Akankah Gunung Agung Meletus Dahsyat?

1

Gunung Agung kembali beraktivitas bulan November 2017 lalu, setelah 54 tahun tidak menunjukkan geliatnya. Beberapa waktu lalu, Selasa, 2 Juli 2018, pukul 21.04 WITA, Gunung Agung kembali meletus. Letusan kali ini lebih besar dibandingkan letusan 2017. Kolom letusan mencapai 2000 meter dari puncak atau ± 5.142 mdpl serta melontarkan lava pijar dan aliran lava yang mengisi kawah.  PVMBG menetapkan status Gunung Agung menjadi siaga ( level III). Area 4 km di sekitar puncak kemudian ditetapkan sebagai zona bahaya.

Histori Letusan Gunung Agung

Pertama kali tercatat dalam sejarah Gunung Agung meletus pada 1808, melontarkan batu dan abu. 13 tahun kemudian, 1821, letusan kembali terjadi. Letusan kedua ini dikategorikan normal dan jangkauan letusan tak seluas pada 1808. Letusan kembali terjadi pada 1843. Letusan didahului sejumlah gempa bumi yang kemudian diikuti muntahan abu vulkanik, pasir, dan batuan.

Letusan 1963

120 tahun beristirahat, menghimpun tenaga. Pada tahun 1963, Gunung Agung meletus dahsyat pada tahun 1963. Letusan kala itu merupakan salah satu erupsi paling merusak di abad ke-20. Setidaknya lebih dari 1600 orang meninggal serta luluh lantahnya area pemukiman dan pertanian disekitarnya. Erupsi kala itu juga melepaskan gas SO2 sebanyak 11 – 12 juta ton ke stratosfer yang kemudian menurunkan suhu rerata di belahan bumi utara sebesar 0,3o C.

Gunung Agung menarik perhatian dunia

Letusan dahsyat 1963 menarik perhatian para peneliti dunia. Harri Geiger, peneliti gunung api asal Swedia mencoba mengungkap karakteristik Gunung Agung berdasarkan produk letusan 1963. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa Gunung Agung memiliki dua dapur magma, pada kedalaman 2 – 4 km dan 18 – 22 km. Pada letusan 1963, Gunung Agung mendapat suplai magma baru. Awal mula magma bersifat andesitik kemudian berangsur berubah menjadi lebih basa, basaltik – andesitik.

🙁 Kok bisa tau ya bulek kedalaman dapur magma nya?

🙂 itu bisa dianalisa dari kedalaman mengkristalnya mineral plagiokas dan piroksen thole. Mineral plagiokas mengindikasikan lokasi dapur magma yang dangkal sedangkan mineral piroksen mengindikasikan lokasi dapur magma yang dalam

Akankah Gunung Agung kembali Meletus Dahsyat

Berdasarkan histori dari letusan, Gunung Agung membutuhkan waktu 120 tahun untuk mengakumulasikan energi agar menghasilkan letusan yang dahsyat. Jika dihitung sejak 1963 maka letusan kali ini hanya berjarak 55 tahun. Artinya Gunung Agung belum sempat mengakumulasikan energi yang besar tapi sudah berhasil melepaskan energi yang tertahan.

🙂 Semakin sering terjadi, letusan yang dihasilkan semakin kecil karena energi yang terakumulasi relatif lebih kecil. Jadi, semakin jarang meletus itu berarti tak baik bagi suatu gunung api

🙁 Haiya bulek, orang jarang marah kalau sekalinya marah kan medeni

🙂 huuft.. iya juga yaa..

Artikel terkait :

https://geologi.co.id/2017/12/04/ngentho-entho-gunung-agung-bali/ 

1 KOMENTAR

  1. Bagaimana dengan gn guntur di garut yg sudah 170 tahun tidak meletus
    Apakah kalau meletus bakal lebih dahsyat dari gn agung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here