Letusan Anak Krakatau sebabkan Longsoran Baru

2

Longsor susulan yang telah diprediksikan sebelumnya benar terjadi, tepatnya paska erupsi tanggal 24 Desember. Setelah longsor pertama pada 22 Desember, erupsi besar terjadi keesokan harinya. Longsor diduga juga turut memicu terjadinya erupsi ini, karena dengan hilangnya lapisan material di atas pipa saluran gunung api akan mempercepat pergerakan magma menuju permukaan.

Longsoran Meluas

Berdasarkan hasil pemantauan satelit yang terekam pada  24 Desember lalu, area longsor semakin meluas. Erupsi sehari sebelumnya ternyata memicu runtuhnya sebagian besar tubuh Anak Krakatau. Beruntungnya, hentakan material erupsi di permukaan air laut tidak cukup kuat untuk memicu gelombang tsunami.

🙁 “Looh Pakde kok bisa, katanya potensinya

besar ?”

😀 “seperti yang saya kabarkan. itu POTENSI yang harus diwaspadai. Alhamdulillah longsornya perlahan-lahan”

Dalam melakukan prediksi bencana kita selalu memiliki 3 pertanyaan yang perlu di jawab : seberapa besar, di mana, dan kapan terjadinya. Untuk kedua komponen awal, berbagai penilitian telah berhasil memberikan jawaban, namun untuk mengetahui dimensi waktu: kapan longsor dan erupsi akan terjadi,  perlahan atau seketika. Hingga kini masih belum bisa diprediksikan. Namun tentunya, dengan berbagai peralatan dan teknologi, deteksi dini dapat dilakukan dan memberikan cukup waktu untuk melakukan evakuasi.

Sampai Kapan Terjadi

Potensi ini memang masih tetap ada dan masih terus berlangsung. Apalagi gunungapinya masih sangat aktif mengeluarkan matrerialnya. Pelepasan potensi yang perlahan-lahan ini harus disyukuri sehingga tidak meimbulkan tsunami besar seperti sebelumnya.

☹ alhamdulillah ya Pakde, tapi apa bedanya sama yang kemaren nyebabkan tsunami?

Dari kenampakan karakteristik longsoran akibat letusan, kebanyakan runtuhnya material hanya meliputi bagian ujung yang tampak diatas permukaan  air laut. Namun, longsoran pertama, diduga juga meluruhkan tubuh Anak Krakatau di bawah permukaan laut, sehingga kekuatan dorongnya mampu menimbulkan gelombang tsunami.

😀 Tapi kita masih perlu menunggu pakde dan bude yang berwenang untuk melakukan identifikasi lebih lanjut batimetri bawah permukaan untuk mengetahui kondisi paska longsoran.

Sangat mungkin dan sangat mudah dipahami, bila diperkirakan longsoran selanjutnya hanya dibagian ujung (puncak “cone”) Anak Krakatau, dan tidak sampai ke bawah permukaan seperti sebelumnya. Namun selama aktifitas pemicu atau aktifitas vulkanisme ini masih berlangsung, Anak Krakatu masih mengeluarkan material, tentunya masih harus tetap waspada. Harus tetap tidak boleh lengah.

Semoga saja tenaganya, dan potensi longsornya dilepaskan pelan-pelan.


Simak informasi terbaru melalui instagram Dongeng Geologi 

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

2 KOMENTAR

  1. Saya mau tanya.. Apakah ada kemungkinan letusan anak krakatau sedasyat letusan gunung krakatau di tahun 83??
    Saya baca2 ada bbrp tweet dr orng luar negri yg ksh warning seminggu sblm nya.. Tp ga di gubris sama bmkg.. Dia melihat berdasarkan citra satelit.. Mohon penjelasan nya.. Mksh bnyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here