Tanda – Tanda Masuknya Fase Magmatis Merapi

0
kedua gambar menunjukkan pertumbuhan kubah lava, gambar kiri dimensi kubah lava pada tanggal 18 Agustus 2018 sedangkan gambar kanan mengilustrasikan dimensi kubah lava setelah 11 hari kemudian (sumber : bpptkg)

Setelah erupsi freatik Mei – Juni lalu, Merapi terus mengeliat dan dalam beberapa pekan terakhir, Merapi mulai menunjukkan penanda fase magmatis. Fase magmatis dicirikan dengan kemunculan kubah lava yang terbentuk akibat pendinginan magma yang bergerak naik dari korok / leher gunungapi hingga lantas mencapai permukaan. Kubah lava yang terus membesar nantinya juga berperan untuk mengakumulasikan energi.

☹ Jadii si Kubah ini nanti nyumpal mulut kawah merapi yaa Bulek.. Terus nanti Merapi bakal susah nafas.. sampai suatu ketika ndak kuat lagi nahan, Merapi akan batuk lagi..

😊 Lha makin pinter ya kamu, thole.. Itulah khasnya letusan Merapi..

Volume Kubah Lava

Berdasarkan dimensi yang terukur melalui foto di atas, kita bisa mengira – ngira secara matematis volume dari kubah lava sebagai bakal calon material yang terlontar kala erupsi nantinya. Dengan pendekatan bangun ruang kubah Lava memiliki volume yang hampir sama dengan volume setengah ellipsoid.

😊 Kamuu masih inget kan thole, pelajaran Matematika?

☹ Aku dapat B lho bulek.. B  ablasss..

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka kubah lava hingga tanggal 29 Agustus memiliki volume sekitar 44.500 m3. Artinya, volume kubah kali ini sudah melebih material yang terlontar saat letusan freatik Mei lalu yang mencapai sekitar 37.300 m3 . Namun, jumlah ini masih belum significant jika dibandingkan dengan letusan magmatis tahun 2010 lalu yang melontarkan material sebanyak 150 juta m3. Terlebih lagi, hingga kini belum muncul adanya perubahan morfologi pada kawasan puncak Merapi.

☹ Berarti Merapi masih butuh waktu istirahat lebih lama untuk mengumpulkan energi ya bulek

Laju Pertumbuhan Kubah Lava

Laju pertumbuhan kubah lava dalam 4 hari terakhir menunjukkan adanya peningkatan secara gradual. Trend perubahan ini bisa menjadi acuan untuk memprediksi secara matematis akumulasi kubah lava dalam jangka waktu tertentu. Trend ini juga dapat menjadi salah satu indikator dari peningkatan aktivitas magmatis Gunung Merapi. Laju pertumbuhan kubah lava kini masih tergolong kategori rendah dan kondisinya masih stabil. Meski begitu, kawasan dengan radius 3 km harus bebas dari aktivitas masyarakat. Dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaannya.

Aktivitas Seimik Merapi

Selain laju, aktivitas seismik juga menjadi salah satu penanda aktivititas magma. Pergerakan magma juga menimbulkan getaran yang terkadang dapat dirasakan, gempa ini dikenal dengan gempa volkanik. Berdasarkan rekaman seismograf yang dipantau oleh BPPTKG, pada 28 Agustus lalu, setidaknya terdapat 10 kali gempa Guguran, 7 kali gempa Hembusan, 9 kali gempa Low Frequency, 9 kali gempa Hybrid, 2 kali gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali gempa Tektonik Lokal, dan 2 kali gempa Tektonik Jauh. Peningkatan aktivitas seismik pada gunung api juga menjadi salah satu tanda semakin meningkatnya aktivitas gunung tersebut.

☹ Gempa Jogja kemaren itu apa bisa mempercepat letusan merapi tho bulek?

😊 Memang gempa dan letusan gunung api bisa saling berkaitan, thole.. tapi masih susah menentukan apa gempa itu bakal menimbulkan letusan gunungapi disekitarnya atau tidak.. Tetap waspada, jangan mudah panik dan termakan hoax..

 

Kamu bisa memantau foto Merapi secara real time dari berbagai lokasi di sini 

Artikel terkait :

Hubungan gempa dengan erupsi emang ADA, tapi apa artinya ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here