SEMBURAN GAS BERACUN KAWAH IJEN

0
Asap Kawah Ijen bertekanan sedang, ketinggian sekitar 100-200 meter dari puncak (22 Maret 2018)

Gunung Ijen merupakan gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Di puncak Gunung Ijen, pada ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut, terdapat kawah Ijen (danau kawah yang bersifat asam terbesar di dunia). Catatan  aktivitas letusan Gunung Ijen berupa letusan-letusan freatik dan letusan terakhir terjadi pada tahun 1999. Umumnya, aktivitas Gunung Ijen dicirikan oleh hembusan asap kawah berwarna putih tipis dan bertekanan lemah dengan ketinggian sekitar 50 – 200 meter dari puncak.

Semburan Gas Kawah Ijen

Pada tanggal 21 Maret 2018 kemarin, semburan gas kawah Ijen mengakibatkan 27 warga keracunan dan harus dirawat di Puskesmas Ijen, Bondowoso. Menurut ahli vulkanologi, Surono, keluarnya gas beracun dari Kawah Ijen sejatinya bukanlah hal yang luar biasa. Yang tidak biasa adalah penyebarannya yang relatif jauh. Sebenarnya jarak pemukiman warga dengan Kawah Ijen sudah aman, kecuali ada warga yang mendekat ke kawah itu.

🙁 Lalu apa yang menyebabkan gas ini menyebar relatif jauh bulek?

Jika ada hembusan atau aktivitas tekanan yang meningkat, gas bisa menyebar lebih jauh. Apalagi sekarang musim hujan, karena tekanan yang terlalu tinggi, gas bisa melayang setinggi manusia. Gas beracun dari kawah Ijen ini menuruni lembah seperti aliran air karena berat jenisnya lebih besar dari berat jenis udara.

Gas beracun dari kawah Ijen menuruni lembah seperti aliran air karena berat jenisnya lebih besar dari berat jenis udara (anak panah berwarna merah menunjukkan arah aliran gas beracun dari kawah Ijen).

Dari hasil pengamatan pada tanggal 21-22 Maret 2018, secara visual kondisi cuaca cerah hingga berawan dengan angin lemah. Suhu udara sekitar 18 – 28o C dan gunungapi tampak jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, ketinggian sekitar 100-200 meter dari puncak.

Kegempaan yang terekam yaitu :

  • 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA)
  • 19 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), terjadi anomali perubahan jumlah Gempa Vulkanik Dangkal (VB) pada tanggal 24 Februari – 2 Maret 2018, 10 – 11 Maret 2018 dan 18 – 21 Maret 2018.
  • 1 kali gempa Hembusan (HB)
  • 3 kali gempa Tektonik Jauh (TJ)
  • 1 kali gempa Tremor (TR)
🙁 Lalu apakah ada anomali konsentrasi gas bulek, yang menyebabkan warga keracunan?
😊 Betul sekali Thole, dari hasil pengamatan terdeteksi adanya tiga anomali gas pada kurun waktu Januari – Maret 2018 seperti pada infografik di bawah ini.

🙁 Apakah semburan gas Kawah Ijen adalah pertanda gunung akan meletus bulek?
😊 Menurut penjelasan dari Kepala PVMBG, Badan Geologi KESDM, dari aktivitasnya belum ada tanda-tanda ke arah itu Thole, karena bisa saja ini cuma sesaat.

 

Potensi Bahaya Letusan Gunung Ijen

  • Radius 1,5 km dari pusat erupsi : ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan lahar letusan.
  • Radius 6 km dari pusat erupsi : aliran awan panas, lahar letusan, lahar hujan, hujan abu lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik dan lontaran batu pijar.
  • Radius 8 km dari pusat erupsi : aliran lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar.

Himbauan untuk Masyarakat / Wisatawan

  • Jangan panik atas kemunculan gas beracun, serta JANGAN mempercayai isu-isu terkait keadaan Gunung Ijen yang tidak jelas sumbernya.
  • Jangan mendekati bibir kawah atau dasar kawah di puncak Gunung Kawah Ijen, maupun menginap dalam kawasan Gunung Kawah Ijen.
  • Jika tercium bau gas belerang yang menyengat, sebaiknya menggunakan masker penutup alat pernapasan.
  • Ikuti arahan dari pengelola Wisata Gunung Ijen (BKSDA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here