Harta Qarun yang Ditelan Bumi (1)

0

Kontributor : Renaldi Suhendra, Hafizhan Abidin S, Indranova Suhendro, M. Fikri Aulia R

Banyak diantara kita sudah kerap mendengar kisah Qarun. Apa yang pertama kali terpikirkan ketika mendengar namanya? Yaps, Qarun itu Bill Gates nya zaman Nabi Musa A.S, bahkan jauh lebih kaya, istilah jawanya ‘sugeh mblegedu’. Namun sayang, di akhir hidupnya semua harta kekayaannya di telan bumi. Dan menariknya, penyebab ambyarnya Qarun disebabkan oleh fenomena alam yang sudah kita kenal dan pernah beberapa kali terjadi di Indonesia.

Bagaimana ya kisahnya?

Kisah Qarun ini diabadikan dalam Al-Qur’an surah Al-Qashash : 79 – 82.

Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. (Q.S. Al-Qashash : 79)

aku tauu Paklek, yang bahkan untuk membawa harta kekayaannya dibutuhkan 10 pemuda terkuat yaa.. ckck.. ngalah2in milyader zaman now..

Namun sayang, hartanya ternyata membuat Qarun lantas merasa sombong dan kerap memamerkan kekayaannya. Menyadari kekeliruan tersebut, beberapa orang dikaumnya lantas mencoba menyadarkan Qarun. Tapi apa mau dikata. Nasi telah menjadi bubur. Hatinya telah tertutup oleh kemegahan hartanya.

“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Qashash : 80)

Pasti thole – thole sudah tau kan bagaimana kelanjutan nasib Qarun. Betul sekali! Kemudian Qarun dan semua hartanya terbenam ke dalam bumi. “Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).” (QS. Al-Qashash : 81)

Waduh, tapi gimana ya penjelasan dari fenomena alam ini?

😊 Naah.. ini dia menariknyaa.. Yuk kita telisik dulu, di manakah Qarun tinggal.. So, kita bakal tau kondisi tatanan tektonik dan geologinya seperti apa

Lembah Fayoum : Tempat Tinggal Qarun

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya Qarun hidup pada masa Nabi Musa A.S. kala pemerintahan Fir’aun (Pharaoh), Ramses II, yang berkuasa pada akhir era kerajaan Mesir baru 1552-1069 SM. Kalau diperkirakan, Qarun hidup di kurun waktu 1200-1000 SM. Berdasarkan kisah Nabi Musa A.S., saat ia di hanyutkan oleh ibundanya di Sungai Nill hingga kemudian ditemukan istri Fir’aun, Asiyah binti Muzahim Ra, dapat disimpulkan bahwa pusat peradaban Kaum Nabi Musa A.S. saat itu berada di dataran sekitar Sungai Nill.

Tak mengherankan memang, peradaban selalu dimulai dari lokasi dengan sumberdaya alam yang mencukupi, terutama air. Hipotesa ini terjawab dengan banyak fosil manusia purba yang ditemukan pada batuan hasil endapan sungai. Meraka hidup dan membangun peradaban disekitarnya, hingga mereka mati disekitarnya pula. Termasuk diantaranya di Kota Fayoum,  yang berada di Mesir, dimana Jejak peninggalan peradaban banyak ditemukan seperti Qasr Qarun, sisa-sisa bangunan di pelabuhan purba Biahmu, dan Piramid Amenhemet III. Hal inilah kemudian yang mendasari para ahli arkeologi menjadikan Kota Fayoum sebagai dugaan tempat tinggal Qarun.

Pyramid Amenhemet III, Fayoum ( sumber: fopunkt.com )
Sisa dari bangunan dari pelabuhan purba Biahmu, Fayoum ( sumber: fayoumegypt.com )

Qasr Qarun, Satu – satunya Peninggalan yang Tersisa

Qasr Qarun atau dikenal sebagai Istana Qarun banyak dikaitkan dengan satu-satunya peninggalan Qarun yang tersisa. Namun, berdasarkan analisis dari dinamika permukaan air Danau Qarun menunjukkan bahwa pada masa hidup Qarun, kawasan Qasr Qarun masih digenangi oleh air. Yuk, coba kita amati evolusi dari muka air Danau Qarun.

Qarun Qasr Tample (sumber : Egyptsites.wordpress.com )

Pengelolaan air danau menjadi sistem irigasi telah dimulai sejak masa pemerintahan Sensoret I (1971-1826 SM) dan selesai pada masa pemerintahan Raja Amenhemet III (1880-1808 SM). Pada saat itu, luas danau mencapai 1986.8 km2, namun berkurang sedikit demi sedikit setiap tahunnya hingga menjadi 242.4 km2 saja saat ini. Jika diperhatikan dengan seksama, lokasi Istana Qarun masih tergenang oleh air danau bahkan hingga tahun 500 SM. Sedangkan Qarun hidup pada 1200-1000 SM. Fakta ini diperkuat lagi dengan penelitian oleh Tim arkeologi Franco-swiss mengenai pengukuran umur yang menunjukkan bahwa istana didirikan tahun 323-330 SM yaitu periode ptelemaic yang dipimpin Heredotus.

Meski demikian, peninggalan ini dapat dijadikan salah satu indikasi adanya pusat peradaban pada sekitaran Sungai Nill, Mesir, yang kemudian diyakini masyarakat luas bahwa Qarun juga tinggal di pusat peradaban tersebut bersama umat Nabi Musa A.S lainnya.

Qarun Terbenam di Bumi

Lokasi dan sejarah evolusi Danau Qarun (dimodifikasi dari den Hoven, 2017)

Setidaknya terdapat 5 skenario yang memungkinan terjadinya subsiden/ amblesan.

  1. Amblesan karena penggunaan dan pengambilan air tanah berlebihan (kompaksi sistem akuifer)
  2. Amblesan karena konstruksi bawah tanah (hilangnya daya dukung tanah)
  3. Mencairnya phermafrost (hanya terkusus pada daerah polar)
  4. Sink hole
  5. Tektonik

Skenario pertama menjadi kurang relevan, karena masyarakat pada zaman tersebut mengonsumsi hanya terbatas air permukaan. Pun demikian halnya dengan skenario kedua, di mana pembangunan underground tidak masif karena pusat peradaaban masih terbatas di atas permukaan tanah. Apalagi dengan skenario ketiga, jelas tidak mungkin karena Mesir saat itu tidak terletak pada daerah beriklim dingin (kutub bumi). Maka, skenario keempat dan kelimalah yang barangkali menjawab pertanyaan kita bagaimana bisa Qarun beserta hartanya ditelan bumi?

Penasaran kan?

☹ Wah paklek.. lagi asik asiknya malah udahan

 

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here