Penyebab Terjadinya Tsunami Banten dan Tsunami Lampung karena sumber dan mekanisme yang sama

0

Tsunami selalu disebabkan karena hentakan perubahan muka air laut. Perubahan ini bisa disebabkan oleh adanya “dislokasi” bawah permukaan ataupun hantaman dari atas permukaan.

Yg dari atas permukaan akibat meteor jatuh, ataupun longsoran massa padat. Misalnya massa es ataupun massa longsoran pinggir laut.

Yang dari bawah permukaan dapat disebabkan oleh dislokasi akibat pensesaran (tektonik) juga akibat longsoran bawah laut.

Memang paling sering dijumpai dan sering dicatat adalah akibat pesesaran atau dislokasi permukaan dasar laut. Peristiwa ini sering dibarengi dengan gempa.

Longsoran, baik di bawah pernukaan ataupun diatas permukaan dapat dipicu oleh getaran gempa tektonik, maupun gempa vulkanik.

Jadi setiap ada tsunami perlu dikaji secara teliti apa penyebabnya sebagai pembelajaran maupun utk tujuan mitigasi.

Deteksi dini adalah salah satu usaha dalam mitigasi pengurangan risiko bencana. Khususnya utk tsunami, tentusaja tidak mudah, karena penyebabnya bisa bermacam-macam.

Tsunami akibat dislokasi bawah laut saat pensesaran yg menimbulkan gempa, tentunya ada kejadian gempa (getaran) yg dapat dipakai sebagai penanda dini. Kita tahu bahwa pusat gempa darat juga dapat memicu tsunami. Contoh Gempa Lombok.

Tsunami akibat longsoran bawah laut yg dipicu oleh getaran tsunami, lebih sulit mendapatkan peringatan dini. Karena kita tidak memiliki peta batimetry detil dan tidak ada alat pemantau longsoran bawah laut. Contoh di Palu.

Bagaimana hipotesis utk tsunami Banten ini ?

Proses aktifitas Krakatau, mengeluarkan material termasuk pasir kerikil boulder dsb tentunya membentuk sebuah morfologi baru. Yg dinamis. Berubah. Dan seringkali dalam posisi kritis. Gangguan kecil saja mampu mengakibatkan longsor.

Gangguan kecil ini bisa saja, adanya getaran atau goyangan. Bisa juga penambahan material juga perubahan muka air laut.

Banyak faktor pemicu yg dapat dipakai sebagai bahan hipotesa utk tujuan mitigasi.

Saat ini tentunya masih masa evakuasi dan penyelamatan. Namun penelitian penyebab tsunami tetap harus bersamaan dijalankan.

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here