Likuifaksi dan Amblasnya Qarun beserta Harta Kekayaannya (2)

0
Tatanan tektonik Mesir, kotak merah menunjukkan posisi Mesir di dalam Lampeng Arabian-Nubian Shield (Mousa et al., 2017)

Kontributor : Renaldi Suhendra, Hafizhan Abidin S, Indranova Suhendro, M. Fikri Aulia R

Pada artikel sebelumnya kita telah sama-sama mengetahui kisah dan setting lokasi terbenamnya Qarun bersama harta kekayaannya. (link) Seperti mengotopsi korban dalam ilmu forensik, yang menjadi informasi utama untuk mengetahui apa yang terjadi sebelum seseorang meninggal dunia. Mengenal tatanan tektonik dan kondisi geologi juga menjadi kunci utama dalam menguak kisah kisah di masa lampau.

☹ Ada cabang ilmu baru ya Paklek.. Geoforensik, kuweren kayake..

Mesir, Kawasan Pemekaran Samudra

Tatanan tektonik Mesir, kotak merah menunjukkan posisi Mesir di dalam Lampeng
Arabian-Nubian Shield (Mousa et al., 2017)

Mesir secara tektonik terletak pada tepi lempeng benua Afrika (Nubian), yang merupakan pemekaran tengah samudra aktif yang memisahkan kontinen Afrika dan Arab (lempeng benua Arabian-Nubian Shield). Jadi secara tatanan tektonik, Mesir terletak pada wilayah yang rawan terhadap gempa bumi dikarenakan pergerakan pemekaran lempeng benua aktif berkecepatan 16 mm/tahun. Oleh karenanya, daerah sekitar Danau Qarun adalah daerah dengan intensitas kegempaan yang tinggi tercatat dengan rapatnya titik gempa pada beberapa area (Data kegempaan dari Egyptian National Seismic Network pada tahun 2004-2008).

Distribusi struktur geologi dan intensitas kegempaan pada Danau Qarun dan sekitarnya
(Muhamed et al., 2015)

Secara regional,  ditemukan patahan-patahan turun (normal fault) dan beberapa patahan geser akibat gaya yang saling menjauh berlawan arah. Setelah diukur secara detil patahan – patahan ini dominan di temukan pada zona dekat laut merah, zona dekat Teluk Suez, dan zona dekat Teluk Aqaba. Ketiganya memiliki arah patahan yang relatif sama, berarah timur laut – barat daya.

Kerentanan akan gempa di Mesir ini juga disebutkan dalam Al-Qur’an, yang artinya,

………

Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: “Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini

……..

(QS. Al-Araf. ayat 155)

Stratigrafi Regional Depresi Fayoum

Gempa saja tidak cukup mengakibatkan terbenamnya suatu wilayah. Seperti Likuifaksi Palu setahun lalu, komposisi batuan merupakan penentu apakah peristiwa gempa akan disertai dengan likuifaksi atau tidak. Batuan yang bersifat relatif ‘lepas – lepas’ dan mengandung cairan akan memudahkan proses pembuburan. Bagaimana dengan kawasan Depresi Fayoum?

Perseberan batuan pada Depresi Fayoum dan sekitarnya (Kusky, 2011)

Batuan yang mendasari Depresi Fayoum tercatat memiliki umur Cambrian, sekitar 540 juta tahun yang lalu. Namun, sebagian besar batuan yang tersingkap di permukaan paling tua berumur sekitar 100 juta taun yang lalu. Dari singkapan – singkapan batuan tersebut, 50 – 30 juta tahun yang lalu, kawasan ini merupakan daerah laut dangkal. Kemudian setelahnya, terdapat aktivitas gunung api, sehingga terendapkan batuan – batuan hasil erupsi yang terbawa aliran. Hal ini berlangsung selama puluhan juta tahun. Hingga 5 juta tahun yang lalu, kawasan ini berubah menjadi perairan danau. Dan terakhir, terekam endapan banjir Sungai Nill purba dan Danau Qarun Purba yang berupa endapan lepas pasir dan lempung serta endapan pasir gurun.

Maka, lapisan teratas dari Depresi Fayoum terusun oleh dominasi material hasil endapan danau, sungai, dan lakustrin, didukung dengan posisi strategis pada zona tektonik aktif.

☹ Komposisi endapan yang lepas lepas kalau kena gempa, yaa ambyaaar..

Pembuburan Tanah, Tenggelamkan Qarun

Peristiwa ini terjadi dalam kurung waktu yang relatif singkat, namun berdampak parah. Fenomena ini terjadi akibat adanya aktifitas pada struktur geologi aktif, menyebabkan adanya gempa bumi saat patahan ini bergerak. Meskipun jauh dari pusat gempa, likuifaksi masih dapat terjadi di sekitar zona rawan gempa, jika endapan pasir-lanau jenuh dengan air.

Perubahan perilaku sedimen akibat adanya pergeseran dan kompresi (Wu et al., 2014).

Material lempung dan partikel lepas akan membuat adanya bidang gelincir di dalam permukaan tanah. Batuan atau tanah yang bersifat solid, setelah tercampur air akibat tekanan dan goyangan yang dihasilkan oleh gempa bumi, secara tiba-tiba akan cenderung berperilaku layaknya material liquid, yang bebas bergerak dan meninggalkan zona “kosong” sehingga permukaan tanah bisa turun secara tiba-tiba.

Likuifaksi : Bagaimana Proses dan Akibatnya

Intrusi air tanah (banjir) pada lokasi tertentu dikarenakan akuifer dangkal terganggu dan tertekan oleh gempa bumi. Perubahan pada permukaan tanah pada beberapa wilayah tergantung pada kondisi distribusi partikel dan porositas endapan.  Kemudian, air bertekanan akan bergerak bersama partikel-partikel pasir lanau. Pergerakan tanah layaknya fluida mengikuti pola topografi (pada daerah dengan kelerengan yang sedang-tinggi).

Akibatnya, ketika air tanah bergerak keluar menuju permukaan, pendistribusian ulang partikel akan terjadi dan mengakibatkan amblesan/turunnya permukaan tanah. Selain itu, ketika air dan partikel bergerak bersama, akan terjadi proses pensortasian ulang yang dapat mengakibatkan hilangnya daya dukung tanah terhadap objek di atasnya (penenggelaman pada objek-objek di atas permukaan tanah). Umumnya terjadi pada daerah dengan kemiringan yang landai.

a) Likuifaksi di Christchurch, New Zealand (2011), b) Likuifaksi di Kobe, Jepang (1995), dan c)
likuifaksi di Palu, Indonesia (2018). Sumber: google.com

Skenario terburuk dapat terjadi ketika partikel bergerak bersama dengan air yang bertekanan (akibat gempa). Bersamaan dengan kemiringan lereng yang cukup terjal, lapisan sedimen dan air bertekanan di dalamnya akan bergerak menuruti resultan gaya gravitasi. Skenario ini membuat proses likuifaksi menjadi makin mengerikan, dimana partikel-partikel, air di dalamnya, serta objek-objek di atasnya akan bergerak layaknya gulungan ombak yang siap menenggelamkan objek apapun yang dilaluinya.

☹ apalah manusia, sekuat – kuatnya kuasa manusia ternyata begitu kuecil dibandingkan pemilik bumi dan alam semesta. Qarun yang tertimbun, Firaun yang tenggelam… ckckck..

Jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pajakan. Jika kau merasa wangi, priksa ikhlasmu, mungkin itu asap dari amal shalihmu yang hangus dibakar riya

Salim A. Fillah

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here