Sesar Cimandiri Mengguncang Sukabumi

0

Selasa Sore ( 10/03), tepatnya pukul 17.18.04 WIB  sebagian wilayah Sukabumi digoyang gempa. Jika sumber gempa diproyeksikan pada sebuah titik di permukaan bumi, maka sumber gempa berada di koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT atau berjarak 23 km arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Gempa ini disebabkan oleh pergerakan mendatar (strike-slip fault) lempeng secara lokal, sehingga tidak berpotensi menyebabkan gelombang tsunami, karena tsunami biasanya dipicu oleh sesar naik. Meski tidak selalu begitu.

Gempa Sukabumi

Gempa Sukabumi dengan kekuatan M 5,1 rupanya berasal dari kedalaman yang cukup dangkal, hanya 10 km di bawah permukaan bumi. Akibatnya, meski dengan kekuatan yang relatif lemah, kerusakan yang ditimbulkan cukup significant. Setidaknya, 17 rumah rusak berat dan lebih dari 30 rumah rusak ringan. Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Cikidang, Ciambar, Cidahu, Kalapa Nunggal IV – V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Panggarangan, Bayah III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Citeko, Sukabumi II – III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Gempa Bogor 2012

Sekitar sewindu yang lalu, tepatnya pada Minggu dini hari (9/9/2012) Gempa bumi juga pernah memporakporandakan beberapa pemukiman di wilayah Bogor dan Sukabumi. Di Bogor, 341 rumah rusak yaitu terdiri 54 rumah rusak berat (RB ), 69 rusak sedang (RS) dan 213 rusak ringan (RR). Sedangkan di Sukabumi total 117 rumah rusak yang terdiri 2 RB dan 115 RR.  Pusat gempabumi berada di darat yaitu sekitar 31 km Barat Daya Kab.Bogor kedalaman 10 km, dengan kekuatan M 4,5. Goyangan gempa dirasakan selama 15 detik dengan keras.

Baca Selengkapnya : Sesar Cimandiri Menggoyang Bogor 

S:( “Bang denger – denger ini karena ulah sesar cimandiri ya, bener yak, kayak yang tahun 2001 dulu ntuu?”

🙂 “Kalau dilihat dari lokasinya sih begitu..”

Sesar Geser Cimandiri

Sesar Cimandiri memang sudah beberapa kali membuat ulah. Dalam satu abad ini, setidaknya, 7 kali gempa besar pernah tercatat, diantaranya gempa bumi Pelabuhan Ratu (1900), gempa bumi Cibadak (1973), gempa bumi Gandasoli (1982), gempa bumi Padalarang (1910), gempa bumi Tanjungsari (1972) dan gempa bumi Conggeang (1948) dan terakhir gempa bumi Sukabumi (2001).

Secara geometri, sesar Cimandiri merupakan sesar atau patahan geser aktif sepanjang 100 km, memanjang mulai dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, lalu mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang. Bentuk morfologinya terekam dalam bentangan Teluk Pelabuhan Ratu hingga selatan Kota Sukabumi berupa kelurusan sepanjang lembah Cimandiri. Pergerakan sesar geser ini dapat terekam dari kenampakan pada bawah permukaannya. Jika diamati dari penampang bawah permukaan data seismik, maka akan nampak struktur bunga. Struktur bunga ini muncul karena seretan dari pergerakan sesar mendatar. Struktur bunga ini terekam pada kawasan Pelabuhanratu, yang diteliti oleh Pakde Susilohadi tahun 2005 silam.

Dan memang, jika ditinjau dari titik episenternya, Gempa Sukabumi 2020 ini berada di jalur Sesar Cimandiri, lebih tepatnya lagi berada pada segmen Citarik-Cadasmalang, salah satu dari 5 segmen yang berada di komplek Sesar Cimandiri.

🙁 Bujubuneng, banyak kali sesarnya Bang?

🙂 Sesar itu bukan satu garis lurus, tapi meliputi kompleks yang patah – patah.

Sesar itu bukan garis lurus

Tahun 2007 lalu, Paklek dan Bulek di Geodesi ITB pernah menceritakan bahwa Sesar Cimandiri terbagi menjadi 5 segmen. Segmen 1: antara Cimandiri Pelabuhan Ratu-Citarik. Segmen 2: Citarik-Cadasmalang. Segmen 3: Ciceureum-Cirampo. Segmen 4: Cirampo-Pangleseran. Segmen 5: Pangleseran-Gandasoli. Lain lagi dengan hasil analisis dari Eyang Emmi Suparka dan paklek bulek di ITB yang membaginya hanya menjadi 4 segmen saja. Segmen : Pelabuhanratu dan Cibuntu, Segmen 2: Padabeunghar, segmen 3 : Cikundul dan Baros, Segmen 4 : Sukaraja. Keempatnya dibagi berdasarkan karakteristik morfologi yang diamati secara langsung di lapangan. Selain itu, Eyang Emmi juga membuktikan bahwa sesar Cimandiri ini memang masih berusia muda, yang menunjukkan bahwa proses tektonik lebih dominan dibandingkan dengan laju erosi.

Menurut Eyang Mattauer (1973) yang diceritakan kembali oleh Paklek Dardji (1995) patahan pada segmen segmen ini tidak aktif dalam waktu bersamaan, artinya disaat satu segmen mengalami reaktivasi, segmen lain tidak terpengaruhi. Karakter dari pergerakan di Sesar Cimandiri ini, sesaat ketika gempa akan terjadi, tekanan dari kekuatan gempa meningkat. Namun sesaat setelahnya, akan langsung menurun tajam. Fenomena ini terekam dalam aktivitas seismik dimana gempa susulan hanya berkekuatan M 2,4.

🙂 Tapi memang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut segmen mana yang aktif sebab akhir-akhir ini sukabumi sering terjadi gempa yang efeknya sampai bogor bahkan terasa sampai Jakarta.

🙁 Iyaya Bang.. apalagi kalau udah ngomongin potensi Megathrust.. semangat ya bulek dan paklek nelitiinyaa.. Kan lumayan kalau kerasa sampai Jakarta.. tapi kok ya gempanya bisa sampai Jakarta?

Amplifikasi Gempa

Gempa juga dirasakan sampai jakarta, hal ini disebabkan karena sesar Cimandiri yang menjadi pusat gempa mempunyai karakteristik yang relatif dalam sebagai sesar lokal, membuat efek goncangannya luas sampai ke Jakarta. Ditambah lagi, kondisi bebatuan di Jakarta itu termasuk jenis batuan yang urai atau endapan lepas yang akan lebih menambah efek goncangan. Sama halnya dengan kawasan Sukabumi, dengan Magnitudo yang tak seberapa daya rusaknya bisa luar biasa.  Hal ini disebabkan karena lapisan tanah di bawahnya didominasi lapisan alluvial dari pengendapan gunung api di sekitarnya.

Endapan ini belum terkonsolidasi dengan baik sehingga gelombang gempa mengalami amplifikasi Energi gelombang gempa sangat tergantung media yang dilewatinya, kalau melewati media lapisan batuan, frekuensi gelombang gempa lebih banyak tapi amplitudo kecil sehingga energi kecil, sebalikanya kalau melewati endapan aluvial maka amplitudo akan membesar sehingga energi gempa juga besar.

 

🙁 Bang, kalau di sini batuannya apa ya Bang? Deket sama sesar aktif ngga ya? Lha kalau kalau..

🙂 Tenang jangan panik.. Habis ini abang ceritain lagi di mana aja sesar – sesar aktif di Pulau Jawa dah yaa..

 

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here