STATUS WASPADA : Mekanisme Letusan Freatik Merapi

0

Setelah letusan freatik 11 Mei lalu, Merapi kembali mengalami letusan freatik pada tanggal 21 Mei 2018. Meski tidak sebesar letusan sebelumnya, letusan kali ini terjadi hingga tiga (3) kali berturut-turut, yaitu pukul 09.38 WIB durasi 6 menit ketinggian kolom erupsi 1200 m, dan pukul 17.50 durasi 3 menit ketinggian kolom erupsi tidak teramati. Letusan juga disertai dengan peningkatan intensitas kegempaan yang direkam oleh Pakdhe Agus Budi Santoso, BPPTKG Yogyakarta. Dari pengamatan situasi terkini, pada Senin malam (21/5) pukul 23.00 WIB, status Merapi meningkat menjadi WASPADA.

Mekanisme Letusan

Letusan freatik terjadi karena dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi. Air yang terakumulasi pada kawah masuk melalui rekahan – rekahan yang terbentuk dari aktivitas aktivitas volkanisme sebelumnya.

Perubahan morfologi paska letusan Merapi tahun 2012 – 2014 membentuk rekahan berarah tenggara – barat laut.

 

Letusan freatik kali ini juga ditengarai oleh keterdapatan akumulasi air yang masuk melalui rekahan, kemudian berinteraksi dengan batuan yang terpanaskan oleh magma.

Gas bertekanan yang berasal dari bawah bergerak naik mencari jalan keluar termudah yaitu melalui rekahan – rekahan. Ada 4 jalur keluar, pada gambar disebut sebagai area 1, 2, 3 dan 4. Pada 4 lokasi ini menunjukkan adanya perubahan suhu yang signifikan.

Mitigasi Bencana Terkini Letusan Merapi

Kini warga yang bermukim dengan jarak radius 3 km dari kawah Merapi mulai diungsikan. Jalur pendakian juga ditutup. Kecuali hanya untuk kepentingan penelitian. Warga yang berada di KRB III harap waspada terhadap aktivitas Merapi. Jangan ikut serta menyebarkan hoax. Pantau perkembangan terkini melalui akun – akun resmi, PVMBG atau BPPTKG Yogyakarta.

🙁 Kata katanya erupsi freatik ini memicu adanya erupsi magmatik seperti 2010 silam. Apa bener begitu bulek ?

🙂 Masih terlalu dini untuk menentukan hal tersebut thole, masih perlu pemantauan lebih lanjut, bagaimana intensitas aktivitas seismik nya, kondisi suhu, pelepasan gas serta deformasi yang terjadi. Kita tunggu rilis dan arahan dari bude dan pakdhe di BPPTKG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here