Membuat Bangunan Tak Terlihat Oleh Gelombang Gempa, Seperti Pesawat Anti Radar.

0

Masyarakat Indonesia harus menerima fakta bahwa sebagian besar kawasan di tempat tinggalnya rawan terjadi gempa, sehingga pemerintah harus bersegera menemukan teknologi untuk meminimalisir dampak yang terjadi karenanya. Secara alamiah, Indonesia berada di area pertemuan lempeng, yang artinya lempeng-lempeng tersebut saling bergerak dan bertumbukan. Salah satu diantaranya akan menunjam dan menjadi kawasan sumber terjadinya gempa bumi.

Tahun 2009 lalu, Pakde pernah menceritakan bahwa sejak 1973-2009 (36 tahun) terdapat setidaknya 15 000 gempa di Indonesia yang berkekuatan lebih dari M = 5 SR. Artinya, dalam satu tahun akan terjadi 417 kali gempa. Sehingga dalam satu hari di Indonesia ini akan terjadi paling tidak satu kali gempa dengan kekuatan diatas M 5.

☹ Sudah banyak korban jiwa yang disebabkan karena gempa-gempa ini ya bulek

😊 Sebenarnya gempa tak pernah menjatuhkan korban jiwa, thole, bangunanlah yang menewaskannya.

Sebagian besar korban jiwa saat peristiwa gempa bumi disebabkan karena runtuhnya konstruksi bangunan. Gempa tak pernah memilih dan tak akan gentar, menerjang apa saja yang berada dihadapannya.  Kini, meski canggihnya teknologi belum berhasil merekayasa gempa, bahkan masih tak mampu memprediksi kapan dan di mana gempa terjadi. Tetapi banyak upaya rekayasa lain yang dapat dilakukan terutama berkaitan dengan rekayasa konstruksi bangunan.

Gempa tak pernah menimbulkan korban jiwa, bangunanlah yang menewaskannya.

Rekayasa konstruksi bangunan

Shock Absorbers /Peredam Kejut

perbandingan pola gelombang seismik yang diterima oleh gedung yang terpasang shock absorber pada bagian fondasi, menunjukkan bahwa shock absorber memperkecil amplitudo gelombang (sumber : cwejournal.org)

Layaknya dalam sebuah kendaraan baik kendaraan roda dua ataupun roda empat pasti memiliki komponen ini. Shock absorber / damper pada kendaraan digunakan untuk mengurangi efek gaya gesek jalan. Dalam rekayasa konstruksi bangunan, teknik ini digunakan untuk mengurangi kekuatan getaran / resonansi gempa yang melewati bangunan. Saat gempa terjadi, kekuatan gempa yang diterima oleh bangunan yang berupa energi mekanik diubah menjadi energi panas yang tersimpan dalam fluida hidraulik yang berada pada piston. Damper ini ditanam sebagai bagian dari pondasi bangunan. Tentu saja ukurannya jauh lebih besar dibandingkan penggunaannya pada kendaraan. Dengan konstruksi bangunan seperti ini, gedung akan resisten terhadap gempa, sekaligus mampu menghasilkan energi dengan hasil ubahan energi panas yang tersimpan dalam fluida.

Pendulum 

Rancangan bangunan dengan menggunakan pendulum. Pendulum memberikan gaya yang berlawanan dengan goyangan gempa (sumber : Phys.org)

Teknik konstruksi pendulum ini telah diterapkan pada berbagai gedung bertingkat di Chili dan telah terbukti bahwa gedung – gedung tersebut mampu bertahan pada gempa besar 2010 lalu. Tekniknya cukup sederhana, hanya dengan membuat bola raksasa di bagian tengah pada bagian atas gedung yang tergantung dengan tali – tali pada sekelilingnya, layaknya sebuah pendulum. Ketika gedung bergoyang karena gempa, pendulum ini akan memberikan gaya berlawanan dengan arah goyangan. Sehingga gaya yang dihasilkan pendulum ini akan menjaga kesetimbangan gedung.

Seismic Invisibility Cloak (Jubah Bangunan Anti Gempa)

Rancangan jubah bangunan anti gempa ( sumber : www.americanscientist.org )

Ide ini muncul dengan hipotesa bahwa gelombang gempa dapat dibelokkan layaknya gelombang pada air dan gelombang bunyi. Seperti yang telah kita ketahui gempa juga merupakan sebuah gelombang, yang kemudian diklasifikasikan menjadi berbagai jenis, body wave, surface wave, rayleigh wave dan love wave. Dengan konsep ini, kita berandai – andai, dapatkan energi dari gelombang gempa dipantulkan agar menjauhi pemukiman? Para ahli kemudian merancang sebuah konsep konstruksi agar bangunan menjadi “tak kasat mata” (invisible) terhadap gelombang gempa. Dengan membuat ratusan cincin-cincin concentric plastic yang ditanam di bagian fondasi dari bangunan. Sehingga ketika gempa terjadi, gempa akan dialihkan ke lokasi lainnya. 2013 lalu, tim dari Perancis melakukan uji coba ini. Namun sayangnya, implementasi dari teknologi ini masih sangat minim.

Simulasi sebuah cincin gelombang untuk membelokkan gelombang sehingga tidak membahayakan. sumber : M. Farhat et al., PRL 103 (2009)

☹ Waaa ini mirip bikin pesawat anti radar itu ya bulek ? . Pasti ongkosnya besar ya bulek mau bikin begituan.. lha kalau rumah-rumah warga terus harus gimana?

😊 Tenaang thole, dwuluuu banget pakde pernah ngeshare standard pembangunan rumah tahan gempa lhoo.

Kalau memang teknologi ini terus berkembang dan manusia lebih sulit meramalkan kapan gempa itu terjadi, maka menepis gelombang gempa barangkali menjadi sesuatu banget, kaan ?.

Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here