Pemantauan Paska Bencana Selat Sunda, BMKG luncurkan teknologi terkini

0

Setelah peristiwa tsunami sepekan lalu, aktivitas G. Anak Krakatau semakin intens dan hingga kini meningkat menjadi status Siaga III. Kegiatan masyarakat pada radius 5 km ditiadakan dan begitu pula masyarakat Pulau Sebesi yang berjarak 17 km telah diungsikan.

☹ Apa bakal ada tsunami lagi?

😊 Alhamdulillah, potensinya kecil untuk terjadi longsoran besar yang memicu seperti kemaren, thole

Meski begitu, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap perlu dilakukan mengingat intensitas erupsi yang menimbulkan perubahan morfologi yang sangat cepat. Begitu pula dengan pemantauan cuaca yang bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya longsor. Untuk mengantisipasi dampak yang nantinya ditimbulkan oleh dinamika aktivitas anak krakatau, BMKG telah melakukan monitoring detil terkait kondisi cuaca serta aktivitas kegempaan dan potensi tsunami di sekitar kawasan Selat Sunda, sebagai bagian dari serangkaian early warning system bencana alam Anak Krakatau.

Mobile Weather Emergency Service, Memantau detil cuaca

Cuaca memiliki pengaruh yang significant terhadap terjadinya longsoran. Jika curah hujan tinggi maka  intensitas air yang terkandung dalam material menjadi terlalu berlebih. Akibatnya, daya dukung tanah akan menghilang karena hilangnya gaya friksi pada butir pasir. Maka, pemantauan cuaca menjadi faktor yang teramat penting untuk mengetahui adanya potensi longsor.

Untuk melakukan fungsi pemantauan terhadap kondisi teraktual di kawasan G. Anak Krakatau dan sekitarnya, BMKG telah menempatkan personil yang mengoperasikan peralatan pemantau cuaca, mobile weather emergency service (mobile radar) di kawasan terdampak tsunami. Kegunaanya sebagai alat pemantau cuaca otomatis atau dikenal Automatic Weather Station, sehingga pemantauan yang dilakukan menghasilkan data yang lebih detil dan valid  untuk kemudian digunakan sebagai data tambahan. Mobile weather emergency service ini terinstal dalam sebuah minibus yang dilengkapi dengan berbagai layar yang menampilkan data – data realtime cuaca pada lokasi pengamatan.

☹ Waduh penasaraan.. kayak apa sih bentukannya bulek?

Tampilan pemantauan pada kawasan Selat Sunda : salah satu tampilan data radar (kiri), citra himawari yang menunjukkan sebaran abu vulkanik (kanan)

☹ Wah kereen..  jadi lebih tenang yaa bulek..

😊 Melakukan prediksi bencana semacam ini memang tidak mudah thole, perlu mengintegrasikan berbagai parameter dari berbagai lembaga – lembaga yang berwenang, contohnya data cuaca di gambar kiri itu dipakai BNPB untuk peluncuran drone guna pemotretan di sekitar Gunung Anak Krakatau

☹ Pakde Bude BMKG emang top, besok kalau udah besar aku juga mau jadi satria mitigasi bencana ah…

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here