Gempa Darat Juga Mampu Memicu Tsunami

4

Gempa sangat kuat dengan skala magnitudo 7.0 yang terjadi di Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018 ini berpusat di darat. Namun telah memicu tsunami, walau hanya 10-20cm saja.

🙁 “Pakde katanya yang menyebabkan tsunami hanya gempa berpusat di laut ?”
😀 “Memang tidak salah dikatakan begitu, tetapi dalam kondisi khusus gempa tergantung dari patahannya. Itu hanya memudahkan saja”

Pusat gempa Lombok ini merupakan pergeseran Patahan Flores yang berarah Barat Timur dimana patahan ini berupa patahan naik dari utara yang menunjam dibawah pulau Lombok.

Gerakan masa batuan pada bidang patahan ini lah yang menyebabkan terjadinya dislokasi (kenaikan permukaan dasar laut). perubahan permukaan dasar laut inilah yang mengangkat tubuh air laut yang menjadi tsunami. Dengan demikian, walaupun pusat gempa di darat, kalau ada amaran peringatan bahaya yang dikeluarkan oleh BMKG atau istansi yg resmi kita perlu mengikuti petunjuk yang diberikan.

4 KOMENTAR

  1. Maaf pak De mau diskusi, saya lihat model hiposenter yang pak De buat tdk make sense dengan jarak antara titik gempa dengan back arc thrust flores. Kita tau jarak episentrum gempa dengan back arc thrust sekitar 60 km lebih, seandainya sudut sesar naiknya 25 Drajat saja maka hiposenter gempa seharusnya pada kedalaman sekitar 25 km lebih (sesar naik kan sudutnya biasa lebih besar). Tp kenyataannya hipotesis gempa adalah 10-15 km, saya kemarin berdiskusi dengan pak Daru, menurut teman beliau yg ahli gempa LIPI kemungkinan bukan segmen utama yg bergerak tapi segmen lain. Mohon pencerahannya.

    • Kemungkinan sesar ini memiliki sudut yang landai. Ada sebuah model yang saya sitir dari Zibaidah, 2014, memperlihatkan sudut rendah dari sesar sungkup ini. Juga melihat momen tensornya terlihat arah dan sudut bidang sesar yang bergerak saat itu.

  2. Pakde, kenapa bisa terjadi gempa besar di waktu berdekatan dan lokasi yg sama pakde? bukannya setelah gempa besar, hanya terjadi gempa susulan yg lebih kecil?

    • Gempa pada dasarnya pelepasan energi. Nah kalau energi yang tersimpan belum terlepaskan seluruhnya pada saat gempa pertama, maka pelepasan yang berikutnya bisa saja terjadi lebih besar. Ada yang mengatakan sebelumnya sebagai pre-shock (6.4) yang memicu main-shock (7.0).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here