Sesar Adang, Penyebab Gempa Tabalong Kalimantan

0

Kalimantan adalah kawasan yang paling aman terhadap gempa, jika dibandingkan dengan pulau besar lainnya di Indonesia. Meski begitu, seperti yang pernah Pakdhe ceritakan sebelumnya, Kalimantan TIDAK benar-benar bebas gempa. Sebagai bukti, beberapa hari lalu ( Kamis, 3 Mei 2018 ) kawasan Tabalong dan sekitarnya mengalami gempa bumi dengan Magnitudo 4,5 SR. Episenter gempa berada pada koordinat 1.96 LS dan 115.83 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 29 km arah barat daya Paser, Kalimantan Timur pada kedalaman 10 km.

Catatan gempa Kalimantan

Beradasarkan data yang dirilis oleh National Geographic dan ESRI yang dipublikasikan pada laman earthquaketrack.com, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, 27 gempa berkekuatan 4-5 SR terjadi di Kawasan Kalimantan, terutama di Kota Tarakan, Bontang dan Balikpapan.

 

🙁 itu mah kecil bulek.. cuma goyang – goyang dikit

🙂 Kalimantan juga pernah mengalami gempa besar dengan magnitudo di atas 6 SR lho thole

🙁  Walah.. Kog bisa bulek, kalau di Sumatra, Jawa sampai Nusa Tenggara kan karena penunjaman lempeng Samudra Hindia, lha kalau ini karena apa?

Gempa dahsyat Kalimantan

Tarakan dan Balikpapan pernah mengalami guncangan dahsyat akibat gempa. Dua tahun yang lalu, Tarakan mengalami gempa dengan kekuatan magnitudo 6,1 SR setelah sebelumnya pada tahun 1923 gempa berkekuatan 6,8 SR juga terjadi pada bagian selatan kota ini. Balikpapan berulangkali mengalami gempa – gempa besar, terakhir kali pada tahun 1984 gempa berkekuatan 6,1 SR terjadi.

Sebelumnya, dalam dongeng “Kalimantanpun Tidak Bebas Gempa”, Pakdhe telah menjelaskan bahwa gempa pada kawasan Kinabalu pada tahun 2015 dan Pontianak pada tahun 2011 disebabkan oleh penunjaman lempeng Laut Cina Selatan di sisi barat laut Pulau Kalimantan.

Bagaimana dengan sisi timur Kalimantan ?

Tidak hanya pada sisi barat, sisi yang timur Kalimantan juga kerap terjadi gempa, seperti Kota Balikpapan, Bontang dan Tarakan. Secara regional, gempa yang terjadi baik di sisi barat ataupun timur dari Pulau Kalimantan disebabkan oleh gerak rotasional kawasan Indonesia bagian timur akibat dorongan lempeng India – Australia. Bedanya, jika pada area barat, gempa disebabkan oleh penunjaman lempeng Laut Cina Selatan, maka pada bagian timur, gempa disebabkan oleh pergerakan lempeng paternoster yang terdesak ke arah bagian lempeng benua Asia, atau disebut Schwaner core, bersamaan dengan sebagian besar kawasan Indonesia bagian timur.

Tatanan Tektonik Awal Kapur (Satyana, 2014)

🙁 Kalau desakannya di sepanjang sisi timur pulau Kalimantan, kok gempanya cuma disitu – situ saja, ndak menerus di sepanjang sisi, bulek?

🙂 Selain karena desakan paternoster, gempa juga bisa dipicu oleh kehadiran sesar pada kawasan tersebut. Contohnya kawasan Tabalong dan Balikpapan. Kawasan ini merupakan salah satu area langganan gempa, karena kehadiran Sesar Adang, thole.

🙁 Gempa sudah kayak saldo aja, pakai langganan tho bulek.

Sesar Adang – Paternoster

Megashear Lupar – Adang – Paternoster memanjang mulai dari Bantimala (Makassar), melewati tinggian Kuching berlanjut hingga ke Natuna dan terus memanjang ke arah barat laut pada Lempeng Benua Asia. Pada Selat Makassar, Sesar Adang sekaligus menjadi batas mikrokontinen paternoster dengan cekungan kutai, maka dikenal sebagai Sesar Adang-Paternoster. Batas keduanya tampak sangat jelas pada penampang variasi medan magnet pada gambar di bawah ini.

Sesar Adang-Paternoster merupakan sesar normal yang mengalami reaktivasi. Aktivitas tektonik ini menghasilkan bentukan  pop up  atau transpenssion structure pada bawah permukaan bumi yang relatif dangkal. Kawasan sesar Adang-Paternoster menjadi kawasan rentan gempa apabila Paternoster mengalami pergerakan. Jadi pantas saja kawasan Balikpapan dan sekitarnya, termasuk Tabalong kerap terjadi gempa.

🙁 serem ya bulek, di mana saja bisa terjadi gempa, pun di Kalimantan yang katanya paling aman.

🙂 Yang menelan korban itu bukan gempanya, tapi konstruksinya. Maka dari itu, para civil engineer  harus jago merancangan bangunan yang tahan gempa, kita bantu-bantu mengedukasi masyarakat tata cara penyelamatan diri saat gempa terjadi.

🙁 Wah selain belajar geologi aku juga mau belajar sipil juga lah bulek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here