Longsoran Anak Krakatau Picu Tsunami Anyer

4

Sabtu (22/12), tsunami menerjang pesisir barat Provinsi  Banten. Hingga kini dilaporkan 229 orang menjadi korban jiwa, 584 luka dan 20 orang dinyatakan hilang. Berdasarkan rilis BMKG tsunami terjadi bersamaan dengan gelombang tinggi yang sedang terjadi sejak 22 Desember, dan akan berlangsung selama 3 hari ke depan.

☹ Netizen pada ribut, sebenernya yang bener tsunami atau gelombang tinggi tho bulek ?

😊 keduanya memang susah dibedakan kalau diamati dari tepian pantai, thole

GELOMBANG TINGGI ATAU TSUNAMI ?

Gelombang tinggi disebabkan oleh cuaca. Perbedaan temperatur dan tekanan udara akan mengakibatkan pergerakan angin, yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah atau temperatur yang rendah ke temperatur yang tinggi. Perbedaan yang ekstrim dapat memicu pergerakan angin yang kuat. Pergerakan angin akan turut menyapu bagian  permukaan dari tubuh air di lautan dan membentuk gelombang. Berbeda hal nya dengan tsunami, tsunami dipicu oleh aktivitas geologi : seperti gempa bumi, yang memicu terbentukanya gelombang. Keduanya dapat diidentifikasi dari orientasi gelombang yang terbentuk, gelombang tinggi air berputar – putar sedangkan tsunami memiliki arah horizontal dan disertai limpahan banjir. Limpahan banjir inilah yang sangat membahayakan, yang bahkan pada peristiwa tsunami Aceh lalu dapat menghempaskan kapal hingga ke tengah kota.

TSUNAMI TAK HANYA KARENA GEMPA

Kita kerap mendengar dan bahkan pernah mengalami tsunami, yang sebelumnya didahului oleh peristiwa gempa bumi, akibat persesaran atau dislokasi permukaan dasar laut. Seperti gempa yang terjadi di Aceh dan Jogja lebih dari satu dekade lalu. BMKG telah paripurna dalam merekam, mengolah dan menginformasikan peristiwa tsunami semacam ini. Meski beberapa bulan lalu, kita cukup dikejutkan dengan bahwa pusat gempa darat juga dapat memicu tsunami di Lombok.

Namun, tsunami tak hanya disebabkan oleh gempa bumi. Pada prinsipnya, tsunami karena adanya pergerakan / perubahan dasar laut di bawah permukaan air ataupun adanya hantaman dari atas permukaan, yang keduanya mengakibatkan hentakan pada muka air laut.

Selain karena ‘dislokasi’ pada kawasan bawah permukaan, tsunami dapat disebabkan oleh longsoran bawah laut, misalnya peristiwa Tsunami Palu (28/9). Tsunami akibat longsoran bawah laut yg dipicu oleh getaran gempa lebih sulit mendapatkan peringatan dini. Karena kita tidak memiliki peta batimetry detil dan tidak ada alat pemantau longsoran bawah laut.

Ternyata tak hanya purna pada skenario tersebut, aktivitas di permukaan laut juga dapat memicu tsunami, semisal akibat meteor jatuh, longsoran massa padat seperti longsoran massa es ataupun longsoran pinggir laut. Longsoran ini, yang terjadi di bawah permukaan ataupun di atas permukaan dapat dipicu oleh getaran gempa tektonik, maupun gempa vulkanik.

☹ Wahjan, susah juga yaa bulek..

😊 Jadi setiap ada tsunami perlu dikaji secara teliti apa penyebabnya sebagai pembelajaran maupun utk tujuan mitigasi.

☹ Kalau Tsunami di Anyer masuknya kategori tsunami yang mana bulek?

TSUNAMI ANYER KARENA LONGSORAN BUKAN ERUPSI ANAK KRAKATAU

Bersamaan dengan Badan Geologi, BMKG menyampaikan bahwa pada sabtu malam, kurang dari 30 menit sebelum terjadinya tsunami, Gunung Krakatau mengalami erupsi. BNPB memaparkan bahwa erupsi yang terjadi tidak significant, hingga mampu memicu terjadinya tsunami. Meski secara historis tsunami akibat Letusan Krakatau sudah berulangkali terjadi.

Tsunami yang disebabkan oleh erupsi gunung api bawah laut Krakatau tercatat pada tahun 416, 1883, dan 1928, sedangkan karena gempa bumi tercatat pada tahun 1722, 1852, dan 1958; dan penyebab lainnya yang diduga berupa longsoran baik di kawasan pantai maupun di dasar laut pada tahun 1851, 1883, dan 1889. Lebih dari satu abad lalu, pada tahun 1883, kedahsyatan letusan dan tsunami Krakatau bahkan menelan hingga lebih dari 35 ribu jiwa. Sepanjang sejarah letusan, busur gunung api bawah laut Krakatau telah mengalami empat tahap pembangunan dan tiga tahap penghancuran. Setiap tahap penghancuran mengakibatkan terjadinya tsunami dengan kemungkinan potensi peristiwa serupa akan terjadi antara tahun 2500 hingga 2700.

Mekanisme Tsunami

Mekanisme ini didahului oleh penambahan akumulasi material hasil erupsi G. Anak Krakatau baik yang berukuran pasir, kerikil hingga boulder (seukuran mobil). Tentu saja, penambahan material ini mengakibatkan adanya perubahan bentuk dan kondisi lereng G. Anak Krakatau. Pada kondisi kritis, dengan adanya penambahan material, gangguan eksternal / goncangan yang kecil saja dapat mengakibatkan longsoran. Longsoran juga dapat disebabkan karena tingginya curah hujan pada bulan Desember hingga Februari, yang mengakibatkan hilangnya kekuatan massa batuan dan tanah.

Prinsip sudut kritis ini telah kita pelajari semenjak duduk dibangku sekolah menengah bahwa pada kondisi kritis, jika ada penambahan material maka akan terjadi luruhan untuk mempertahankan sudut kritis yang dimiliki oleh material tersebut. Sama halnya pada lereng – lereng di Kawasan G. Anak Krakatau di mana peristiwa Longsoran diakibatkan oleh penambahan material saat erupsi terjadi.

Fakta ini diperkuat dengan data yang dirilis oleh BMKG dan keterangan yang diperoleh dari warga setempat bahwa tidak ada aktivitas kegempaan sesaat sebelum tsunami terjadi. BPPT merekam adanya perubahan morfologi pada sisi barat G. Anak Krakatau yang terpantau melalui data citra yang diambil pada tanggal 11 Desember lalu dan hari ini. Perubahan morfologi dengan hilangnya sebagian tubuh gunung api ini mengindikasikan adanya peristiwa longsor sebagai pemicu utama terjadinya tsunami.

☹ Jadi Ngga cuma Erupsi Krakatau ya bulek yang menyebabkan Tsunami ?

😊 Banyak faktor pemicu yg dapat dipakai sebagai bahan hipotesa. Yang terpenting, hipotesa ini dapat digunakan untuk tujuan mitigasi, meskipun kini kita sama – sama fokus pada evakuasi dan penyelamatan, penelitian tetap harus berjalaan bersamaan.

————————————————————-

Deteksi dini adalah salah satu usaha dalam mitigasi pengurangan risiko bencana. Khususnya untuk tsunami, tentu saja tidak mudah, karena penyebabnya bisa bermacam-macam.

Kami, Tim Dongeng Geologi mengucapkan turut berbelasungkawa terhadap semua korban. Semoga keluarga diberikan ketabahan. Kami berharap dengan sinergitas antara berbagai pihak, peristiwa bencana semacam ini dapat teratasi tanpa menjatuhkan korban jiwa dan dapat terminimalisir kerusakan yang diakibatkan karenanya.

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

4 KOMENTAR

  1. Kalo baca blog pakde ini saya merasa ada pencerahan daripada dengar omongan BMKG yang bolak-balik peryataannya bikin bingung. Saya usul apa gak sebaiknya gempa dan tsunami ditangani oleh Badan Geologi aja, BMKG biar urus iklim dan cuaca. Tadi BMKG sempat ngeles gak punya data kegunungapian, dehhh pusing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here