AWAS CURAH HUJAN TINGGI, WASPADA BANJIR DAN LONGSOR!

0
Peta Prakiraan Curah Hujan Indonesia pada Bulan Maret 2018 (BMKG, 2018)

Di bulan Maret 2018 ini, diperkirakan akan terjadi peningkatan potensi hujan dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah Indonesia (sesuai dengan peta prakiraan curah hujan yang dikeluarkan oleh BMKG di atas). Tentu saja dengan adanya curah hujan tinggi ini dapat menjadi pemicu terjadinya banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, kita harus SELALU WASPADA!

BANJIR

Seperti yang kita ketahui bahwa curah hujan yang tinggi dalam waktu lama tentu saja menjadi pemicu utama terjadinya banjir karena kejenuhan tanah, akhirnya air hujan akan menjadi air limpasan (runoff). Terutama apabila hujan jatuh di tempat yang memiliki daya serap air yang rendah.

🙁 “Tempat yang seperti apa itu Bulek?”
😊 “Tanah yang memiliki daya serap rendah ini berupa tanah lempung Thole.”
🙁 “Seperti apa daya serap air itu Bulek?”

 

Daya serap air permukaan tergantung dari batuannya

Secara mudah daya serap (infiltrasi) digambarkan seperti di atas. Kalau tanahnya berbutir kasar dan berpori-pori bagus, maka air akan terserap dengan baik. Ketika air hujan jatuh pada tanah lanau yang lebih halus, maka kapasitas infiltrasinya berkurang banyak. Demikian juga ketika air hujan turun tepat di atas lempung, ya lebih sulit lagi terserap.

🙁 “Lah kalau tanahnya disemen gimana Bulek??”
😊 “Itu sih air hujan langsung menjadi air limpasan (run-off water).”

LONGSOR

Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Indonesia (BMKG, 2009)

Hujan sebagai pemicu longsor tentunya sudah banyak dipahami oleh khalayak umum, selain faktor lain yang juga dapat memicu terjadinya longsor, seperti: kondisi tanah, kelerengan, vegetasi, dsb. Longsor memang tidak dapat dipastikan, namun sebagai sebuah tindakan preventif perlu diwaspadai munculnya longsoran pada daerah yang diperkirakan akan mengalami hujan lebat.

Di bawah ini prakiraan BMKG untuk wilayah yang berpotensi terjadinya longsor pada bulan Maret 2018.

Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadinya Gerakan Tanah pada Bulan Maret 2018 di Indonesia (BMKG, 2018)
🙁 “Terus tipsnya apa kalau menghadapi daerah yang rawan longsor Bulek?”
😊 “Nih beberapa tips yang pernah ditulis oleh Pakdhe untuk mengahadapi longsor!”

Tips Menghadapi Longsor dan Ciri Daerah Rawan Longsor

Ciri Daerah Rawan Longsor

  1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat
  2. Lapisan tanah tebal di atas lereng
  3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik
  4. Lereng terbuka atau gundul
  5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing
  6. Banyaknya mata air/rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil
  7. Adanya aliran sungai di dasar lereng
  8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau saranan lainnya.
  9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan

Upaya mengurangi tanah longsor

  1. Menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.
  2. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
  3. Waspada terhadap mata air/rembesan air pada lereng.
  4. Waspada padsa saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama.

Yang dilakukan pada saat dan setelah longsor

  1. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor.
  2. Segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati.
  3. Segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.

Kenali tanda tandanya :  Longsoran memang banyak ragam jenisnya. Setiap longsoran juga memiliki karakteristik sendiri. Gejala yang biasanya dapat diamati seperti : adanya retakan-retakan pada tanah, terjadi penurunan tanah, dsb.

🙁 “Bulek, kalau ingin tahu informasi tentang potensi gerakan tanah ini caritahu dimana ya?”
😊 “Informasi tersebut sudah bisa diunduh melalui web : www.vsi.esdm.go.id, Thole!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here