Inilah Spesialnya Gerhana Bulan 28 Juli 2018

0

Setelah fenomena Super Blood Moon pada 31 Januari lalu, kini gerhana bulan “ Super Blood Moon” akan kembali terjadi. Jika yang sebelumnya “super” maka yang kali ini “kuper”. Sebab, posisi bulan sedang berada di titik lintasan terjauhnya dari bumi, menjauh, malu – malu.

 

😊 Meski begitu gerhana kali ini juga punya sisi spesialnya lho thole

☹ Spesial pake telor ya bulek.. Spesialnya apa nih bulek?

😊 Gerhana bulan kali ini adalah gerhana total terpuaanjaang dalam 20 tahun atau bahkan 100 tahun ke depan.

Terjadinya Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi saat bulan terhalang oleh bumi. Artinya, bulan yang biasanya memantulkan sinar matahari, dalam durasi waktu tertentu cahayanya hilang karena terhalang oleh bumi. Bulan tidak memantulkan cahaya. Lamanya durasi gerhana bulan bergantung pada tatanan antara matahari, bumi  dan bulan dalam orbitnya masing – masing.

Gerhana bulan total terlama

Gerhana bulan total kali ini adalah gerhana terlama dalam 20 tahun atau bahkan 100 tahun ke depan. Menurut BMKG lamanya durasi totalitas Gerhana Bulan Total tersebut disebabkan oleh tiga hal

  • Pusat piringan bulan hampir berhimpit dengan pusat umbra bumi

Semakin mendekati pusat umbra bumi maka akan semakin jauh jarak tempuh bulan melewakti bayangan bumi, setara dengan jarak diameter bayangan bumi.

  • Terjadi pada saat Bulan di sekitar titik terjauhnya dari Bumi / titik apogee

Semakin jauh jarak Bumi-Bulan akan semakin kecil tampakkan ukuran Bulan. Fenomena ini menyebabkan Bulan akan lebih lama berada di umbra Bumi jika dibandingkan dengan Bulan saat berada di daerah titik perigenya. Ibarat orang asia dengan kaki yang lebih pendek dari bule akan lebih lambat dalam berlari, jika frekuensi kayuhan kakinya sama.

  • Bumi sedang berada di sekitar titik terjauhnya dari Matahari (aphelion)

☹ Apa hubungannya lokasi matahari dan bumi sama lamanya gerhana?

😊 Dari dongengannya Pakde, pengaruh aphelion/perihelion jelas ada. Tapi ya tidak besar thole. Diameter tampak Matahari saat perihelion hanya 3 % lebih gedhe dari saat aphelion. Implikasinya ke geometri umbra penumbra ya juga hanya 3 % itu. Nggak significanT. Faktor penentunya terutama posisi Bulan berada di apogee saja dan “tergerhanai”

Dapat diamati di seluruh kawasan Indonesia

Pada tahun 2018 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana, dan hanya dua gerhana yang teramati dari kawasan Indonesia, yaitu Gerhana Bulan Total 31 Januari lalu dan Gerhana Bulan Total 28 Juli. Gerhana bulan total kali ini dapat diamati oleh seluruh kawasan di Indonesia. Hanyasaja, hanya bagian barat Sumaterea yang dapat menikmatinya seluruh proses terjadinya gerhana.

Langit cerah

Bagi kita penikmat langit, hal yang terpenting dari ketiganya adalah kondisi langit yang cerah. Cerahnya langit memperbesar kemungkinan kita ikut menikmati fenomena gerhana total. Musim kemarau di bulan Juli kali ini membuat langit di hampir sebagian besar wilayah indonesia, khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT cerah karena kandungan uap di atmosfer cukup sedikit. Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir.

☹ Asyikkk.. Besok tanggal 28 Juli aku mau begadang.. mumpung malam minggu

Artikel terkait :

Gerhana Memicu Gempa, Apakah Bisa ?

 

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here