Tanah Retak, Jangan Panik !

0

Kejadian tanah retak memang sering terjadi, dan memang banyak yang mengkhawatirkan, terutama bila hal itu menyebabkan atau sebagai pertanda akan datangnya bencana lebih besar.

🙁 “Lah iya Pakde, kan sekarang lagi musim gempa dan likuifaksi, eh .. pembuburan tanah”
😀 “Hust, ga ada itu musim gempa. Tapi sebagai kewaspadaan itu perlu mengerti kondisi lingkungan sendiri.

Ketika menjumpai retakan, coba amati lingkungan sekitarnya. Aapkah lokasi retakan ada disekitar puncak bukit, atau pada sebuah lereng yang curam. Bila dapat digambarkan seperti dibawah ini, maka segeralah menutup lubang retakan.

Yang harus dilakukan bila melihat retakan

Menutup rekahan, ini salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya fenomena lainnya bila rekahan itu merupakan pertanda awal longsor yang harus dihindari.

“Settlement”, Gejala Geologi di Depok.

Kejadian lain rekahan di Depk, selatan Jakarta, menunjukkan hal yang sedikit berbeda dengan awal longsor. Daerah ini berupa daerah yang relatif datar.

Dari pengamatan selintas dan laporan dari kawan-kawan reporter sahabat Dongeng Geologi di lapangan, dikumpulkan informasi yang dapat dipakai untuk menduga apa yang terjadi.

Lokasi ini diperkirakan bekas sungai, bekas kubangan atau bekas sumur seperti yang diinformasikan warga setempat. Lokasi bekas berbentuk cekungan ini seringkali terisi oleh endapan lebih muda yang porus (mudah dilalui air).

Rekahan di Depok. Dalam geologi disebut sebagai “settlement” atau penurunan tanah akibat adanya konsolidasi tanah.

Diatasnya ada tanah (soil) yang kedap air menutupinya. Karena adanya air masuk menyebabkan tanah (soil) tergerus masuk. Air akan terus masuk kedalam tanah, mengisi bekas bekas sungai atau bekas sumur, atau bekas kubangan ini.

Lokasi ini relatif cekung sehingga berkumpullan air disitu menjadi kubangan. Ketika ada retakan kecil, maka makin lama akan makin besar dan menggerus apisan tanah diatasnya.

Untuk mencegah terjadinya dimasa mendatang, perlu memperbaiki saluran (drainasi) supaya air dapat tersalurkan lewat saluran yang benar. Supaya tidak masuk langsung kebawah bekas sungai.

🙁 “Oooh cuman gitu to Pakde”
😀 “Iya Thole, di aakhir musim kemarau ini perlu mengantisipasi datangnya musim hujan”.

Mari waspada saat musim hujan yang sering dibarengi longsoran dan banjir.

https://geologi.co.id/2017/10/09/11540/

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here