Peta Zonasi Dosa, Perlukah ?

37

Kini banyak yang berspekulasi dengan mengatakan bahwa bencana akan berkorelasi dengan dosa oleh kaum yang ada di daerah itu. Nah seseorang kawan cukup cerdik mengusulkan kepada saya untuk membuat Peta Zonasi Dosa di Indonesia.

Peta Zonasi Dosa di Indonesia ?

Ide membuat peta ini mirip peta zonasi kegempaan yang sudah ada menurut para ahliilmiah, kalau digabungkan dengan ilmu “gathuk-gathuk-an” barangkali akan memperkuat posisi metode peramalan gempa. Atau bahkan bisa saja menjadi sebuah peta wajib bagi dunia untuk membuat peta prediksi bencana.

Doa dan gempa

Doa mungkin tidak akan menghentikan terjadinya gempa. tetapi berdoalah supaya dimudahkan mengerti tentang kegempaan dan menerima gejala serta akibat gempa sebagai bagian ciptaanNya.

Kalau begitu, mana yang lebih perlu ? Mendoakan si batu tektonik supaya diem, atau mendoakan para ahli supaya mengerti tentang gempa ? atau mendoakan si regu penyelamat supaya cepat menemukan korban, atau malah komat-kamit memberi mantra pada batu supaya diem ngga bergerak lagi ?

Peta percepatan tanah, Ground acceleration, atau peta kerentanan tanah menahan goyangan.
Peta percepatan tanah, Ground acceleration, atau peta kerentanan tanah menahan goyangan.

Halllah … kok ya bisa-bisanya orang berpikir bahwa setiap kegiatan alam selalu dikaitkan dengan perilaku manusia diatasnya ? Penjelasannya mungkin tidak akan sederhana. Beberapa tulisan yang pernah ditulis mengenai hal ini ada disini :

Kalau ada peta zonasi dosa di Indonesia atau di dunia ini seperti apa gambarannya ya ?. Dibawah ini peta kepadatan penduduk di dunia.

g-gpw-population-map[1]

Dan ini peta lampu-lampu di dunia, barangkali menunjukkan kehidupan malam.

global[1]

Nah kalau saja digabungkan kedua peta diatas apa itu menunjukkan potensi bencana di dunia ? Tetapi sepertinya yang terlihat bahwa yang gemerlapan lampu-lampu itu justru yang jarang terkena bencana. Hanya Jepang yang sering terkena gempa juga banyak mengakibatkan banyaknya korban gempa. Tetapi Eropa dan Amerika yang gemerlap tidak banyak gempa. Amerika Barat dekat dengan California justru gelap.

Gempa Kobe itu telah menelan korban sebanyak gempa Jogja. Apakah Kobe sudah semaksiat Jogja ?. Atau jangan-jangan banyak artis jepang yang menjadi idola orang Jogja … hadduh !

Kalau peta kepadatan penduduk Indonesia seperti dibawah ini

2009-06-04_rawan_bencana_kepadatan_penduduk_BNPB-585x413[1]

🙁 “Pakdhe, mbok yang serius ta ?”

😀 “Looh … Thole darimana saja kamu ? Kok ngga pernah muncul di pos Dongeng”

🙁 “Saya kan sedang jadi relawan di Padang Pakdhe !. Tapi mungkin memang perlu santai sejenak Pakdhe. Supaya kita tidak terlalu tegang”

Jadilah manusia yang bijak, sakmadyo, secukupnya.

Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!

37 KOMENTAR

  1. Wah jadi nambah pengetahuan dg membaca blog ini.
    Terima kasih pak
    Bencana alam tak lepas dari kondisi geografis dan geologi suatu daerah, misalnya bencana alam gempa yg sangat erat kaitannya dg patahan-patahan bumi.
    Kalau di blog ini membahas peta zona dosa, adakah yg membahas peta zona kerentanan bencana di Indonesia dilihat dari segi geografis dan geologi?
    Apa yang menjadi landasan suatu daerah dikatakan rentan terhadap bencana dilihat dari segi geografis dan geologi?
    Terima kasih sebelumnya

  2. lha pakde….gimana dengan kasus2 badai besar nabi NUH, tenggelamnya Qarun ditelan bumi, dan kasus2 besar lainnya yg berhubungan dengan alam yang pernah dijelaskan oleh Al-Quran….apa itu bisa dijelaskan oleh scientist juga kejadian tersebut……itu semua berhubungan dengan gejala alam, bencana, atau azab dari Alloh SWT?? nah lho….
    mode ON = Gue bingung :-/

  3. Maksudnya ‘kan baik walaupun “sedikit mistis”. Artinya selalu mengajak ke arah KeTuhanan. Seperti halnya tentang AirBah jaman Nabi Nuh (seingat saya Pak Dhe pernah menulis soal ini, nuduh.com :))

    Satu hal lagi yang mistis, kata orang kalau kita bersekutu dengan syaiton maka ada tumbal yang harus dibayar, kabur.com 🙂

  4. Judul peta yang menarik orang untuk banyak analisis!!

    Untuk saya sederhana saja ; Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
    Untuk negeriku : Bersyukur Tuhan Pencipta Negeri ini begitu Pengasih dan Penyayang, yang lalai diberi teguran, yang sabar diberi cobaan yang beriman diberi ujian, mungkin kita perlu sering diberi pelajaran agar semakin mengerti, memahami tujuan dari kehidupan.

    dan aku bersyukur Islam mengajarkanku banyak hal untuk memahami hidup ini!

  5. menarik juga idenya pakdhe..
    kalau gempa sih ya ndak kepengaruh sama dosa manusia. tapi bencana-bencana seperti banjir karena hutan gundul dan lain-lain itu baru gara-gara dosa manusia pakdhe…

    mantab!

  6. aduh repot, dijelasin bener2 secara ilmiah, tak tahunya beneran terjadi, eh malah ada yg ngedumel, yang jelas jempol buat pakdhe. sebelum gempa aku udah baca sambil lalu pakdhe, setelah bener2 terjadi bukak lagi, ada gempa lagi bukak lagi, yang penting kan ilmiahnya itu lo, ada dasarnya buka klenikan pake ewes2 ga ada pertanggungjawabane. ya nggak pakdhe

  7. just say…

    Allah sudah memperingatkan kita sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu, seperti yang disebutkan @Didin di atas. selama perjalanan 10tahun itu, banyak hal yang ternyata membuat kita lalai di hadapanNya.

    maka Allah, melalui pergerakan lempengNya, “mencambuk” kita supaya lebih mawas diri, peduli kepada sesama, lebih mengingatNya saat duduk dan berdiri, dan sebagainya.

    kecocokan dengan ayat Allah mungkin tidak salah, namun tidak menyurutkan kesadaran bahwa kita berada di atas lempeng-lempeng tadi.

    kajian gempa dan bencana bisa darimana saja, baik dari mereka yang memahami soal pergerakan lempeng, atau awan gempa (quake-cloud), atau kualitas bangunan yang disiapkan untuk tahan gempa, atau kajian mendalam tentang ayat suci Alquran.

    nah, dengan begitu, diskusi ini akan semakin menarik. terlebih, membawa sumbangsih bagi perbaikan bangsa ini, dari segi manapun; moral, spiritual, intelektual, dan sebagainya.

    tidak malah mencibir satu sama lainnya. tidak saling merasa pintar dan benar sendiri. tapi mari, bersama-sama membangun negeri.

    jarang sekali saya membaca komen kawan2 blogger di situs manapun yang memaparkan ilmu tentang sesuatu lalu saling mendukung. padahal semuanya bisa dipadukan. hanya berbeda sudut pandang seperti yang terjadi di sini.

    semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. semoga bangsa ini menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur.

    wallahu’alam bishawab. 😉

  8. Ada benernya juga analisanya… ternyata setetes air (ilmu) dari lautan air (ilmu) yang dijatahkan buat manusia itu sungguh luas juga ya, baru kepikiran saya juga tole… hehehehe…
    Kalo kita baca literatur dalam agama-agama, banyak yang menghubungkan bencana dengan dosa manusia. dengan fakta ini saya sendiri berpendapat kayanya ada hubungan nya juga deh… hehehehe.. katanya sih dalam teori fisika quantum kaya gitu tole…

  9. Kalau kita berdoa, bukan kepada batu supaya diam atau para ahli dapat lebih mengerti atau Tim rescue lebih cepat menangani korban. Tapi kita selaku manusia yang beragama terutama bagi saya selaku muslim yang mengakui keberadaan Alloh SWT. sebagai Sang Pencipta. Saya meyakini semua yang terjadi adalah atas kehendakNYA dan sudah tertulia di Lauh MahfudNYA, kita berdoa itu mohon diselamatkan dari segala bencana, karena hal ini sangat mudah bagi Alloh SWT. (lihat buktinya korban gempa Padang masih ada yang selamat meskipun tertimpa reruntuhan bangunan, malah dibilangnya suatu “keajaiban”, padahal itu semua berkat kekuatan keyakinan doa (permohonan) kepada Sang Pencipta dan mungkin juga karena belum waktu meninggal, banyak kasus bunuh diri jikalau belum waktunya tidak mati). Saya heran melihat kondisi sekarang dilingkungan masyarakat maklum pengetahuan saya sebagai orang udik hanya sedikit. Saya perhatikan kebanyakan manusia sekarang banyak termakan oleh egonya sendiri. Seperti contohnya dalam hal kepemilikan kendaraan, orang tak mampu hanya beli mobil sederhana saja, sedangkan orang kaya yang gila hormat dan penampilan membeli mobil yang harganya mungkin bisa mencapai 1 : 5 dengan mobil orang tak mampu, kalau kita perhatikan mobil biasa dan mobil mewah sampainya ketempat tujuan tidak jauh berbeda dalam masalah waktu hanya mungkin kenyamanan yang agak lain. Banyak lagi yang lainnya misalnya dalam hal pakaian, makanan dan keperluan lainnya yang serba waaah, sedangkan saudara dan tetangganya hidup dalam kesusahan. Coba kita renungkan dengan nurani “Manusia saat ini kebanyakan berlomba menuntut ilmu hanya untuk mencapai tujuan utamanya duniawi bukan akhirat, akhirnya didunia hidup berkecukupan tapi lupa akhirat, akhirnya sama Alloh SWT di uji dengan bakteri penyakit sehingga badannya tidak berdaya, tapi karena duniawinya banyak akhirnya kesembuhan percayanya sama ilmu kesehatan dan ternyata meskipun dengan teknologi canggih, ilmu kesehatan tidak dapat menahan hilangnya nyawa. Dah dulu akh takut ngelantur…., ini sih hanya obrolan saja barangkali ada manfaatnya, mohon maaf kepada semuanyaaaa

  10. ya mungkin berdoa dan eling marang gusti ALLAH SWT.. paling ndak klo ada bencana dan itu menjadi ajal kita. kita ada sekedar sangu untuk kehidupan selanjutnya .. apa ini berhubungan dengan postingan ?? saya harap tidak.. tp moga2 benar begitu

  11. Wah emang keren nih petanya, tapi namanya gempa susah ya mau diprediksi, karena si batu mau jalan2 gak bilang-bilang sih hehe…semoga ilmu geologi semakin maju jd bs mengetahui kapan ada gempa…yah harus kita doakan…

  12. sing wis terjadi yo wis tho?
    ora usah diperdebatkan atau dicari pembenarannya.
    sing percaya yo monggo, sing ora yo monggo. demokratis aja lah…

  13. Antara Gempa dan Nomor Surah dan Ayat al Quran
    (Sekedar Pelurusan Persepsi)
    Ispiraini, Lc
    Ketua PD IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) kota Batam

    Pasca terjadinya gempa di Tasikmalaya, Sumatera Barat dan Jambi muncul beberapa tulisan yang mengulas adanya hubungan antara jam terjadinya gempa (baik yang di Tasikmalaya, Sumbar dan Jambi) dengan nomor surah dan ayat al Quran, baik di facebook, blog dan SMS, bahkan pada SMS yang penulis terima ada embel-embel “sebarkan keteman-temanmu yang sayang akan negeri ini, kiamat sudah dekat, marilah kita sama-sama untuk bertaubat. Kirim ke teman kamu, jangan putus dikamu ya..”
    Gempa yang terjadi di Tasikmalaya jam 15:04, di Padang jam 17:16, gempa susulan jam 17:58, esoknya gempa di Jambi jam 08:52, dari angka-angka ini kalau dicocokkan dengan nomor-nomor surah dan ayat dalam al Quran, maka kita akan menyaksikan seakan-akan ada benang merah ataupun isyarat ilahi bahwa gempa ini semua terjadi karena kelalaian manusia, karena sudah begitu banyakna maksiat dan dosa.

    Jam gempa dan nomor surah dan ayat
    Jika kita buka Al-Qur’an, maka kita akan menemui ayat yang berkaitan dengan angka jam-jam terjadinya gempa, diataranya:
    Gempa yang terjadi di Tasikmalaya pada jam 15.04, angka ini menuntun kita pada QS. al hijr (15) ayat 4, “dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.”
    Gempa di Sumbar pada jam 17.16, dia akan menuntun kita pada QS. Al Israa’ (17) ayat 16. Dalam ayat ini dijelaskan, “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
    Kemudian, gempa susulan 17.58, bisa dikaitkan dengan QS. Al Israa’ (17) ayat 58 yang artinya “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
    Selanjutnya, gempa susulan di Jambi pada pukul 08.52 yang bisa dirujuk dengan QS. Al Anfaal (08) ayat 52 yang maknanya; “(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

    Meluruskan persepsi
    Menanggapi masalah ini, penulis melihat ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi:
    Pertama, boleh-boleh saja kita meyakini bahwa gempa terjadi karena kemaksiatan dan dosa manusia, tapi tidak boleh diyakini seratus persen bahwa musibah karena dosa dan maksiat, karena banyak riwayat yang menjelaskan tentang musibah dan tidak melulu gara-gara dosa, bisa saja sebagai ujian, peringatan, pengampunan dosa dan lainnya. Kalau memang musibah terjadi semata-mata karena dosa dan maksiat, maka daerah yang jauh lebih dahsyat maksiatnya yang lebih dulu Allah turunkan adzab-Nya.
    Tetapi kita sepakat bahwa disebalik musibah ini setiap kita haruslah segera mengevaluasi amalan kita kepada Allah.
    Kedua, bisa saja kita memahami bahwa disini ada semacam isyarat teguran dan peringatan Allah atas kelalaian dan dosa manusia, tetapi kita tidak boleh terlena, seakan-akan ayat yang menegur dan mengingatkan kita cuma 3 ayat tersebut, padahal semua ayat al Quran yang ribuan itu semuanya adalah peringatan bagi kita, baik sedang ada musibah ataupun tidak.
    Allah berfirman, “ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al A’raf : 2).
    Ketiga, menghubung-hubungkan penomoran surah dan ayat al Quran dengan terjadinya gempa merupakan sikap yang berlebih-lebihan dan bahkan terkesan dipaksa-paksakan, karena faktanya semua waktu gempa yang terjadi beratus-ratus kali didunia ini tidak bisa dicocok-cocokkan dengan nomor ayat dan surah al Quran, bahkan gempa yang terjadi di Sumbar hanya dua kali gempa saja yang bisa dicocok-cocokkan dengan nomor ayat dan surah al Quran, padahal gempa datang susul menyusul berkali-kali.
    Keempat, menghubungkan gempa di Sumbar dan Jambi dengan tiga atau empat ayat tersebut bukannya membuat kita bertambah simpati dan kasihan dengan korban gempa, justru menyeret kita dalam penghujatan dan penghinaan pada saudara kita disana tanpa kita sadari.
    Coba kita lihat gempa yang terjadi di Jambi, yang dihubungkan dengan surah al Anfal ayat 5, kandungan surah tersebut berkenaan dengan Fir’aun, apakah kita ingin menyamakan para korban gempa di Jambi dengan kejahatan dan dosa Fir’aun, astaghfirullah. Dan rata-rata ayat tersebut bercerita tentang ummat-ummat sebelumnya yang melakukan pembangkangan terhadap para rasul dan nabi, lalu apakah kita mau menyamakan mereka dengan ummat yang durhaka itu? Dan sungguh menyakitkan hati mereka yang terkena bencana ini, ketika mengetahui bahwa mereka disama-samakan dengan Fir’aun dan ummat-ummat pembangkang nabi dan rasul.

    Ikhtitam
    Al Quran yang Allah turunkan kepada Rasulullah adalah petunjuk dan memberikan kita tunjuk ajar, bukan dari satu dua ayat, tetapi semua ayat-ayat al Quran adalah petunjuk hidup kita semuanya, disamping ayat-ayat al Quran, Allah juga menurunkan ayat-ayat kauniyah yang ada dialam raya ini, alam terbentang mari kita jadikan guru, ada berjuta hikmah dibalik setiap kejadian, agar kita semakin mendekat dan menyadari kemahakuasaan Allah SWT.
    Wallahu a’lam.

  14. saya juga kurang setuju dengan maraknya berita yg menghubung2kan ayat2 Tuhan dengan bencana, karena menimbulkan kesan betapa pemarahnya Tuhan sementara di lokasi bencana tidak semuanya brbuat maksiat.. bagaimana dgn org2 yg lagi ngaji, org2 yg sedang bribadah apa qt tetap menganggap mreka setingkat dgn kaumnya Nabi Nuh ato kaum sodom?

    terimakasih pkdhe sudah memberikan pencerahan, semoga banyak ahli dosa yg mbaca artikel ini.

  15. betapa keringnya hati jika bencana hanya dipahami sebagai peristiwa sains belaka.

    ada penelitian ilmuwan yang mengatakan laut merah pernah terbelah oleh sebuah peristiwa alam demi keseimbangan2 yg ‘harus’ dilakukan oleh alam tsb. itu terjadi x ribuan tahun lalu.

    barangkali ilmuwan tsb tidak menyadari kalau x ribuan tahun lalu itu bertepatan dengan peristiwa Musa membelah lautan (dengan mukzizatnya). Yang jelas, Nabi Musa berikut kaumnya tidak memahami kalau itu peristiwa sains seperti yang diteorikan ilmuwan di masa mendatang.

    Semoga kepandaian kita dalam memahami ilmu tidak malah membuat semakin jauh dengan NYA. Otak berikut isinya adalah milik-NYA. jangan sampai terpeleset menjadi sebuah kesombongan.

    Setiap peristiwa alam (sains) didalamnya pasti terkandung hikmah sebgaimana peristiwa Musa dan kaumnya. Lokasi bencana memang tidak diidentikan dengan keburukan manusia setempat. Namun, tidak ada salahnya mengurai atau menggotak-gathukan dengan sesuatu, agar menjadi peringatan bagi yang lain akan kebesaran-NYA, sehingga takut untuk berbuat maksiat, agar sewaktu-waktu saat dicabut kita tidak sedang berjudi, berzina, mabuk-mabukan, dan menyuap polisi jalanan.

  16. wah temanya hampir sama dg tulisan iseng sy di FB. Begini isinya:

    Beberapa hari terakhir, bertebaran sms yg berbunyi: “Gempa Padang yg ke 1 pukul 17;16, yg ke 2 pukul 17:58, dan yg ke 3 pukul 8:52. Cocokkan dg surat dan ayat dalam al Qur’an”. Entah kebetulan atau memang demikian kebenarannya, namun ayat2 tsb memang berbicara ttg bencana alam. Subhanallah.

    Kemarin, ada film VOLCANO yg mencerikan ttg meletusnya gunung berapi bawah tanah d Chicago. Lahar yg terus keluar dari dalam tahan pd awalnya tidak bisa dibendung shg menghancurkan sebagian besar kota. Namun, berkat optimisme dan perjuangan pr soldier, fireman, dibantu dg seorang geologist, akhirnya lahar panas itu berhasil dialirkan ke laut sehingga bisa mendingin dg alaminya (jd ingat Lapindo, hehe). Nah, di beberapa adegan terakhir, para pemain menghubung2kan bencana itu dg surat Matius dan surat2 lain d Injil.

    Yg lalu menggelayut nakal d pikiran sy, siapakah org yg begitu kreatif menyebarkan sms tadi? Apakh seorang yg fakih f dinil Islam dan al qurannya, atau seorang yg terinspirasi film VOLCANO atau pihak2 lain yg ingin mencipta atmosfir pluralism of religion? Wallahu a’lam bish showab… shodaqollahul adzim.

  17. Proses naiknya Gunungkidul sehingga sungai Bengawan Solo berganti haluan ke Surabaya juga diiringi gempa-gempa dan bencana alam lainnya, mungkin puluhan ribu kali bahkan jutaan kali gempa, dan gempa itu mulai sejak peradaban manusia belum ada (menurut pengetahuan spesies manusia versi terakhir), lantas pertanyaannya dosa siapa yang mengakibatkan gempa saat itu? Walahualam, hanya Tuhan yang tahu.

  18. maaf-maaf ya mas.. ( habis umur nggak beda jauh sih )
    ada benarnya juga peta zona dosa. cuma kalau disebutin sangat menyakitkan. yang jelas mari kita lihat aturan agama ( islam ) kemudian bandingkan dengan kehidupan riil didaerah gempa itu. Aceh, Padang Jabar, DIY dll. Jadi daripada buat peta zona dosa ( walaupun saya sebut ada benarnya ) , mendingan mari kita perbaiki diri sendiri dengan banyak berdoa dan beribadah lainnya. sehingga kalau ada musibah kita sudah lillahi ta”ala. Kan jelas dalilnya. Laa khaula wala kuwwata illa billah ( maaf kalau salah )
    sepertinya begitu penggemar dongeng geologi semuanya…

  19. Aku kira wajar pada saat orang-orang mengaitkan antara bencana dengan dosa, karena hampir semua kitab suci agama mengaitkan antara azab dengan dosa yang dilakukan manusia.
    Hanya saja kalau dalam kontek Islam ada istilah “Sunnatullah”. Dimana kejadian apapun dimuka bumi ini akan terkait dengan sebab dan akibat yang dapat diakses dengan nalar, akal dan pengetahuan manusia.
    Walaupun secara teori pelepasan energi akan menyebabkan gempa, kita pun tidak pernah tahu bahwa mungkin saja terjadi pelepasan energi yang besar yang tidak menimbulakan gempa, karena adanya do’a. Wallahu’alam

  20. pakde! jujur aja saya baru kepikiran ide beginian…
    setiap bencana ko disangkut pautin ma maksiat…
    kesannya Allah itu Tuhan yang pemarah banget
    padahal Allah itu Tuhan maha Pemurah,
    Kalo hewan2 di kasi sistem navigasi, ato bulu tebal, ato kemampuan mimikri.
    Tapi manusia yang disebut2 sebagai makhluk yang paling sempurna ga dilengkapi hal2 seperti itu karena manusia udah dilengkapi dengan super device berupa otak, yang sayangnya belum dioptimalkan penggunaannya.

  21. Dosa = Kesalahan

    KESALAHAN sebagian mayarakat Padang dan sekitarnya adalah kurang mengerti tentang kontruksi bangunan mungkin.., kurang sadar kalau mereka hidup di wilayah potensi gempa mungkin…, dan DOSA pemerintah kurang mensosialisasikan hal tersebut..pasti!

    Tapi Insya Allah..seluruh masyarakat Padang jauh dari dosa terhadap Allah, justru mereka hamba2 yang sangat di sukai oleh Allah.. Karena ciri masyarakat yang beriman akan selalu dan senantiasa dicoba oleh Allah..

    Bangkit dan semangatlah wahai saudaraku Minang…

    Keep posting & updating pakdhe!!

  22. salam kenal pakdhe…..

    saya newbie juga di bidang geologi sama GIS pakdhe. ini peta zonasi dosa kalo dibikin layernya di Arc-GIS caranya gimana yah….wakakaka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here