HOAX Gempa di Amerika

1
Gempa tidak mungkin akan menjadikan tanah terbuka seperti ini. Gempa Hari Ini.
Sebel dengan HOAX ?

Di Amerika juga ada HOAX gempa, mereka menyebutnya sebagai Myth (Mitos). Termasuk didalamnya akan datangnya gempa dengan tanda-tandanya. Mirip sekali dengan berita yang ada di MedSos di Indonesia. Ini bahkan sejak sebelum ada internet, sebelum ada Medsos. Myth ini berredar melalui surat, telepon dan dari mulut ke mulut.

Mitos Gempa di California (San Andreas Fault)

Kluft-photo-Carrizo-Plain-Nov-2007-Img_0327[1]Patahan yg terkenal dengan gempa di Amerika namanya San Andreas Fault. Patahan ini melewati kota yg sangat super sibuk, California. Gempa besar pernah terjadi di kota ini tahun 1930-an. Dan menurut perkiraan semestinya akan ada gempa besar melanda kota ini sekitar tahun 2000-an. Namun hingga kini masih tenang-tenang saja. Sehingga memunculkan banyak mitos tentang gempa.

California yg menjadi biangnya kota gempa di Amerika serikat ternyata juga memunculkan mitos-mitos seputar gempa. Jadi tidak hanya di Indonesia yg muncul dengan awan gempa, bahkan negara yg menyatakan adidaya dan terpelajarpun memiliki mitos-mitos yg sulit ditepis oleh para geoscientist disana. Disela-sela simposium tahun 2006 di Jogja, Bob Anderson salah seorang peserta simposium kebumian di Jogja akhir 2006 lalu bercerita tentang hal ini ke saya.

Apa saja mitos-mitos (HOAX) yg berkembang di Amerika?

Mitos #1 Gempa lebih sering terjadi di pagi hari

Gempa terjadi tidak tergantung pada kemunculan matahari. Kita tahu gempa di Jogja dan di Aceh sumatra terjadi di pagi hari. Namun gempa besar di selatan Pangandaran justru terkdi sore hari, dan menimbulkan tsunami. Jadi sangat tidak berdasar menyatakan gempa terjadi di pagi hari.

Mitos #2 Gempa terjadi pada musim-musim tertentu

Gempa tidak ada hubungannya degan musim. Statistik membuktikan bahwa gempa terjadi sepanjang tahun. Perekaman gempa yg lengkap dengan episenter dimulai tahun 1960-an. gempa-gempa sebelumnya hanya dicatat besaran dan kerusakannya. Namun catatan sejak 1960 hingga kini membuktikan bahwa gempa ini tidak mengikuti musim.

GaMungkinMitos #3 California tenggelam setelah gempa

Tidak kalah dengan Jogja maupun isu yg berkembang di Jakarta, Lombok dan Jawa. Gempa tidak akan sertamerta menenggelamkan sebuah kota ataupun daerah. Bahwa ada pergeseran ataupun pengangkatan ketika gempa itu adalah fakta.

Namun kenyataan yg dijumpai pengangkatan sebuah negara bagian (California) tidak serta dalam orde waktu bulanan ataupun tahunan. Pengangkatan yg terjadi di pulau -pulau kecil sebelah barat sumatra menunjukkan pengukuruan hingga 3 meter, namun itu dengan gempa skala 9 yang keterjadiannya diperkirakan dalam periode 200 tahunan. Jadi tidak ada catatan sejarah tenggelamnya sebuah kota dalam waktu singkat seumur manusia.

Bahkan kita melihat Pulau Lombok Terdongkrak 40 cm !

Mitos #4 California memiliki undang-undang tentang bangunan tahan gempa jadi semua bangunan di california sudah aman.

Peraturan bangunan tahan gempa di California dibuat setelah bangunan didirikan. Dengan demikian tidak semua bangunan aman terhadap gempa, walaupun sudah ada peraturannya. Pemilik bangunan bertanggung jawab penuh untuk memodifikasi bangunannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Malahan kalau kita pelajari saat ini di Indonesia lebih banyak rumah tinggal yang tidak tahan gempa.

🙁 “Wah kalau ga tahan gempa seperti ini, terus gimana, Pakde?”
😀 “Perlu penguatan Thole”

Mitos #5 Berdiri di dekat pintu ketika gempa

Banyak orang yg percaya bahwa pintu (doorway) merupakan tempat teraman ketika gempa. Hal ini mungkin benar untuk bangunan-banguan tertentu biasanya bangunan kuno. bangunan-bangunan baru tidak memberikan sokongan khusus ada tempat ini. Masih diyakini bahwa tempat teraman ketika gempa adalah dibawah meja.

Disini harus diperhatikan bahwa meja-meja di California maupun di jepang sudah dibuat disesuaikan dengan peraturan ini. Mungkin di Indonesia perlu juga ada meja-meja kuat yang tahan terhadap runtuhan atau jatuhan benda keras.

Mitos #6 Info gempa dari pejabat yg berwenang

Seperti juga di Indonsia, isue gempa akan terjadi pada hari dan tanggal serta jam sekian, juga berkembang pesat di California. Kalau disini BMG yg dicatut, kalau di sana mereka mencatut nama Caltech, tempat sekolahnya Pak Doktor Danny Hilman ahli gempa indonesia belajar dulu.

Bahkan isu ini berkembang dengan angka-angka serta logika-logika semu. kalau di Indonesia awan gempa kali ye .. upst !

Ingat ciri-ciri dari HOAX !! 
Salah satu CIRI HOAX adalah mencampurkan FACT and FAKE mencampurkan FAKTA dan PALSU.
Dibumbui logika yg seolah benar. Diberikan referensi yg kelihatannya sahih. Ditambah dengan “anjuran” untuk ikutan menyebarkan dan VIRALKAN.

Mitos#7 Bumi terbuka dan terbelah saat gempa

Banyak filem serta media yg menceritakan bumi terbelah terbuka dan menelan manusia kemudian menutup lagi. Ini sangat tidak benar karena gempa besar terjadi ketika ada pelepasan energi akibat tertekan. Artinya rupture atau retakan danzona hancuran ini lebih berupa bidang tertutup yang begerak satu terhadap yang lain. getaran ini memang menyebabkan longsoran (lihat tulisan sebelumnya), namun bukan berarti bahwa terjadi bukaan yang terus menutup.

Diceritakan ke Pakde oleh Robert Anderson, P.G., C.E.G. California Seismic Safety Commission 1755 Creekside Oaks Drive, Suite 100 Sacramento, California, 95833, United States of America

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here