang terjadi di Sumatera Utara dan daerah sekitarnya, termasuk gempa bumi besar dan tsunami Aceh, Desember 2004 yang menyebabkan sekitar 115.000 orang meninggal.

Baca “Waspadai, Sinabung berevolusi”  https://geologi.co.id/2018/02/23/11915/

Gambar Lokasi Gunung Sinabung

Sinabung, Tumbuh di Atas Patahan

Gunung berapi Sinabung terletak di zona lemah di segmen patahan Sumatera bagian timur. Gunung berapi Sinabung munculi di barat laut Cekungan Toba Tua. Ada patahan strike-slip yang hampir membelah semua formasi batuan di sepanjang tepi barat cekungan Toba (Badan Geologi Indonesia, 2011). Selain terjadinya kesalahan strike-slip, ada yang normal sesar ditemukan di Danau Kawar.  Pola struktur menunjukkan sumbu barat daya-timur laut, sebagai serta struktur kawah gunung berapi Sinabung itu juga orientasi barat laut-tenggara.

Letusannya menghasilkan Endapan batuan vulkanik yang dapat dikelompokkan menjadi 25 unit [Badan Geologi Indonesia, 2015]. Ada 25 unit hasil letusan primer, dan satu unit aktivitas gunung berapi sekunder sebagai endapan lahar. Secara umum stratigrafi Sinabung dan sekitarnya bisa dibagi menjadi dua unit batuan, mereka adalah unit Plio- Pleistosen dan satuan batuan berumur Kuarter. Satuan Batuan Plio-Pleistosen terdiri dari batuan andesitik hingga basaltic batuan vulkanik, tufa, breksi, dan endapan lahar, dan intrusi terdiri dari dike basal hyolit aphanitik, dan porfiri andesit (Badan Geologi Indonesia). Satuan batuan Kuarter tersusun dari sedimen batuan, endapan vulkanik dan endapan aluvial.

Baca “seluk beluk gunung api” https://geologi.co.id/2011/06/19/seluk-dan-beluknya-gunungapi/

Peta geologi Sinabung dan sekitarnya, dikembangkan oleh Badan Geologi Indonesia

Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Sinabung (BNPB, 2015)

Petani membersihkan tanaman brokoli dan cabai rawit yang tertutup debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Karo, Sumatera Utara, Selasa (11/8/2020).(ANTARA FOTO/SASTRAWAN GINTING)

Beberapa Himbauan dari badan Geologi sebagai berikut :

1.Tidak melakukan aktivitas di desa yang sudah direlokasi Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Termasuk juga lokasi di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

  1. Gunakan masker, amankan sarana air bersih Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Selain itu, lakukan atau upayakan untuk mengamankan sarana air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
  2. Waspada bahaya lahar Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

 

Daftar pustaka
Sari Bahagiarti Kusumayudha, Puji Lestari and Eko Teguh Paripurno , 2018.Eruption Characteristic of the Sleeping Volcano, Sinabung, North Sumatera, Indonesia, and SMS gateway for Disaster Early Warning System
Geologic Agency of Indonesia (2011). Geologic map of Sinabung Volcano.
Center of Volcanology and Geologic Disaster Mitigation (CVGDM) of Indonesia (2015). Disaster prone area of Sinabung Volcano.
Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here