Mineral Kalsium Silikat Perovskite dari Mantel Bumi Terperangkap dalam Intan

0
Mineral kalsium silikat perovskite terperangkap dalam intan yang ditemukan di Cullinan, Afrika Selatan (Sumber: Courtesy of Nester Korolev, UBC)

Seperti yang kita ketahui bahwa mineral kalsium silikat perovskite banyak terdapat pada bagian terbawah mantel bumi, diperkirakan membentuk hampir 93% mantel bawah bumi. Keterdapatannya kurang lebih sekitar 700 km di bawah permukaan laut. Namun, untuk pertama kalinya para ilmuwan telah menemukan mineral kalsium silikat perovskite  di permukaan bumi.

🙁 Wah bukannya mineral ini tidak akan stabil jika berada di permukaan bumi bulek?
😊 Benar sekali Thole, pak profesor Graham Pearson pun mengatakan bahwa tidak ada yang pernah berhasil menjaga mineral ini stabil di permukaan bumi.
🙁 Lah kok bisa muncul di permukaan bumi bulek?
😊 Tentu saja harus terbungkus oleh sesuatu yang sangat resisten dan tahan banting Thole!

Satu-satunya cara yang mungkin untuk menemukan mineral ini di permukaan bumi adalah saat ia terjebak dalam wadah yang sangat kuat dan resisten, seperti INTAN. Menurut Pearson, tentu saja intan tersebut akan menahan lebih dari 24 miliar tekanan pascal, setara dengan 240.000 atmosfer. Intan tersebut berasal kira-kira 700 kilometer di bawah permukaan bumi, sementara sebagian besar intan pada umumnya terbentuk pada kedalaman 150 sampai 200 kilometer.

Intan yang ditemukan di sebuah tambang di Afrika Selatan mengandung perovskite, yang berarti berasal dari 700 km di bawah permukaan bumi. (Sumber : Petra Diamonds)

Profesor Pearson dan rekannya dari University of British Columbia menemukan peroksida kalsium silikat dalam intan yang ditambang dengan jarak kurang dari satu kilometer di bawah kerak bumi, di Tambang Cullinan yang terkenal di Afrika Selatan (paling dikenal sebagai sumber kedua Intan terbesar di British Crown Jewels). Beliau menjelaskan bahwa intan dari tambang bukan hanya yang paling berharga secara komersial di dunia, namun juga bernilai paling ilmiah, memberikan wawasan ke bagian terdalam dari inti bumi.

Komposisi spesifik dari inklusi perovskite di dalam intan mengindikasikan dengan jelas terjadinya daur ulang kerak samudra ke dalam mantel Bumi. Nah, ini bisa menjadi bukti mendasar tentang apa yang terjadi pada kerak samudra saat mereka masuk ke dalam Bumi.

🙁 Lalu bagaimana mineral itu bisa terlihat bulek?

Potongan dari kalsium silikat perovskite di dalam intan tersebut dapat terlihat oleh mata telanjang setelah intan dipoles. Sinar X dan tes spektroskopi juga telah mengkonfirmasi keberadaan mineral langka tersebut di dalam intan. Temuan ini menjadi sampel pertama yang berhasil diamati oleh para peneliti. Berikutnya, para peneliti akan mencoba mencari tahu lebih banyak tentang mineral tersebut, seperti umur dan genesanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here