Migas memang bukan untuk penyumbang APBN !

0

Migas bukan lagi andalan pendapatan di Indonesia. Namun sebagai bagian dari sumber energi, migas masih merupakan penyumbang terbesarnya.

Migas bukan lagi primadona
Untuk mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, salah satu tantangan utama industriawan migas adalah memberikan tambahan pada porsi pendapatan pada negara. Namun tentunya hal ini menjadi tidak mudah terutama karena harga komoditas migas yang sangat rendah.

🙁 “Wah, Pakde ga boleh minta manja-manjaan lagi ke pemerintah doonk”

Ubah mindset migas bukan sebagai pendapatan !

Pada dasarnya energi juga merupakan infrastruktur pembangunan.

Dengan demikian maka memang sudah sepantasnya kalau migas juga menjadi bagian dari infrastruktur untuk modal dasar membangun bangsa. Sehingga toidak tepat lagi kalau migas dimasukkan sebagai harapan memberikan sumbangan menambah anggaran APBN. Boleh saja angkanya dimasukkan tetapi “tidak ditargetkan” sebagai angka rupiahnya, namun semestinya lebih mementingkan pada volume produksinya.

SDemikian juga apabila gas menjadi penggerak utama  perekonomian negara, maka  dampaknya akan sangat luas.  Antara lain penciptaan lapangan kerja serta peningkatan taraf hidup masyarakat.

:-(, “Jadi migas tetap harus disubsidi ? Nah loo gimana Pakde !”
😀 “Hulunya bisa saja dimudahkan, tidak dibebani pajak terlalu banyak dan tidak ditargetkan pendapatan negara dari industri hulu”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here