Ambrolnya Tembok Perimeter Soetta, Salah Siapa

3
"Rekonstruksi ambrolnya tembok perimeter Soetta karena kelebihan beban"

 

Beberapa hari lalu, Senin (5/2/2018), peristiwa ambrolnya underpass di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soetta menewaskan 1 korban jiwa dan 1 lainnya terluka, setelah tertimbun lebih dari 12 jam lamanya. Kita semua turut berbelasungkawa kepada korban dan keluarga, karena musibah yang demikian semestinya tidak terjadi. Sarana publik dirancang sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan, minimal menjamin keamanan kepada para penggunanya. Terlebih lagi, peristiwa ini terjadi di lokasi yang amat strategis, kawasan Bandara Ibu kota, yang diasumsikan memiliki standard pembangunan yang ketat. Lantas, mengapa masih juga kecolongan? Apakah ada campur tangan alam atau murni kelalaian?

Berbagai pihak menyimpulkan terdapat kegagalan pada konstruksi akibat kelalaian proses pembangunan. Penanggung jawab proyek lantas mengungkapkan bahwa peristiwa ini bisa jadi disebabkan karena keterdapatan mata air pada area tersebut yang pada saat proses pembangunan luput dari perhitungan.

🙁 “Jadi peristiwa kemarin karena air tho bulek? Kasihan duhai nasib air, ndak cukup jadi kambing hitam banjir, sekarang ambrolnya konstruksi.. ”

🙂 “Walah, air kan cuma mengikuti takdirnya, thole. Saat tiba waktunya ia harus terjatuh, maka ia akan terjatuh.. saat harus mengalir, maka ia akan mengalir, meski tembok tinggi menghalangi, ia hanya menjalankan kewajibannya.

🙁 “Wah.. bulek kok jadi puitis gini.. Jadi bener karena air tho bulek?”

Air Penyebab Longsor

“Sudut kritis pada tanah dipengaruhi oleh kandungan air”

Intensitas air hujan yang jatuh berdebam ke bumi lantas menelusup ke dalam bawah permukaan tentunya akan meningkatkan muka air tanah. Terlepas asal air apakah dari mata air atau dari permukaan. Pada kapasitas tertentu air justru menjadi perekat pada permukaan tanah sebagai gaya friksi yang menambah daya dukungnya. Namun apabila tanah jenuh air, massa tanah akan kehilangan gaya friksinya. Prinsip dasar ini pulalah yang menjelaskan meningkatnya intensitas bencana longsor pada lereng-lereng kritis selama musim penghujan.  Massa tanah yang jenuh akan air akan kehilangan daya dukungnya, berpindah mencari area yang lebih rendah, di mana proses pergerakan massa ini kemudian sering kita sebut sebagai bencana tanah longsor.

Tak terelakan, peningkatan intensitas air hujan lah yang menjadi pemicu ambrolnya tembok Soetta beberapa waktu lalu. Hujan yang intens mengakibatkan meningkatkanya muka air tanah. Massa tanah yang jenuh akan menghamburkan massa tanah, seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, sehingga memberikan gaya dan juga beban yang lebih besar dari sebelumnya. Hingga pada suatu waktu, besarnya gaya melebihi ambang batas kekuatan tembok penahan. Brooll… Cilakanya, saat kejadian tersebut sebuah mobil yang dikendarai Dianty dan Muthmaina sedang melintas.

🙁 Ngeri ya bulek.. tetiba tanpa tanda tanda.. makbroll.. tapi kan itu sudah ada tembok penahan biar kuat.. kok ya masih tetap longsor.. apa yaa ada yang ngurangi-ngurangi kekuatannya gitu..

🙂 Husssh..

Rekayasa atau Rekapaksa

Pengadaan infrastruktur dan akses transportasi merupakan konsekuensi sekaligus menjadi prestasi bagi negara yang sedang mengalami surplus demografi dan kini semakin masif membangun industri. Hal ini sekaligus sebagai implementasi amanat Undang- Undang, bahwa alam dan seisi bumi pertiwi diperuntukan untuk rakyat negeri ini. Maka tak terelakan, pembangunan lantas mengubah berbagai bentang alam.

🙁 “Sesuai ya bulek sama semboyan kita sekarang, kerja.. kerja .. kerja”

🙂 “Yaa boleh saja, thole. asal kerjanya proporsional. Memberikan hak pada alam untuk berjalan sebagaimana mestinya.”

Rekayasa manusia tentu sangat diperlukan sebagai upaya penyesuaian diri dengan lingkungannya. Asal tidak lantas rekapaksa. Berikut data kejadian longsor selama tahun 2017 yang dirilis oleh bnpb menunjukkan bahwa kawasan di Pulau Jawa, kejadian tanah longsor mendominasi dengan angka yang fantastis dibandingkan dengan Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua yang memiliki relief yang jauh lebih bergelombang. Kondisi ini menunjukkan bahwa longsor merupakan akibat dari rekapaksa yang dilakukan oleh manusia.

“Peristiwa Tanah Longsor yang terjadi sepanjang tahun 2017”

🙂 Berarti longsor itu bukan bencana alam yaa bulek.. tapi bencana manusia..

🙁 Hiyaa juga yaa..

Ubahan bentang alam menjadi area infrastruktur publik, pemukiman dan pertanian mengakibatkan masa tanah yang semula terikat oleh vegetasi lantas digunduli. Sebagian massa tanah dipotong sebagai akses pengadaan jalan. Lantas area sekitar menjadi daerah pemukinan. Maka tidak heran kemudian jika kawasan urban menjadi area yang sangat rentan terhadap bencana tanah longsor. Hal ini menjadi tantangan bagi para pakar geoteknik dan sipil dalam merekayasa-bukan rekapaksa, agar pembangunan tidak melukai alam yang nantinya juga tak melukai manusia.


Tim Dongeng Geologi menyediakan konsultasi profesional Geologi Teknik terhadap proyek konstruksi dan air tanah, anda dapat menghubungi tim kami melalui [email protected]

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here