Sungai Eufrat dan Gunung Emasnya

0

Banyak orang menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk semakin mawas diri. Namun sebagai seorang geosaintis yang selalu bersinggungan dengan fenomena alam, tak perlu menunggu hadirnya bulan nan suci. Agaknya momentum seperti ini lebih kerap hadir melalui ayat – ayat kauniyah yang terserak di bumi, yang menjadikannya semakin dekat dengan Sang Ilahi. Menarik bukan?

Hadits Sungai Eufrat dan Gunung Emas

Salah satunya adalah prediksi tentang Sungai Eufrat yang diinformasikan sejak lebih dari 1400 tahun lalu, yaitu bahwa kelak Sungai Eufrat akan mengering, dan lebih menariknya mengeringnya sungai mengakibatkan kemunculan gunung emas.

“Hari kiamat tidak akan terjadi sampai Sungai Eufrat (mengering lalu) menyingkapkan gunung emas. Orang – orang saling membunuh untuk memperebutkannya. Terbunuhlah pada setiap 100 orang itu 99 orang, namun masing – masing dari mereka berkata, ‘Barangkali aku yang menjadi orang yang selamat itu’ “ (HR. Muslim)

Sebagian ahli menafsirkan secara implisit bahwasanya emas adalah penggambaran aset berharga yang kemudian dikaitkan erat dengan sumber daya migas. Dan terbunuhnya orang – orang adalah akibat konflik sosial yang disebabkan karenanya. Meski begitu, penafsiran inipun masih menuai kontroversi. Namun, apakah mungkin jika prediksi ini bermakna eksplisit. Apakah kawasan ini termasuk zona yang menyimpan sumber daya logam emas?

Lokasi Sungai Eufrat

Sungai Eufrat memanjang melintasi tiga negara :  Turki, Syiria, dan Irak, kemudian bermuara di Teluk Arab. Dahulu, kawasan ini terbentuk dari hasil tumbukan dua kerak benua, antara Lempeng Arabian dan Eurasian yang kemudian berimplikasi pada pembentukan dua zona mineralisasi logam. Pertama, Turki sebagai zona magmatik yang dinilai sangat sesuai untuk pembentukan mineral logam magmatik-hidrotermal.  Dan sebaliknya, Syria dan Iraq sebagai zona cekungan depan busur magmatik terbukti tidak cocok untuk pembentukan mineral logam magmatik-hidrotermal.

Tethys Belt dan Sebaran Mineralisasi di Dunia

Jika kita mengamati secara global setidaknya terdapat tiga busur magmatik yang dianggap paling berkontribusi terhadap sumbangsih suplai mineral logam. Pertama, Pacific Belt bagian barat, kemudian Pacific belt bagian timur dan terakhir Tethys belt yang memanjang dari Marocco hingga Myanmar, termasuk di dalamnya mencakup kawasan Sungai Eufrat. Zona ini sangat strategis sebagai lokasi pembentukan endapan mineral logam, seperti perak, tembaga, molibdenum, dan juga emas.

Keterdapatan mineral logam pada kawasan Tethys Belt telah dikonfirmasi oleh Saein dan Afzal, dua tahun silam. Temuan ini menunjukkan bahwa zona Tethys bagian utara yang dilalui oleh Sungai Eufrat mengandung tipe endapan porfiri Cu-Au (seperti yang sedang ditambang di Grash berg) dan beberapa endapan epitermal Au-Ag (seperti yang sedang ditambang di Pongkor).

Keragaman mineral yang terkandung dalam zona ini menjadi ketertarikan tersendiri untuk dipelajari lebih jauh oleh para saintis. Keragaman yang dihasilkan oleh proses geologi yang sangat panjang, mulai dari penunjaman kerak yang diikuti oleh tumbukan/ kolisi benua. Kemudian, kerak yang menunjam terlepas di mantel. Hingga, adanya pemisahan kerak benua pada sisi yang sebaliknya.

🙁 Bentar Paklek, susah mbayanginnya

😊 Pokoknya komplit semua jenis tatanan lempeng pernah kejadian disitu..

Gunung Emas Sungai Eufrat

Kawasan tinggian Turki yang dilalui Sungai Eufrat (hulu Sungai Eufrat) adalah zona yang telah terbukti mengandung mineralisasi Emas dengan beroperasinya beberapa tambang emas di sana.

Tapi kan harusnya munculnya nanti kalau Sungai Eufrat sudah mengering ?

😊 Menurut analisa ahlinya ahli dan core of the core, Sungai Eufrat yang dimaksud dalam riwayat tersebut bukanlah bagian sungai yang berada pada kawasan Turki ini.

Nah, hal ini kemudian dijelaskan lebih lanjut bahwa menyingkapnya ‘gunung emas’ akan mendorong manusia saling berebut hingga terjadi pembunuhan yang hampir menewaskan kesemuanya. Sedangkan pada tambang Emas insitu karena pengolahan dan menejemen yang kompleks, itu hanya bisa dikelola oleh perusahan pertambangan yang bisa dibilang mapan. Jarangkan ada informasi bahwa masyarakat Papua berperang memperebutkan tambang tembaga-emas di Grasberg hingga menyebabkan kematian besar-besaran gitu? Atau juga masyarakat Banyuwangi sampai civil war gara-gara berebut prospek tambang tembaga-emas di Tujuh Bukit. Hingga kini, peperangan yang semasif itu belum pernah terjadi karena proses ekstraksi dari endapan emas primer terbilang cukup sulit bagi masyarakat awam dan biaya produksi dari ekstraksi emas primer itu cukup besar.  Masyarakat itu akan sangat bergembira jika endapan emas yang ditemukan adalah endapan emas yang tidak ribet nyarinya dan mudah ekstraksinya. Apa itu? Emas Anto kali ya hahaha.

☹ Lha kalau masyarakat awam ya bisanya mendulang emas yang udah terbawa aliran sungai tho Paklek, seperti bapak – bapak yang bawa wajan di bekas – bekas aliran tambang atau sungai-sungai yang dianggap prospek itu lho…

😊 Betuul sekalii thole..

Endapan Emas Sedimenter

Zona Sungai Eufrat bagian selatan mungkin tidak ekonomis untuk endapan tipe primer atau yang berasosiasi dengan aktivitas magmatik-hidrotermal. Namun, ada kemungkinan lainnya, bahwa endapan emas tipe sekunder dapat terakumulasi dari proses pengendapan yang terjadi pada tubuh aliran Sungai Eufrat bagian selatan. Hal ini akan lebih mudah untuk diperebutkan secara langsung. Asumsi ini diperkuat lagi bahwa kemunculan emas menunggu hingga sungai mengering.

☹ hmm.. kenapa gitu ya?

Karena akumulasi emas oleh proses pengendapan aliran sungai tidak memiliki pola spesifik (kontrol struktur, litologi, pola alterasi, atau path finder elements), sehingga umumnya tidak akan teridentifikasi dari daratan kecuali kalau ada yang melakukan percobaan mendulang secara langsung. Kita tidak bisa mengetahui distribusi dari emas ketika endapan sungainya tidak terekspos kepermukaan. Jadi, ya harus menunggu hingga sungai mengering.

Lha kok bisa tahu kalau di hilir bakal banyak terendapkan logam emas?

😊 Kita bisa memprediksi dengan melihat bagian hulu yang sudah mengalami erosi dan sebagai suplai material yang terendapkan di hilir. Kawasan hulu S. Eufrat masih menyisakan beberapa deposit dan sebagian lainnya telah tererosi karena proses pengangkatan dan erosi yang masif saat proses kolisi berlangsung, laju erosi yang tinggi itu sangatlah umum ditemukan pada tatanan kontinental, terutama pada zona kolisi.

☹ wah mirip peribahasa, buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya yaa Paklek..

😊 Lhaiya, dan jangan dikira thole, endapan emas terbesar ke dua di dunia setelah grasberg yang ditemukan di Withwaterstrand, Afrika Selatan itu endapan tipe emas sedimenter secara originnya loh. Masih inget juga lautan manusia berkumpul di sungai mengais-ngais emas di Bombana awal tahun 2000 silam. Itu juga endapan emas sedimenter loh.
BUKAN KALENG-KALENG POKOKNYA!

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here