Unik !! Kebakaran Hutan Termasuk Bencana Geologi

0
Titik titik panas yang terekam oleh satelit pada tanggal 28 – 29 Agustus 2018

Sudah menjadi langganan dari tahun ke tahun, acapkali memasuki musim kemarau kepulan asap menghiasi langit Indonesia. Dalam dua hari terakhir, Lapan mendeteksi setidaknya lebih dari 500 titik kebakaran hutan menyebar pada berbagai kawasan di Indonesia terutama berpusat di Kalimantan, Sumatera, Jawa bagian timur, Nusa Tenggara dan Sulawesi dan sebagian kecil Papua.

Si Kambing Hitam

Kebakaran hutan tidak hanya disebabkan oleh faktor tunggal. Manusia bisa jadi menjadi salah satu penyebab utama. Pembukaan lahan kelapa sawit dengan metode pembakaran memang terbilang praktis dan efisien masih menjadi primadona. Namun, tindakan ini tidak sepenuhnya buruk. Pemanfaatan lahan gambut memang sangat cocok dengan tumbuhan kelapa sawit, sehingga meningkatkan produktifitas lahan. Fakta lainnya, pembakaran hutan menjadi arang, menjadikan siklus unsur hara dipercepat, berbeda bila melalui harus melalui proses pembentukan humus yg memerlukan waktu lebih lama.

Selain karena faktor manusia, kebakaran hutan terjadi secara natural oleh panas teriknya matahari. Intensitas cahaya matahari yang semakin meningkat di musim kemarau mengakibatkan semakin mudah terbakarnya dedaunan kering. Cepat saja, api menjalar ke berbagai area disekitarnya.

Dahulu, metode pembakaran lahan diatasi oleh parit – parit air yang dibuat untuk mengontrol penyebaran api. Namun kini, intensitas air yang semakin berkurang membuat api mudah menjalar ke sekitar area pembukaan lahan dan menjadi hilang kendali. Terlebih lagi, pengambilan air tanah sebagai penyuplai pengairan parit di permukaan menyebabkan  penurunan kandungan air pada lahan gambut. Semakin kering maka akan semakin mudah terbakar pun secara alamiah.

☹ Jadi penyebabnya itu karena manusia atau secara alami tho bulek?

😊 Nah bingung kan? Memang tidak bisa hanya mengotakkan permasalahan dengan satu skenario saja.

Namun ternyata kebakaran juga terjadi di area – area hutan tropis yang hijau mendayu – dayu. Lantas jika pun bukan karena ulah manusia dan tidak terpicu oleh keringnya lahan, apakah ada penyebab lain terjadinya kebakaran?

Kondisi geologi penyebab kebakaran

Secara tatanan geologi, daerah sumatera dan kalimantan yang didominasi oleh lahan gambut juga terdapat lapisan – lapisan batubara. Pakde pernah cerita, sekitar 30 tahun lalu di kawasan Bengkulu api bahkan menjalan di bawah tanah, MELALUI LAPISAN BATUBARA. Kalau sudah seperti ini kejadiannya, maka akan sangat sukar untuk memadamkan api karena lokasinya yang dalam, seberapapun media peredam api yang disiramkan jika tidak menjangkau titik – titik lapisan batubara (yang dalam itu) sebagai media penjalaran api, maka upaya tersebut tak akan berarti.

☹ wah.. berarti ada jenis bencana geologi baru ya bulek, ndak Cuma gempa bumi, gunung meletus atau longsor, kebakaran bisa juga termasuk.. terus gimana dong bulek?

😊 Iyaa yaa thole, bulek juga bingung.. gimana ya Pakde?

😀 Ini bencana multidimensi dan berdampak multinational. Sehingga penanganannya juga seharusnya multidisiplin. Kuncinya ya penanganannya harus dengan koordinasi. Salah satunya komunikasi lintas birokrat.

🙁 “Jadi perlu koordinasi ya Pakdhe ?”:-

😀 “Ya paling enggak mengurangi kalau ada yang kebakaran jenggot, Thole !”

Yuk pantau titik titik kebakaran secara real time !! 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here