X

Bencana LuSi di Jaman Majapahit (1297 Caka)

Ternyata bencana semacam Lusi Pernah Terjadi pada Jaman Majapahit !!! Benar pada jaman Majapahit, dikenali dari Pararaton pada tahun 1296 Caka. Seorang geolog sahabat saya yang juga belepotan minyak sakjane (maksudte bekerja di permigasan), Pak Awang Harun Satyana bercerita dibawah ini untuk penikmat dongengan.

    • 🙁 :Pakdhe, Ternyata banyak ahli-ahli masalalu, ya ? Ada ahli geologi kayak Pakdhe yang mengkaji proses-proses dibumi ratusan ribu hingga jutaan tahun yang lalu. Ada ahli arkeologi dan anthropologi yang mengkaji kisah manusia dan peninggalannya ribuan tahun yang lalu. Juga ada ahli bio-evolusi dan paleontologi yang mengkaji mahkluk hidup jaman dahulu sejak bumi terbentuk. Bahkan ada Paleoanthropologi yang ahlinya Pak Jacob dari Jogja”
    • 😀 :”Lah kowe wis pinter mendongeng juga gitu, to le ?”
    • 🙁 :”Tapi mbok dongeng evolusinya diterusin dhe ?”

Pararaton 1296 Caka : Bencana “Pagunung Anyar” dan Sandyakala ning Majapahit

Awang Harun Satyana

Judul di atas maksudnya adalah menurut Kitab Pararaton yang diterjemahkan Brandes (1896), bahwa pada tahun 1296 Caka atau 1374 Masehi telah terjadi sebuah bencana bernama “Pagunung Anyar” yang memundurkan Majapahit, kerajaan Nusantara terbesar. Apakah bencana Pagunung Anyar ? Saya menafsirkannya, itu adalah erupsi gununglumpur ala semburan LUSI (!)

Di bawah ini adalah catatan2 saya setelah mempelajari buku2 sejarah, geologi, dan folklore yang berselang lebih dari 100 tahun penerbitannya. Dimulai dari Daldjoeni (1984, 1992) “Geografi Kesejarahan”, lalu bersambung ke depan dan ke belakang menuju Purwadi (2001) “Babad Tanah Jawi : Menelusuri Jejak Konflik”, Slamet Muljana (1968, 2005) “Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara”, Slamet Muljana (1965, 2005) “Menuju Puncak Kemegahan (Sejarah Kerajaan Majapahit)”, Denys Lombard (1990) “Le Carrefour Javanais”, James Nash (1932), “Enige voorlopige opmerkingen omtrent de hydrogeologie der Brantas vlakte – Handelingen van 6de Ned. Indische Natuur Wetenschappelijke Congres”, H.J. de Graaf (1949) “de Geschiedenis van Indonesie”, J. Brandes (1896) “Pararaton (Ken Arok) of het Boek der Koningen van Tumapel en van Majapahit”, buku2 geologi karya Duyfjes (1936-1938) untuk pemetaan wilayah Kendeng bagian timur (“Zur geologie und stratigraphie des Kendenggebietes zwischen Trinil und Soerabaja” dan “Toelichting bij blad 115,109, 110, 116), juga karya masterpiece van Bemmelen (1949, 1972) “The Geology of Indonesia”, dan buku folklore karya James Danandjaja (1984) “ Folklor Indonesia : Ilmu gossip, dongeng, dan lain2

Maksud hati ingin menelusuri tulisan2 sejarah tentang kronik kejadian Bledug Kuwu di selatan Purwodadi agar bisa mencari analogi untuk kronik semburan LUSI, ternyata penelusuran buku2 di atas malahan membawa saya ke pemikiran bahwa : selain oleh alasan politik, Majapahit MUNGKIN telah mundur oleh deformasi Delta Brantas akibat rentetan erupsi gununglumpur Jombang-Mojokerto-Bangsal pada kawasan sepanjang 25 km. Mari kita lihat sisik-meliknya.

Kita mulai dari panorama sebuah gunung yang dikeramatkan oleh penduduk dan tokoh2 kerajaan sejak Mpu Sindok, Erlangga, dan para pengikutnya : Gunung Penanggungan. Gunung Penanggungan, sebuah gunung setinggi 1659 meter di utara Gunung Arjuno-Welirang, adalah gunung paling dekat ke lokasi semburan LUSI. Gunung ini terletak di sebelah selatan Sungai Porong dan masih ke sebelah selatan dari Gawir Watukosek, sebuah gawir sesar hasil deformasi Sesar Watukosek yang juga membelokkan Sungai Porong , melalui titik2 semburan lumpur panas termasuk LUSI, juga melalui gunung2 lumpur di sekitar Surabaya dan Bangkalan Madura.

Dalam sejarah kerajaan2 Hindu di Jawa Timur, Gunung Penanggungan adalah sebuah gunung yang penting (Daldjoeni, 1984; Lombard, 1990). Kerajaan2 yang pernah ada di Jawa Timur, selain berurat nadi Sungai Brantas, kerajaan2 itu mengelilingi Gunung Penanggungan, misalnya Kahuripan, Jenggala, Daha, Majapahit, dan Tumapel (Singhasari). Daerah genangan LUSI sekarang dulunya adalah wilayah Medang atau Kahuripan dari zaman Sindok dan Erlangga, juga termasuk ke dalam wilayah Majapahit. Setiap kali ada kekacauan di wilayah kerajaan2 itu, maka Gunung Penanggungan dijadikan ajang strategi perang. Erlangga pun pada saat pengungsian dari serangan Worawari tahun 1016 yang menewaskan Dharmawangsa mertuanya (Maha Pralaya), bersembunyi di Penanggungan sambil memandang ke utara menuju lembah Porong dan Brantas memikirkan bagaimana membangun kerajaannya yang baru. Penanggungan pun dijadikan tempat2 untuk memuliakan tokoh-tokoh kerajaan. Di lereng timur gunung ini di Belahan terdapat makam Erlangga, makam Sindok di Betra, dan makam ayah Erlangga di Jalatunda. Di Penanggungan pun terdapat ratusan candi, yang saat ini tidak terawat. Makam2 keramat ini ditemukan penduduk Penanggungan pada awal abad ke-20 setelah beratus2 tahun terkubur, saat mereka membakar gelagah yang menutupinya untuk keperluan pembuatan pupuk.

Dari Gunung Penanggungan ke lembah dan delta Brantas pemandangannya permai dan subur lahannya, sehingga banyak kerajaan didirikan di dataran Brantas. Menurut Nash (1932) – “hydrogeologie der Brantas vlakte”, Delta Brantas terbentuk berabad-abad lamanya; dan peranannya penting di dalam percaturan politik kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Jawa Timur. Kemajuan dan kemunduran kerajaan2 ini kelihatannya banyak dipengaruhi oleh segala yang terjadi di Delta Brantas.

Menurut penelitian Nash pada tahun 1930, tanah Delta Brantas itu tidak stabil karena di bawahnya masih terus saja bergerak tujuh jajaran antiklin sebagai sambungan ujung Pegunungan Kendeng yang mengarah ke Selat Madura. Misalnya, pernah terjadi kenaikan tanah di sekitar sambungan (muara) Kali Brantas dengan Kali Mas; palung sungai bergeser ke kiri sehingga airnya mengalir ke barat. Setelah mengisi ledokan yang dinamai Kedunglidah (di sebelah barat Surabaya sekarang), kemudian mengalir menuju laut dan bermuara di dekat Gresik. Menurut catatan sejarah, Kedunglidah itu masih ada pada tahun 1838.

Denys Lombard, ahli sejarah berkebangsaan Prancis yang menulis tiga volume tebal buku sejarah Jawa tahun 1990 “Le Carrefour Javanais – Essai d’Histoire Globale” (sudah diterjemahkan oleh Gramedia sejak 1996 dan cetakan ketiganya diterbitkan Maret 2005) menulis tentang “Prasasti Kelagyan” zaman Erlangga bercandra sengkala 959 Caka (1037 M). Kelagyan adalah nama desa Kelagen sekarang di utara Kali Porong. Prasasti Kelagyan mmenceritakan bahwa pada suatu hari sungai Brantas yang semula mengalir ke utara tiba-tiba mengalir ke timur memutuskan hubungan negeri Jenggala dengan laut, merusak tanaman dan menggenangi rumah2 penduduk. Erlangga bertindak dengan membangun bendungan besar di Waringin Pitu dan memaksa sungai kembali mengalir ke utara. Mungkin, inilah yang disebut sebagai bencana “Banyu Pindah” dalam buku Pararaton. Bencana seperti ini kelihatannya terjadi berulang2, bencana yang sama dicatat di dalam buku Pararaton terjadi lagi tahun 1256 Caka (1334 M) pada zaman Majapahit.

Sejak zaman Kerajaan Medang abad ke-9 dan 10, Delta Brantas yang dibentuk dua sungai (Kali Mas dan Kali Porong) diolah dengan baik, muara Brantas dijadikan pelabuhan untuk perdagangan (Pelabuhan Hujung Galuh). Ibukota kerajaan didirikan dan dinamakan Kahuripan yang letaknya di dekat desa Tulangan, utara Kali Porong, di sebelah barat Tanggulangin, di dalam wilayah Kabupaten Sidoarjo sekarang (sekitar 10 km ke sebelah utara baratlaut dari lokasi semburan LUSI sekarang). Setelah kerajaan Erlangga pecah menjadi dua pada abad ke-11, yaitu Panjalu (Kediri) dan Jenggala (Kahuripan), dan Kahuripan mundur lalu dianeksasi Kediri, pelabuhan dari Brantas ditarik ke pedalaman di Canggu, dekat Mojokerto sekarang. Kemudian, Kediri digantikan Singhasari, lalu akhirnya Kerajaan Majapahit pada tahun 1293 M, pusat kerajaan kembali mendekati laut di Delta Brantas, sehingga Majapahit menjadi kerajaan yang menguasai maritim.

Daldjoeni (1984) menulis bahwa mulai mundurnya Majapahit pada akhir tahun 1300-an mungkin bukan hanya karena sepeninggal patih Gajah Mada (1364 M) atau Raja Hayam Wuruk (1389 M), tetapi juga dapat dihubungkan dengan mundurnya fungsi delta Brantas yang didahului oleh rentetan bencana geomorfologis yang dalam buku-buku sejarah tidak pernah ditulis. Namun, sebagai gejala alami, Kitab Pararaton mencatat hal-hal yang menarik untuk kita perhatikan. Kitab Pararaton menurut Prof. Slamet Muljana ditulis pada tahun 1613 M. Kitab Pararaton menceritakan kronik Singhasari sejak Ken Arok sampai habisnya Kerajaan Majapahit. Pararaton adalah sumber sejarah penting Majapahit di samping Negara Krtagama karangan Mpu Prapanca (Mpu Prapanca hidup sezaman dengan Gajah Mada).

Dalam hubungan dengan kemunduran Majapahit, kitab Pararaton mencatat (Brandes, 1896: “Pararaton” terbit lagi tahun 1920 setelah diedit oleh N.J. Krom) :

  • Bencana yang dalam kitab Pararaton disebut “BANYU PINDAH” (terjadi tahun 1256 Caka atau 1334 M).
  • Bencana yang dalam kitab Pararaton disebut “PAGUNUNG ANYAR” (terjadi tahun 1296 Caka atau 1374 M)

Secara harafiah, Banyu Pindah=Air Pindah, Pagunung Anyar = Gunung Baru.

Penelitian selanjutnya (Nash, 1932) telah menemukan bukti-bukti bahwa telah terjadi berbagai deformasi tanah yang pangkalnya adalah bukit-bukit Tunggorono di sebelah selatan kota Jombang sekarang, kemudian menjalar ke timurlaut ke Jombatan dan Segunung. Akhirnya gerakan deformasi tersebut mengenai lokasi pelabuhan Canggu di sekitar Mojokerto sekarang, lalu makin ke timur menuju Bangsal (sekitar 25 km di sebelah barat lokasi semburan LUSI sekarang). Di dekat Bangsal ada sebuah desa yang namanya GUNUNG ANYAR. Begitu juga di tempat pangkal bencana terjadi di selatan Jombang ada nama desa serupa yaitu DENANYAR yang semula bernama REDIANYAR yang berarti gunung baru.

Perhatikan bahwa nama GUNUNG ANYAR juga dipakai sebagai nama sebuah kawasan di dekat Surabaya yang sekarang menjadi terkenal dalam hubungan dengan kasus semburan LUSI sebab ternyata GUNUNG ANYAR adalah sebuah mud volcano yang membentuk kelurusan dengan LUSI.

Nah, apakah bencana alam yang memundurkan era keemasan Majapahit yang dalam kitab Pararaton disebut bencana “Pagunung Anyar” adalah bencana-bencana terjadinya erupsi jalur gununglumpur dari selatan Jombang-Mojokerto-Bangsal ? Jalur itu membentuk jarak sepanjang sekitar 25 km. Kalau erupsi semua gununglumpur itu sedahsyat seperti semburan LUSI sekarang, bisa dibayangkan bagaimana terganggunya kehidupan di Majapahit pada akhir tahun1300-an dan pada awal 1400-an. Serangan fatal mungkin terjadi karena rusaknya pelabuhan Canggu di dekat Mojokerto, sehingga Majapahit yang merupakan kerajaan maritim menjadi terisolir dan perekonomiannya mundur. Zaman itu, Canggu di Mojokerto masih bisa dilayari dari laut sekitar Surabaya sekarang.

Secara geologi, Jalur Jombang-Mojokerto-Bangsal adalah masih di dalam Jalur Kendeng, sejalur dengan lokasi semburan LUSI, masih di dalam wilayah bersedimentasi labil dan tertekan (elisional), yang menurut Nash (1932) di bawahnya dari selatan ke utara ada jajaran antiklin Jombang, antiklin Nunung-Ngoro, dan antiklin Ngelom-Watudakon yang terus bergerak yang menyebabkan Delta Brantas tidak stabil. Aktivitas deformasi di bagian timur Kendeng ini secara detail digambarkan oleh Duyfjes (1936) yang memetakan lembar peta 109 (Lamongan), 110 (Mojokerto), 115 (Surabaya), dan 116 (Sidoarjo) pada skala 1 : 100.000. Beberapa gambar2-nya dimuat di buku van Bemmelen (1949) yang juga mengatakan bahwa secara struktural deformasi di wilayah Kendeng bagian timur ini terjadi melalui gravitational tectogenesis sebab geosinklin Kendeng timur-Madura Strait masih sedang menurun. Kondisi elisional semacam ini tentu memudahkan piercement structures seperti mud volcano eruption. Dari geosinklin menjadi antiklinorium jelas melibatkan sebuah sistem elisional.

Sepeninggal Hayam Wuruk, raja-raja Majapahit kurang cakap memimpin negara, banyak perang saudara, seperti Paregreg, yang melemahkan negara sampai akhirnya Majapahit musnah pada tahun 1527 M saat diserang kerajaan Islam pertama di Jawa : Demak. Suksesi tidak berjalan dengan baik, one-man show mendominasi pemerintahan selama Gajah Mada dan Hayam Wuruk, tak ada regenerasi ke penerusnya. Sepeninggal pasangan Gajah Mada-Hayam Wuruk, negara melemah. Tetapi, catatan2 tak tertulis di buku sejarah, kecuali Pararaton beserta kondisi geologis-geomorfologis Delta Brantas menunjukkan, bahwa bencana alam erupsi gununglumpur ala semburan LUSI juga patut diperhitungkan sebagai penyebab kemunduran Majapahit.

Cerita rakyat atau dongeng Jawa Timur “Timun Mas (seperti pernah di-posting Pak Dwi-PetroChina dan kita diskusikan tahun lalu dalam hubungannya dengan semburan LUSI) berasal dari sekitar zaman Kahuripan di Delta Brantas sekitar abad ke-11 (James Danandjaja, 1984 : “Folklor Indonesia”). Kemunculan raksasa yang selalu disertai gempa, garam yang dilempar Timun Mas yang menjadi lautan, dan terasi yang dilempar Timun Mas yang menjadi lumpur panas yang akhirnya menenggelamkan sang raksasa, secara samar menggambarkan kondisi bagaimana kalau sebuah mud volcano ala LUSI meletus. Kita melihatnya sekarang, lumpur panas dan genangan seperti laut dengan air asin menengelamkan desa2 Sidoarjo yang dulunya adalah wilayah Kahuripan. Apakah dongeng Timun Mas sebenarnya menggambarkan bahwa dulu pun kasus seperti LUSI pernah terjadi ? Walahualam, tetapi penelusuran buku2 sejarah, geologi, dan folklore Timun Mas rasanya memungkinkan hal itu.

Apakah bencana LUSI sekarang akan memundurkan Jawa Timur atau bahkan Indonesia ? Sekitar 500-600 tahun yang lalu mungkin hal yang sama telah terjadi terhadap Majapahit ! Lima ratus tahun kemudian, mestinya kini kita tak semudah itu patah diterjang bencana bukan ?

Awang H S
Geologist Indonesia

Catetan epiloque

  • 🙁 ” Wadduh Dhe ,,, kalau begitu semestinya kita harus melihat ulang sejarah Indonesia. Memasukkan faktor ilmu kebumian kedalam pembelajaran sejarah sangat penting untuk rakyat Indonesia dimasa mendatang. Seperti yang PakDhe tulis dahulu tentang Candi Kedulan, Ya Dhe ?
  • 🙂 “Ya, pelajaran itu mestinya untuk generasimu dan generasi nantinya le, jas merah jangan digantung saja … Jangan Lupakan Sejarah ! “

Tulisan diatas hanya menunjukkan bahwa di daerah ini dahulu pernah terjadi secara alamiah, juga memebrikan pelajaran bahwa MV adalah proses alam yang pernah terjadi sejak dahulu di daerah ini. Artinya daerah Jawa Timur terutama sekitar Porong sangat BERPOTENSI untuk terjadi atau munculnya Mud Volkano.

Sama saja dengan daerah Jakarta yang memang dibentuk oleh endapan banjir. Secara alamiah memang Jakarta tempatnya banjir. Tetapi bukan untuk menyatakan karena sering banjir ya udah kita nerima saja, bukan.

Demikian juga dengan MV di Porong. Kalau anda berbuat sesuatu akhirnya dapat juga “memicu dan memacu” terbentuknya MV. Coba simak Detak-detak kelahiran LUSI.

    Liked it? Take a second to support Dongeng Geologi on Patreon!
    pakde:

    View Comments (121)

    • yang komen terlalu panjang.
      Orang itu ngk punya otak. Bisanx adu domba antar suku. Jlas orang bejat pollll

    • Coba check dengan citra satelit, puncak G. Anjasmoro di sebelah barat G. Arjuno/G. Welirang yg masih aktif hingga saat ini, tampak sebuah bekas kepundan/gugusan kubah lava yg telah amblas dg diameter yg sangat luas hingga meliputi wilayah Batu, Pujon, Kandangan, Jombang, Wonosalam, Gondang, Pacet dan Bumiaji Cangar. Tampak juga dgn jelas bekas erupsi aliran lahar disisi utara gunung menuju arah utara (Trowulan dan sekitarnya) sehingga ada beberapa penemuan yg berada di kedalaman tanah (candi tikus dll).

    • Salam kenal wahh makasi tulisan nya om...kalo bisa jadikan buku....biar anak cucu kita JASMERAH....

    • KITAB NEGARA KERTAGAMA ADALAH PITNAH BESAR YANG DILAKUKAN OLEH EMPU PRAPANCA, GAJAHMADA, SUKU JAWA TERHADAP SUNDA, MADURA, LUMAJANG, NUANTARA, ASIA TENGGARA
      jangan lagi dikatakan jaya negara itu adalah kalagemet. kala gemet tidak pernah ada dalam prasasti majapahit. ituhanyalah karan- karangan kitab pararaton dan kitab negara kerta gama.
      PERBEDAAN SERIWIJAYA DENGAN MAJA PAHIT
      Kedua kerajaan ini di kabarkan konon katanya adalah kerajaan besar yang menguasai nusantara.
      Cuman pertannyaan muncul apa benar ? kalau benar apa buktinya?
      Tentu untuk membuktikannya adalah dengan bukti sejarah/ pakta sejarah otentik dan catatan2 asing yang sezaman dengan seriwijaya atau maja pahit yang netral yang tidak ada kepentingan. Kalau catatan belanda semuanya bohong tidak ada yang benar catatan belanda itu karena belanda jelas ada kepentingan untuk memecah belah dan menguasai nusantara. Dan belanda tidak tau zaman majapahit apalagi zaman seriwijaya, mana mungkin orang belanda bisa bercerita tentang majapahit apalagi seriwijaya.
      Sebagai bukti kalau belanda tukang pembohong. Orang belanda menulis sejarah islam pertama disebarkan dinusantara oleh orang gujarat Pada abad 13. Kenyataannya islam disebarkan pertama dinusantara langsung dari pusatnya yakitu mekkah dan madinah pada masa nabi Muhammad SAW. Bahkan Muawiyah pernah datang ke nusantara. Kerajaan islam pertama adalah samudra pasai padahal jauh sebelum samudra pasai sudah ada kerajaan islam perlak yang diserang oleh seriwijaya yang dalam peperangan itu sultan perlak gugur sebagai syuhada. Patahillah adalah syarip hidayatullah adalah sunan gunung jati padahal mereka adalah lain patahillah bukanlah syarif hidayatullah atau sunan gunung jati. Raja nusantara pertama yang beragama islam adalah marah siluh padahal raja islam pertama nusantara adalah seri indrawarman raja seriwijaya. Seriwijaya adalah seratus persen kerajaan budah. Padahal sesungguhnya kerajaan seriwijaya itu adalah kerajan budah, islam, hindu. Yang ketiganya salaing berebut pengaruh dan kekuasaan. Semua sejarah yang ditulis orang belanda tidak ada yang benar
      Kembali ke tantang seriwijaya dan majapahit yang katanya sama sama besar tetapi jika kita perhatikan dan teliti dan kaji lagi dengan koreksi kritis ada perbedaan yang mencolok antara seriwijaya dan maja pahit.
      Perbedaan itu antara lain
      1. Kalau majapahit lebih dulu menceritakan sumpah palapa gajah mada yang menguasai nusantara. Sumpah palapa itu sebenarnya baru rencana gajahmada untuk menyatukan nusantara. Berdasarkan rencana gajahmada itu langsung dimasukkan semua kewilayah majapahit dan peta wilayah majapahit sama persis dengan indonesia sekarang bahkan malaysia dimasukkan kewilayah majapahit. Padahal belum tentu berhasil cita cita gajah mada itu jangan2 gagal total
      2. Sedangkan seriwijaya lebih dulu berdasarkn prasasti dan catatan asing kalau wilayah itu telah dikuasai oleh seriwijaya. Dan peta wilayah seriwijaya hanya sebagian sumatra, jawa barat, sebagian kecil kalimantan barat dan malaysia.
      3. Kalau seriwijaya banyak sekali yang menklaim bahkan semua mengklaim.
      4. Kalau maja pahit satupun tidak ada yang mengklaim. Selain dari jawa timur bahkan madura saja enggan mengklaim majapahit. Padahal berdasarkan sejarah majapahit itu bisa tegak karena madura. Sunda juga malas mengklaim majapahit padahal ayah raden wijaya adalah orng sunda.
      Berdasarkan 4 poin ini mari sama-sama kita teliti lagi dengan koreksi kritis tentang kebesaran seriwijaya dan majapahit atau jangan- jangan bohong semua keduanya.

      1. Rencana gajah mada yang terkenal dengan sumpah palapanya yang tidak akan bersenang senang jikalau nusantara belum menjadi wilayah majapahit. Kemudian sertamerta peta wilayah majapahit adalah indonesia sekarang dan malaysia. Sekarang koreksi kritisnya. Tidak ada prasasti majapahit diwilayah itu atau tanda tangan gajah mada diwilayah wilyah yang disebutkan oleh gajah mada dalam sumpah palapanya itu kalau wilayah itu telah di serang atau ditaklukkan oleh gajah mada / majapahit kecuali hanya di bali bagian selatan saja. Itupun adityawarman yang menyerang dan menghabisi orang orang bali itu. Yang pada awalnya aditya warman menyerang bali bagian utara dan gajah mada menyerang bali bagian selatan. Aditya warman lebih dulu kembali kemaja pahit dengan membawa kepala raja bali sedangkan gajahmada gak tuntas tuntas menghadapi perlawanan bali. Bahkan kocar kacir gajah mada. Kemudian aditya warman kembali menyerang bali dan menghabisi raja bali gajahmada bukanlah panglima perang lapangan gajahmada ini lebih cendrung jendral konseptor/ ahli strategi. Sedangkan panglima perang maja pahit adalah aditya warman aditya warmanlah jendral lapangan ahli perang dilapangan. Entah apa jadinya majapahit kalau tidak ada adityawarman. Kemudian adalagi jasa panglima majapahit yaitu laksamana nala. Sebenarnya armada laut majapahit laksamana nala ini yang berperan bukan gajah mada.
      Sepertinya gajahmada ini orang penakut buktinya untuk menaklukkan pajajaran di negri sunda gajah mada membawa pasukkan 15.000 untuk menghadapi rombongan calon penganten yang hanya berjumlah 300 orang sungguh sangat memalukan dan menjijikkan.
      Dan buktinyata pajajaran tidak pernah takluk kepada majapahit. Pajajaran masih eksis .
      Kapan gajahmada menyerang palembang tidak ada prasastinya dipalembang tidak pernah majapahit menyerang palembang. Palembang masuk kewilayah majapahit atas jasa aditya warman/ arya dillah bukan dengan pertumpahan darah tetapi dengan diplomasi hubugan kekeluargaan. Begitu juga dengan dharmasraya atau sumatra barat tidak pernah gajah mada ke situ tetapi jasa adityawarman yang menjadikan sumatra barat menjadi wilayah majapahit. Tidak pernah pasukkan majapahit menghancurkan sumatra barat. Bahkan pasukan maja pahit dibantai habis oleh aditya warman disumatra barat ketika aditya warman mendirikan kerajaan pagarruyung. Dan majapahit mana berani menyerang adityawarman.
      Begitu juga malaysia tidak ada satupun prasasti majapahit dimalaysia kalau malaysia menjadi wilayah maja pahit/ diserang dandihancurkan dan oleh majapahit atu gajah mada.
      Bahkan dilampung saja tidak ada prasasti majapahit kalau lampung di taklukkan majapahit.
      Bahkan dalam catatan naskah jawa dikatakan sijawa raja majapahit sisunda raja pajajaran silampung ratu balaw. Artinya ketiga kerajaan ini ada rajanya masing masing dan bukan wilayah majapahit.
      Dan ditulis dalam sejarah majapahit menyerang pemberontakan palembang. Sebenarnya yang melakukan pembrontakan itu bukan orang palembang tetapi bajak laut cina. Karena palembang telah menjadi sarang bajaklaut cina di asia. Dan yang menumpasnya adalah laksamana cengho dengan membawa seluruh angkatan laut cina yang sangat besar yang terkenal dengan kisah pelayaran laksamana cengho. Sepertinya gajah mada itu tukang pembuwal. Besak mulut saje. Sumpah palapa itu sepertinya gagal.
      Dan dalam catatan luar tidak ada yang mengatakan majapahit itu sebesar yang di buat di peta wilayah majapahit itu.
      Dan dalam akhir hayat gajahmada sepertinya dia hidupnya tersisih dan terasing dan merana dikucilkan orang tidak ada istri, tidak ada keturunan, tidak ada sanak saudara, tidak ada teman. dan itulah sumpah palapa gajahmada yang tidak akan bersenang senang selama hidupnya sebelum wilayah nusantara dipersatukan dan untuk menebus rasa bersalahnya itu gajahmada memenuhi sumpahnya gajah mada mati dengan sangat memalukan dengan minum racun.
      Sekarang kita bandingkan dengan seriwijaya. Yang wilayahnya di gambarkan dipeta sebagian sumatra sebagian kecil kalimantan barat, jawa barat, dan malaysia. Dan ditulis dalam sejarah yang dimaksud bumi jawa yang di taklukkan seriwijaya itu adalah tarumanegara atau jelasnya adalah jawa barat. Tetapi prasasti kekuasaan kerajaan seriwijaya dan dinasti selendranya ada dimana mana. Jelas seluruh jawa adalah wilayah kerajaan seriwijaya dengan penguasa dinasti selendranya. Seluruh prasastinya ada. Jelas yang dimaksud bumi jawa oleh dapunta itu adalah jawa bukan jawa barat. Jaman dulu jawa barat itu adalah tanah sunda / bumi parahyangan/ galuh. Sedangkan yang ditulis oleh dapunta adalah bumi jawa. Bahkan sebenarnya tanah sunda itu mengakui kedaulatan seriwijaya karena dapunta menikah dengan putri raja sunda. Sedangkan yang dihancurkan oleh dapunta adalah kerajaan kaling jawa tengah perasastinya terdapat di kabupaten batang jawa tengah. Kemudian keturunan raja galuh yang bernama sanjaya menyingkir ke jawa tengah karena mendapat desakan dari seriwijaya mendirikan kerajaan mataram hindu kemudian itupun dikuasai oleh dinasti selendra dan sebenarnya sanjaya pun adalah masih keturunan yang berasal dari galuh yang masih keturunan dinasti selendra/ raja raja seriwijaya. Dan gelar gelar raja mataram hindu itu adalah rakai dan mengakui kedaulatan seriwijaya. Dan kerajaan mataram hindu itu dihancurkan oleh seriwijaya. Dan patih kerajan mataram hindu mpu sendok menyingkir ke jawa timur dengan mendirikan kerajaan medang. Jelas sudah musuh bebuyutan jawa adalah seriwijaya prasasti prasasti seriwijaya/ dapunta/ dinasti selendra yang berada dijawa itu berbahasa melayu rumpun pasemah sumatra selatan. Kemudian raja jawa timur ini yang bernama teguh darmawangsa nekat menyerang seriwijaya yang berakibat patal dengan serangan balik seriwijaya yang memusnahkan seluruh jawa timur. Satu satunya yang selamat adalah air langga yakni menantu darmawangsa, yang berasal dari bali. Sebenarnya itu sengaja dibiarkan oleh seriwijaya karena airlangga adalah keturunan seriwijaya juga karena seriwijaya juga menyerang bali dan mendirikan kerajaan bali dan prasastinya ada di bali artinya seluruh jawa dan bali adalah wilayah kerajaan seriwijaya ada prasastinya dan ada catatan dari luar tentang hal itu, kenapa dipeta wilayah seriwijaya hanya jawa barat saja yang dimasukkan.
      Kemudian dalam peta seriwijaya dimasukkan hanya sebagian kecil kalimantan barat. Padahal prasasti di kalimantan selatan menjelaskan kalau seriwijaya menguasai kalimantan selatan dengan kedatangan pasukaan seriwijaya di banjar yang berasimilasi dengan dayak . sedangkan majapahit kapan menyerang kalimantan tidak ada prasasti dikalimantan kalau majapahit pernah menyerang kalimantan.
      Begitu juga dengan sulawesi kapan gajah mada menyerang dan menaklukkan sulawesi di sulawesi satupun tidak ada prasasti kalau majapahit menyerang dan menaklukkan sulawesi. Apalagi maluku dan papua mana ada prasasti majapahit disitu kalau wilayah itu dihancurkan dan ditaklukkan gajahmada/ majapahit. Satu satunya sumber tentang kebesaran wilayah majapahit hanyalah kitab negara kertagama yang mencatat rencana gajahmada yang bersumpah dihadapan maha rani majapahit tribuwana tunggadewi, yang terkenal dengan sumpah palapa. Itu baru rencana. Dan bila melihat akhir kehidupan gajah mada yang merana karena menanggung malu itu sepertinya rencana gajahmada itu gagal total.
      Kitab negara kerta gama dan pararaton itu adalah karangan orang gila orang gak waras orang setres mpu prapanca itu adalah guru sepiritual kerajaan yang dipecat oleh hayam wuruk dan dibuang ke desa terpencil. Kitab itu untuk menjilat untuk mengambil hati hayam wuruk dasar tua bangka keparat mpu prapanca ini yang mengarang kitab semau mau jidat dia saja hal hal yang membesarkan dirinya sendiri ditulis dan hal hal yang mengagung agungkan majapahit tanpa ada bukti sedangkan kisah kisah sejarah perang bubat pemberontakan ranggalawe sedikitpun tidak di sebut sebut. Mpu penjilat ini memasukkan semua wilayah yang disebut oleh gajah mada dalam rencana gajah mada itu kedalam majapahit, Padahal itu baru rencana gajah mada dan rencana itu gagal total. Jangankan menguasai nusantara menguasai jawa timur saja maja pahit tidak bisa. Maja pahit itu dibagi dua sebelah timur adalah kerajaan lumajang dengan rajanya arya wira raja sebagaimana sumpah raden wijaya yang akan membagi dua maja pahit dengan arya wira raja jika berhasil menggulingkan jaya katwang. Karean atas pertolongan dan jasa arya wira raja. Dan sampai majapahit lenyap di bumi, lumajang tetap merdeka. Apa lagi sulawesi, kalimantan, sumatra, maluku, papuas sedikitpun tidak ada hubungannya dengan maja pahit.
      Dassar besar omong saja sigajah mada ini. Kalau sumatra itu adalah wilayah aditya warman/ arya damar. Dan semua orang maja pahit dibantai habis oleh adityawarman bagaimana bisa dikatakan kalau sumatra adalah wilayah majapahit orang orang maja pahit dicincang oleh adityawarman. Bahkan 10 kali lebih besar pagarruyung daripada majapahit. Maja pahit hanyalah seujung kuku pagarruyung , hanya sebagian jawa timur, bali, lombok saja wilayah majapahit itu. Itupun keluarga adityawarman yang menaklukkannya dan menguasainya bukan gajah mada.
      Gajahmada adalah si besarmulut dan penakut dan pengecut dan licik, sedangkan mpu prapanca sipengarang kitab dongeng negara kertagama adalah sipenjilat dan orang setres.karena dipecat dari jabatannya sebagai resi kerajaan.
      Kalau dikatakan majapahit yang menyerang dan menghancurkan seriwijaya itu adlah salah besar ketara betul orng itu bodoh gakpunya otak di zaman maja pahit sudah tidak adalagi kerajaan seriwijaya bodoh. Yang ada dharmasraya dan pagarruyung yang raja rajanya adalah keturunan seriwijaya/ berasal dari seriwijaya. Dan seriwijaya sudah bukan dipalembang lagi pusatnya.

      2. Perbedaan yang mendasar antara seriwijaya dan maja pahit adalah seriwijaya di setiap wilayah kekuasaannya selalu ada prasastinya kalau wilayah itu telh diserang dan ditaklukkan oleh seriwijaya. Dan hampir semua wilayah taklukkan seriwijaya itu di peroleh dengan jalan peperangan hanya sunda saja dengan jalan damai yak ni pernikahan dapunta dengan putri sunda. Sedangkan majapahit gagal memperistri putri sunda akibat ulah gajah mada. Dan pajajaran tidak pernah mengakui kedaulatan majapahit atas tanah sunda. Dan pajajaran masih tetap exis berbarengan dengan majapahit. Sedangkan seriwijaya yang memperistri putri tarumanegara menakibatkan hilangnya kerajaan tarumanegara. Trumanegara tidak pernah ada lagi setelah pernikahan dapunta dengan putri sunda itu. Sedangkan wilayah majapahit sebagian besar diperoleh dengan jalan diplomasi sepertinya hanya bali dan p umbawa saja yang diperoleh dengan jalan peperangan.
      3. Perbedaan ketiga yang mendasar antara seriwijaya dan maja pahit adalah seriwijaya banyak sekalai yang mengklaim bahkan hampir semua wilayah yang ditaklukkan seriwijaya mengklaim seriwijaya. Ini adalah sebagai bukti kalau wilayah itu benar benar menjadi wilayah kerajaan seriwijaya. Semakin banyak yang mengklaim seriwijaya maka semakin luas pula wilayah seriwjaya itu sesungguhnya. Padahal sudah jelas seriwijaya itu terletak dan berasal dari wilayah/ kerajaan yang berada di antara kerajaan melayu ( jambi sekarang) dan kerajaan tulang bawang ( lampung sekarang.) jadi antara kerajaan melayu dan kerajaan tulang bawang/ antara jambi dan lampung itu lah seriwijaya yang sesungguhnya. Tetapi masih banyak yang mengklaimnya membuktikan kalau wilayah itu benar benar wilayah seriwijaya.
      4. Majapahit satupun tidak ada yang mengklaim. Sunda saja tidak mau padahal ayah raden wijaya (raja pertama maja pahit) adalah orang sunda. Kenapa sunda tidak mau mengakui majapahit karena sunda bukan wilayah majapahit sampai maja pahit lenyap sunda tetap ada. Jangankan sunda madura saja tidakmau mengakui maja pahit dan madura sampai majapahit runtuh tetap merdeka bukan wilayah majapahit. Jangankan madura lumajang saja bukan wilayah majapahit apa lagi sulawesi kalimantan sumatra, maluku, papua. Dan bali beserta lombok yang menaklukkan dan menguasainya adalah keluarga aditya warman. Mana gajah mada besar mulut aja. Gajahmada pernah duakali menyerang pajajaran kedua duanya gagal hampir semua pasukkan gajahmada dibantai lari terbirit birit gajah mada. Sebenarnya gajah mada menghadang rombongan penganten diyah pitaloka putri seri baduga yang bejumlah 300 orang sedangkan gajah mada membawa 15.000. bayangkan apa tidak gila dan kalap gajah mada ini. Sebenarnya gajh mada ini adalah dendam dengan pajajaran yang telah meluluh lantahkan pasukkannya dulu.
      Adityawarman datang kepajajaran untuk minta ma’af atas nama majapahit. Aditya warman ini adalah anak dari dara jingga dengan abyabrahman dan aditya warman adik cakra dara cakra dara adalah ayah hayamwuruk jadi aditya warman adalah pak cik nya hayam wuruk. Wajar aditya warman mewakili hayamwuruk selaku keponakannya untuk minta ma’af kepada pajajaran. Dara jingga adalah kakak dara peta k, dara petak adalah istri radenwijaya dan ibu jaya negara. Dara petak dan dara jingga adalah putri kerajaan dharmasraya yang berasal dari keturunan raja raja seriwijaya.
      Ya sumatra ditaklukkan aditya warman/ arya damar/ arya dillah dan nenek moyangnya di dharmasraya dan seriwijaya. Tapi kemudian aditya warman tidak pernah tunduk kepada maja pahit dan mendirikan kerajaan pagarruyung. Jadi sumatra bukanlah wilayah majapahit tetapi wilayah aditya warman dan pagarruyung.
      Jangan pernah lagi jawa mengatakan semua nusantara adalah majapahit semua nusantara ditaklukkan oleh gajah mada sebelum ada prasastinya yang membuktikan kalau wilayah itu telah di taklukan oleh gajah mada atau telah menjadi wilayah maja pahit.
      Jangan dikira kitab negara kertagama itu benar isinya kitab itu adalah kitab penjilat.
      Jangan dikira gajahmada itu berhasil mewujudkan hayalannya dalam ucapan sumpah palapa itu.
      Dan kitab negara kertagama itu karangan siorang gila yang bernama mpu prapanca itu adalah karang- karangan mpu prapanca saja
      Ya sekarang orang jawa bisa banga karena jumalah penduduk terbesar di indonesia. Tetapi jangan lupa jawa secara willayah adalah minoritas, hanya 3 propensi ( jawa tengah, jogja, jawa timur) jawa barat bukan lagi suku jawa tetapi sunda, banten, betawi. Dan madura bukan lagi suku jawa tetapi suku madura. Bandingkan dengan 33 propensi di indonesia. Dan indonesia terbentuk karena persamaan nasib dan harkat martabat Sebagai bangsa yang dijajah oleh belanda, sebagai masyarakat kelas 3/ bumi putra/ kelas paling bawah sebagai bangsa yang tertindas. Atas persamaan nasib itulah indonesia bersatu dan merdeka.
      Indonesia ini bukan jawa, rakyat dari sabang sampai meroke mempunyai hak kewajiban yang sama atas indonesia. Kamu orang suku jawa jangan pernah bepikir presiden harus suku jawa buang jauh- jauh pikiran itu sebab kalau tidak bubar indonesia.
      Timor leste/ timor timur mereka sebenarnya bukan menbenci indonesia, mereka tau kalau mereka adalah bangsa indonesia dan mereka sebenarnya sangat mencintai indonesia. Tetapi orang2 timor leste sebenarnya sangat membeci dan muak dengan suku jawa. Begitu juga papua, maluku/ RMS, sulawesi/ permesta, aceh/ GAM, PRRI, mereka semua sangat mencintai indonesia. Tetapi merka semua sangat membenci dan sangat muak dengan suku jawa. Begitu juga malaysia dan singapura tau mereka darimana asal mereka mereka sangat menghormati indonesia terlebih palembang, minang kabaw, bugis, aceh. Tetapi mereka sangat muak dan jijik dengan suku jawa. Semua orang benci dengan jawa bukan karena iri atau benci dengan orangnya, tetapi semua orang benci dengan suku jawa karena sipatnya yang sangat licik, culas rakus, gila kekuasaan, merasa paling berkuasa, tukang pitnah, tukang adu domba, tukang berzina dengan istri majikan seperti ken arok, tukang MELET perempuan, tukang santet, tukang dukunin orang, itulah sipat watak dan kelakuan suku jawa.

      Menulis sejarah jangan lagi asal tulis saja semau mau pengarang saja. Sekarang orang cerdas semua dan berpikiran kritis semua. Dan akan di buktikan orang betul. Gak akan orang enggiih- enggih aja, Nanti dulu teliti dulu buktikan dulu
      Kitab negara kerta gama Majapahit menguasai asia tenggara adalah suatu fitnah yang terbesar terhadap nusantara dan asia tenggara yang dilakukan oleh mpu prapanca dan gajahmada dan suku jawa.

      Kartu Jawa Kartu Majapahit Yang Pegang Adalah Orang- Orang Yang Menjadi Cikal Bakal Seriwijaya Yaitu Propensi Sumatera Selatan Dan Bengkulu. Apa Mau Dibuka???????????????
      Bukti sejarah yang paling kuat adalah prasasti dibatu dan istana. Kedua dunya tidak ada dinusantara prasasti majapahit kecuali dibali dan lombok saja. Itupun bergandeng dengan aditya warman dan saudara- saudaranya.
      adapun tentang kitab negara kertagama itu adalah buku karangan mpu prapanca. Mengarang buku siapa saja bisa dan mengarang buku bisa sambil tidur sambil mimpi dan sambil menghayal dan semau mau pengarang. Dan bisa hanya berada didalam kamar saja kalau mengarang buku entah benar entah tidak
      sedangkan prasasti di batu tidak bisa asal tulis saja kalau tempat itu belum ditaklukkan . Bunuh orang kalau asal tulis saja, asal ancam, saja, asal kutuk saja tempat orang kalau belum wilayah itu benar- benar telah ditaklukkan.. dan membuat prasasti dibatu tidak bisa sambil tidur, sambil mimpi, sambil menghayal.
      Mana prasasti gajah mada yang menegaskan kalau wilayah wilayah husantara telah ditaklukkan oleh gajah mada gak ada, cuman di Bali dan lombok saja, itu juga aditya warman yang menaklukkan dan menguasainya.
      Gajah mada mati dalam keadaan hina, tidak ada istri, tidak ada keturunan, tidak ada kawan tidak ada pengikut, tidak ada saudara. Itulah akibat orang besar omong hingga akhirnya makan sumpah nya sendiri.
      Mungkin setelah peristiwa bubat kesabaran hayam wuruk habis sehingga gajah mada diusir oleh hayam wuruk. Karena satupun tidak ada yang terbukti sumpah palapa itu ditambah pula dengan peristiwa bubat yang sangat memalukan majapahit.
      Dan untuk mengingatkan hayamwuruk akan jasa gajah mada yang telah menyelamatkan jaya negara dan menumpas pembrontakan rakuti walaupun sumpah palapa itu gagal ditulislah negara kerta gama oleh seorang empu penjilat situa bangka keparat yang bernama prapanca.
      Kalian suku jawa menggung agungkan ken arok, wikramawardana, jakatingkir dan melecehkan tunggul ametung, bre wirabumi, arya penangsang.
      Kalian tau tidak siapa kenarok, wikramawrdan, jaka tingkir
      Ken arok adalah manusia paling bejat didunia, manusia iblis,licik, culas, tak tau balas budi, gila kekuasaan gila pangkat, tukang berzina dengan istri majikan, pembunuh majikan/ suami kendedes, pembunuh kebo ireng dengan pitnah keji, pembunuh mpu gandring gurunya sendiri yang membuatkan keris mpu gandring, tukang pitnah, itu nenek moyang kamu orang suku jawa yang kalian agung agungkan .
      Berhati- hatilah dengan orang jawa yang menjadi pembantu, tukang kebun, sopir, selip sedikit bisa berzina istri dengan pembantu/ pelayan , sopir, tukang kebun orang jawa. Belajarlah dari sejarah ken arok dan kendedes. Sebenarnya raja2 singao sari dan maja pahit itu darah tunggul ametung lebih kental daripada darah kenarok. Kerta negara adalah anak rangga wuni. Ranggawuni adalah anak anusapati, anusa pati adalah anak tunngul ametung. Gayatri adalah anak kerta negara berarti keturunan gayatri adalah keturunan tunggul ametung. Sedangkan raden wijaya ayahnya adalah orang sunda tidak ada sedikitpun hubungan dengan ken arok. Garis keturunan kenarok dari pihak ibu raden wijaya yaitu dyah lembutal. Dyah lembutal anak singamurti singamurti adalah ank mahisa wong ateleng. Mahisa wong ateleng adalah anak ken arok.
      Raden wijaya menikah dengan dara petak putri dharmasraya yang keturunan raja raja seriwijaya. Mempunyai putra bernama jaya negara ( raja kedua maja pahit)
      Kakak dara petak yang bernama darajingga kawin dengan abya brahman berputra cakra dara, arya damar/ aditya warman, arya sentong, cakra dara kawin dengan ratu tribuwana tungga dewi, jadi arya damar/ aditya warman, arya sentong adalah adik ratu/ maha rani tribuwana tungga dewi sekaligus menjadi ipar tribuwana tungg dewi.cakra dara dan tribuwana tunggadewi berputra yang bernama hayam wuruk. Hayam wuruk berputri kusumawardani. Kemudian cakra dara kawin lagi dan berputra yang bernama raden sotor. Raden sotor berputra bernama prameswara yang menjadi raja malaka.
      Hayam wuruk kawin lagi berputra brewirabumi. Jadi brewirabumi, kusumawardani, prameswara adalah bersaudara, kakek mereka sama yaitu cakra dara. Cakra dara anak darajingga, darajingga anak raja dharmas raya. Dharmasraya berasal dari raja raja seriwijaya. Seriwijaya berasal dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah( wilayah gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musirawas/ lubuk linggau, musi ulu, musi banyu asin, kubu rawas, empat lawang, muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, manak, padang guci/ wilayah propensi sumatera selatan dan Bengkulu).
      Kalau kusumawardani dan wirabumi saudara satu ayah. Kusuma wardani dan wirabumi saudara satu kakek dengan prameswara.
      Brewirabumi dan prameswara tidak mempermasalahkan kusuma wardani. Tetapi yang membuwat brewirabumi dan prameswara naik darah ngapain wikramawardana yang menjadi raja maja pahit.
      Kalau kusumawardani adlah putri hayam wuruk dan cucu cakra dara sama dengan brewirabumi dan prameswara cucu cakra dara. Tapi wikramawardana siapa??? Damarwulan. Gak ada hubungannya sedikitpun dengan majapahit.
      Cakra dara kakek kusumawardani, berewirabumi, prameswara tidak menjadi raja majapahit. Tau diri cakradara. Tetap istrinya yang menjadi maha rani tribuwana tunggadewi. Lah wikramawardana datang datang jadi raja maja pahit sungguh taktau diri taktau malau. WAJAR BRE WIRABUMI DAN PRAMESWARA NAIK DARAH DAN BERSATU MEMERANGI WIKRAMAWARDANA.
      Dan bila melihat garis leluhur prameswara dari cakra dara, darajingga, dharmasraya, seriwijaya, wajar prameswara mengaku keturunan palembang yang berasal dari raja- raja seriwijaya. Ketika prameswara lari ke tumasik/ singapura disana berkuasa gubernur kerajaan siyam yang mana tumasik adalah wilayah kerajaan siyam mana ada tumasik masuk wilayah majapahit palak bapak gajah mada dan mpu prapanca saja gila memasukkan tumasik wilayah majapahit.. Kemudian gubernur kerajaan siyam yang berkuasa di tumasik itu dibunuh oleh prameswara kemudian lari ke malaysia dan mendirikan kerajaan malaka. Adapaun kemudian prmeswara beragama islam karena leluhurnya dari seriwijaya memang sudah banyak yang beragama islam. Arya damar, seri indra warman ( raja kedua seriwijaya) beragama islam. Dan seriwijaya itu sebenarnya adalah kerajaan budah, islam, hindu, yang ketiganya berebut pengaruh dan kekuasaan.
      Sekarang jaka tingkir yang bagi orang jawa diagung- agungkan dan orang jawa melecehkan arya penangsang. Jaka tingkir itu adalah manusia sombong, licik, culas, gila kekuaaan, gila pangkat, taktau malu, taktau diri. Siapa jaka tingkir? Tidak ada sedikitpun mempunyai hubungan darah dengan demak/ raden patah. Jaka tingkir hanyalah menantu terenggono.
      Sedangkan arya penangsang adalah cucu raden patah anak sedainglepen. Setelah wapat pati unus seharusnya yang menjadi raja demak adalah adiknya yang kedua / sedoing lepen/ ayah arya penangsag karena pati unus tidak mempunyai keturunan. Tapi sedoing lepen dibunuh prawoto anak trenggono. Sehingga ayah prawoto/ adik sedoing lepen yang menjadi raja yaitu ternggono. Wajar arya penangsang membunuh prawoto orang yang telah membunuh ayahnya. Arya penangsang tidak membunuh trenggono/ adik ayahnya/ pamannya. Setelah wapat ternggono maka lebih berhak arya penagsang daripada putri trenggono. Wajar arya penangsang yang menjadi raja demak tetapi kenapa jaka tingkir ikut campur. Kenapa jaka tingkir yang ingin menjadi raja/ sultan. Putri ternggono saja/ istri jaka tingkir saja tidak mau menjadi ratu/ sultanah dia tau arya penangsang jauh lebih berhak daripada dia. Lalu kenapa jaka tingkir yang menjadi raja/ sultan, dasar tak tau diri tak tau malau jaka tingkir ini. Wajar arya penangsang naik darah dengan jaka tingkir.
      Kata orang jawa arya penangsang mati kena kerisnya sendiri padahal arya penagsang selamat pergi ke sumatra selatan kedaerah komering dan ogan ilir dan prabu mulih dan keturunanya banyak di prabumulih dan ogan ilir sumatra selatan.
      Pada saat seminar nasional tentang peradaban rumpun suku bangsa pasemah sebagai pendahulu serwijaya yang diadakan di kota pagar alam sumatera selatan raja bali dan seri sultan HBX datang.
      Untung saja sultan jawa ini dan raja bali ini tidak membantah. Seandainya membantah bisa kehilangan muka raja jawa dan raja bali ini. Bisa diungkit semua bagaimana bali dan jawa itu bagaimana hubungannya dengan rumpun pasemah, apa isi prasasti sojomerto batang jawa tengah apa ada bahasa jawa disitu yang menuliskan nama dapunta selendra tulen prasasti itu berbahasa melayu rumpun pasemah . unutung sultan jawa ini baik malah mengadakan silaturahmi dengan tokoh- tokoh rumpun pasemah baik yang berada disumsel dan bengkulu, Malah seri sultan HBX mengatakan kalau dia dan keluarganya berasal dari rumpun pasemah dan datang kepagar alam- sumsel adalah pulang kampung. Adapun tentang asal usul seriwijaya perlu penelitian lagi. Sedangkan raja bali sepertinya sedih dan kecewa karena jejak hindu budah pada masyarakat rumpun pasemah sebagai asal usul dapunta selendra lenyap sama sekali dan telah menjadi masyarakat islam semua. Sedangkan bukti- bukti tentang rumpun pasemah sebagai asal usul seriwijaya dan dapunta selendra sudah sangat jelas kalau masih ingin diteliti lagi tambah bagus. Tapi teliti lagi juga semua seluruh sejarah di Indonesia termsuk teliti lagi juga maja pahit yang katanya menguasai nusantara sedangkan tidak ada bukti kebesaran majapahit, baik itu prasasti gajah mada/ maja pahit ditempat tempat yang disebut dalam hayalan gajah mada dan ditulis mpu prapanca dalam kitab negara kerta gama, istana maja pahit tidak ada, Satu satunya rujukan majapahit hanya kitab dongeng Negara kerta gama saja, yang menulis rencana dan hayalan gajah mada.
      Kalau ada prasastinya mana?????????????????
      Kartu jawa dan majapahit yang pegang orang-orang yang menjadi cikal bakall seriwijaya yaitu orang- orang sumatera selatan dan bengkulu. Apa mau dibuka??????????????????????????????????

      Kamu orang orang suku jawa tidak usah banya tingkah semua kerajaan dijawa itu berasal dari sunda semua . gak ada kerajaan dan raja dijawa apa lagi dijawa timur. Baru ada setelah empu sendok lari kejawa timur baru ada kerajaan dijawatimur itupun dimusnahkan oleh kerajaan seriwijaya. kalau mataram hindu itu berasal dari sunda dari galuh tanah sunda. siapa sanjaya itu?? anak sana raja galuh tanah sunda.
      Gak ada kerjaan gak ada raja dijawa. Semua berasal dari sunda dan seriwijaya semua. Dari arah barat kerajaan2 dijawa itu dari banten, sunda, jawa tengah terakhir jawa timur dan sekarang yang paling akhir jogja dan solo. Kamu suku jawa gak usah gaya. Selendra dijawa itu adalah orng orang seriwijaya yang menikah dengan orang- orang sunda itulah yang menjadi raja- raja dijawa itu paham kalian suku jawa ( jawa tengah, jogja, jawatimur) dinasti selendra berasal dari jawa dari mana dari hongkong. Gak ada kerajaan gak ada raja dijawa itu dulu. Semua berasal dari sunda dan seriwijaya. Kerajaan kaling itu lenyap dihancurkan seriwijaya.
      Kartu jawa dan majapahit yang pegang orang-orang yang menjadi cikal bakall seriwijaya yaitu orang- orang sumatera selatan dan bengkulu. Apa mau dibuka??????????????????????????????????
      putra sumsel | 12 Januari 2014 pada 20.00

      0

      0

      Rate This

      KITAB NEGARA KERTA GAMA ADALAH PITNAH BESAR YANG DILAKUKAN OLEH EMPU PRAPANCA, GAJAH MADA, SUKU JAWA. TERHADAP SUNDA, MADURA, LUMAJANG, NUSANTARA DAN ASIA TENGGARA..

      DIBAWAH INI ADALAH BUKTI KALAU BALI ADALAH WILAYAH SERIWIJAYA.
      Shri Kesari Warmadewa adalah Wangsa Warmadewa yang pernah berkuasa di Pulau Bali, Indonesia dari Tahun 882 M s/d 914 M.
      Dalem Shri Kesari pendiri Dinasti Warmadewa di Bali. Raja dinasti Warmadewa pertama di Bali adalah Shri Kesari Warmadewa [ yang bermakna Yang Mulia Pelindung Kerajaan Singha] yang dikenal juga dengan Dalem Selonding, datang ke Bali pada akhir abad ke-9 atau awal abad ke-10, beliau berasal dari Sriwijaya(Sumatra) di mana sebelumnya pendahulu beliau dari Sriwijaya telah menaklukkan Tarumanegara( tahun 686) dan Kerajaan Kalingga di pesisir utara Jawa Tengah/Semarang sekarang. Persaingan dua kerajaan antara Mataram dengan raja yang berwangsa Sanjaya dan kerajaan Sriwijaya dengan raja berwangsa Syailendra( dinasti Warmadewa) terus berlanjut sampai ke Bali.

      Di dalam sebuah kitab kuna yang bernama “Raja Purana”, tersebutlah seorang raja di Bali yang bernama Shri Wira Dalem Kesari dan keberadaan beliau dapat juga diketahui pada prasati ( piagam ) yang ada di Pura Belanjong di Desa Sanur, Denpasar, Bali. Di pura itu terdapat sebuah batu besar yang kedua belah mukanya terdapat tulisan kuna, sebagian mempergunakan bahasa Bali kuna dan sebagian lagi mempergunakan bahasa Sansekerta. Tulisan-tulisan itu menyebutkan nama seorang raja bernama “Kesari Warmadewa”, beristana di Singhadwala. Tersebut juga di dalam tulisan bilangan tahun Isaka dengan mempergunakan “Candra Sengkala” yang berbunyi : “Kecara Wahni Murti”. Kecara berarti angka 9, Wahni berarti angka 3 dan Murti berarti angka 8. Jadi Candra Sekala itu menunjukan bilangan tahun Isaka 839 ( 917 M ). Ada pula beberapa ahli sejarah yang membaca bahwa Candra Sengkala itu berbunyi “Sara Wahni Murti”, sehingga menunjukkan bilangan tahun Isaka 835 ( 913 M ). Pendapat yang belakangan ini dibenarkan oleh kebanyakan para ahli sejarah.
      Dengan terdapatnya piagam tersebut, dapatlah dipastikan bahwa Shri Wira Dalem Kesari tiada lain adalah Shri Kesari Warmadewa yang terletak di lingkungan Desa Besakih. Beliau memerintah di Bali kira-kira dari tahun 882 M s/d 914 M, seperti tersebut di dalam prasasti-prasasti yang kini masih tersimpan di Desa Sukawana, Bebetin, Terunyan, Bangli (di Pura Kehen), Gobleg dan Angsari. Memperhatikan gelar beliau yang mempergunakan sebutan Warmadewa, para ahli sejarah menyimpulkan bahwa beliau adalah keturunan raja-raja Syailendra di Kerajaan Sriwijaya (Palembang), yang datang ke Bali untuk mengembangkan Agama Budha Mahayana. Sebagaimana diketahui Kerajaan Sriwijaya adalah menjadi pusat Agama Budha Mahayana di Asia Tenggara kala itu.
      Beliau mendirikan istana di lingkungan desa Besakih, yang bernama Singhadwala atau Singhamandawa, Baginda amat tekun beribadat, memuja dewa-dewa yang berkahyangan di Gunung Agung. Tempat pemujaan beliau terdapat di situ bernama “Pemerajan Selonding”. Ada peninggalan beliau sebuah benda besar yang terbuat dari perunggu, yang merupakan “lonceng”, yang didatangkan dari Kamboja. Lonceng itu digunakan untuk memberikan isyarat agar para Biksu-Biksu Budha dapat serentak melakukan kewajibannya beribadat di biaranya masing-masing. Benda itu kini disimpan di Desa Pejeng, Gianyar pada sebuah pura yang bernama “Pura Penataran Sasih”
      Pada zaman pemerintahaan beliau penduduk Pulau Bali merasa aman, damai, dan makmur. Kebudayaan berkembang dengan pesat. Beliau memperbesar dan memperluas Pura Penataran Besakih, yang ketika itu bentuknya masih amat sederhana. Keindahan dan kemegahan Pura Besakih hingga sekarang tetap dikagumi oleh dunia.
      Shri Kesari Warmadewa merupakan tokoh sejarah, ini bisa dibuktikan dari beberapa prasasti yang beliau tinggalkan seperti Prasasti Blanjong di Sanur, Prasasti Panempahan di Tampaksiring dan Prasasti Malatgede yang ketiga-tiganya ditulis pada bagian paro bulan gelap Phalguna 835 S atau bulan Februari 913. Shri Kesari Warmadewa menyatakan dirinya raja Adhipati yang berarti dia merupakan penguasa di Bali mewakili kekuasaan kerajaan lain yaitu Sriwijaya. Kemungkinan beliau adalah keturunan dari Balaputradewa, hal ini berdasarkan kesamaan cara penulisan prasasti , kesamaan dalam menganut agama Budha Mahayana dan kesamaan nama dinasti Warmadewa.
      Raja-raja Dinasti Warmadewa Di Bali
      1. 882M – 914M Shri Kesari Warmadewa
      2. 915M – 942M Shri Ugrasena
      • Setelah pemerintahan Sri Kesari Warmadewa berakhir, tersebutlah seorang raja bernama Sri Ugrasena memerintah di Bali. Walaupun Baginda raja tidak memepergunakan gelar Warmadewa sebagai gelar keturunan, dapatlah dipastikan, bahwa baginda adalah putra Sri Kesari Warmadewa. Hal itu tersebut di dalam prasasti-prasasti (aantara lain Prasasti Srokadan) yang dibuat pada waktu beliau memerintah yakni dari tahun 915 s/d 942, dengan pusat pemerintahan masih tetap di Singha-Mandawa yang terletak di sekitar desa Besakih. Prasasti-Prasasti itu kini disimpan di Desa Babahan, Sembiran, Pengotan, Batunya (dekat Danau Beratan), Dausa, Serai (Kintamani), dan Desa Gobleg.
      3. 943M – 961M Shri Tabanendra Warmadewa
      • Baginda raja Sri Tabanendra Warmadewa yang berkuasa di Bali adalah raja yang ke tiga dari keturunan Sri Kesari Warmadewa. Baginda adalah putra Sri Ugrasena, yang mewarisi kerajaan Singhamandawa. Istri Baginda berasal dari Jawa, adalah seorang putri dari Baginda Raja Mpu Sendok yang menguasai Jawa Timur. Di dalam prasasti yang kini tersimpan di Desa Manikliyu (Kintamani), selain menyebut nama Baginda Sri Tabanendra Warmadewa, dicantumkan pula nama Baginda Putri. Beliau memerintah dari tahun 943 s/d 961.
      4. 961M – 975M Shri Candrabhaya Singha Warmadewa
      5. 975M – 983M Shri Janasadhu Warmadewa
      6. 983M – 989M Shri Maharaja Sriwijaya Mahadewi
      7. 989M – 1011M Shri Udayana Warmadewa (Dharmodayana Warmadewa)- Gunaprya Dharmapatni
      • Shri Udayana Warmadewa, menurunkan tiga putra:
      o 1. Airlangga
      o 2. Marakata
      o 3. Anak Wungsu
      8. 1011M – 1022M Shri Adnyadewi / Dharmawangsa Wardhana
      9. 1022M – 1025M Shri Dharmawangsa Wardhana Marakatapangkaja
      10. 1049M – 1077M Anak Wungsu
      11. 1079M – 1088M Shri Walaprabu
      12. 1088M – 1098M Shri Sakalendukirana
      13. 1115M – 1119M Shri Suradhipa
      Sumber
      • Buku “Riwayat Pulau Bali Dari Djaman Ke Djaman”, Disusun oleh: I Made Subaga, Gianyar – Bali
      • Sejarah Bali. Nyoka, Penerbit & Toko Buku Ria, Denpasar, 1990.
      • Ardana, I Gusti Gede,[1988], Udayana, Peranannya dalam Sejarah Bali pada Abad X, Fakultas Sastra Universitas Udayana, Denpasar
      • Munoz, Paul Michel[2009], Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia, Penerbit Mitra Abadi, Yogyakarta

      KENAPA WILAYAH SERIWIJAYA HANYA JAWA BARAT SAJA????
      BAHASA SERIWIJAYA ( MELAYU RUMPUN PASEMAH) BANYAK YANG TERSISA DI BALI
      SEPERTI ade= ada, juge= juga, au= ya, marge= marga dan semua bahasa bali berujung e.
      Balas
      putra sumsel pada 12 Januari 2014 pada 12:35 berkata:
      Komentar Anda menunggu moderasi

      • pada saat peristiwa pralaya yang mana kerajaan jawa timur beserta raja dan seluruh keturunannya dan pembesar2nya dibantai habis oleh seriwijaya. hanya air langga seorang yang dibiarkan hidup oleh seriwijaya yang menjadi menantu darmawangsa. karena air langga berasal dari darah seriwijaya. yang kemudian air langga menikah dengan putri seriwijaya pula. yang keturunannya menjadi raja2 kahuripan, jenggala, panjalu,dan menjadi kerajaan kediri, yang salah satu keturunan darah kediri adalah tunggul ametung, keturunan tunggul ametung adalah raja raja singa sari dan raja2 maja pahit. paham kamu suku jawa. kamu suku jawa mau kwalat durhaka dengan orang2 sumatra.
      Reply

      putra sumsel on January 11, 2014 at 9:39 pm said:
      Your comment is awaiting moderation.
      pada saat adityawarman dan gajahmada menaklukkan bali aditya warman tidak mau menyerang bali selatan karena raja rajanya adlah keturunan langsung seriwijaya. gajah mada yang sangat bersemangat menyarang bali selatan.
      aditya warman membunuh raja bali utara yang masih wilayah bali selatan. gajah mada kalah oleh orang bali keturunan seriwijaya. gajah mada mundur stelah aditya warman datang aditya warman langsung menyerang bali tanpa sepengetahuan gajah mada. karena sama2 berdarah seriwijaya dengan aditya warman raja bali itu mengakui aditya warman dan diajak kemaja pahit oleh aditya warman. pada saat dibali itu gajah mada sudah kehilangan muka. dan benih2 permusuhan aditya warman denagan gajah mada semakin meruncing.
      karena aditya warman mencurigai kematian jaya negara raja maja pahit kedua yang merupakan sepupu aditya warman ( anak bibi aditya warman) adalah konspirasi gajah mada dan tribuwana tunggadewi. atas ini pula adityawarman kemudian melawan majapahit.
      yang membunuh jaya negara adalah ratanca atas perintah gajah mada. buktinya gajah mada langsung membunuh ratanca tanpa diadili terlebih dahulu untuk menghilangkan jejak.
      paham kamu suku jawa

      kartu jawa yang pegang orang2 yang menjadi cikal bakal seriwijaya yaitu sumsel dan bengkulu apa mau dibuka?????????????????
      Balas
      putra sumsel pada 12 Januari 2014 pada 12:56 berkata:
      Komentar Anda menunggu moderasi

      MUDAH MENGHANCURKAN SUKU JAWA ITU. DAN ITU TELAH DIBUKTIKAN OLEH SERIWIJAYA
      Balas
      putra sumsel berkata:
      Komentar Anda menunggu moderasi
      12 Januari 2014 pada 17:48

      Ya sekarang orang jawa bisa banga karena jumalah penduduk terbesar di indonesia. Tetapi jangan lupa jawa secara willayah adalah minoritas, hanya 3 propensi ( jawa tengah, jogja, jawa timur) jawa barat bukan lagi suku jawa tetapi sunda, banten, betawi. Dan madura bukan lagi suku jawa tetapi suku madura. Bandingkan dengan 33 propensi di indonesia. Dan indonesia terbentuk karena persamaan nasib dan harkat martabat Sebagai bangsa yang dijajah oleh belanda, sebagai masyarakat kelas 3/ bumi putra/ kelas paling bawah sebagai bangsa yang tertindas. Atas persamaan nasib itulah indonesia bersatu dan merdeka.
      Indonesia ini bukan jawa, rakyat dari sabang sampai meroke mempunyai hak kewajiban yang sama atas indonesia. Kamu orang suku jawa jangan pernah bepikir presiden harus suku jawa buang jauh- jauh pikiran itu sebab kalau tidak bubar indonesia.
      Timor leste/ timor timur mereka sebenarnya bukan menbenci indonesia, mereka tau kalau mereka adalah bangsa indonesia dan mereka sebenarnya sangat mencintai indonesia. Tetapi orang2 timor leste sebenarnya sangat membeci dan muak dengan suku jawa. Begitu juga papua, maluku/ RMS, sulawesi/ permesta, aceh/ GAM, PRRI, mereka semua sangat mencintai indonesia. Tetapi merka semua sangat membenci dan sangat muak dengan suku jawa. Begitu juga malaysia dan singapura tau mereka darimana asal mereka mereka sangat menghormati indonesia terlebih palembang, minang kabaw, bugis, aceh. Tetapi mereka sangat muak dan jijik dengan suku jawa. Semua orang benci dengan jawa bukan karena iri atau benci dengan orangnya, tetapi semua orang benci dengan suku jawa karena sipatnya yang sangat licik, culas rakus, gila kekuasaan, merasa paling berkuasa, tukang pitnah, tukang adu domba, tukang berzina dengan istri majikan seperti ken arok, tukang MELET perempuan, tukang santet, tukang dukunin orang, itulah sipat watak dan kelakuan suku jawa.

      Menulis sejarah jangan lagi asal tulis saja semau mau pengarang saja. Sekarang orang cerdas semua dan berpikiran kritis semua. Dan akan di buktikan orang betul. Gak akan orang enggiih- enggih aja, Nanti dulu teliti dulu buktikan dulu
      Kitab negara kerta gama Majapahit menguasai asia tenggara adalah suatu fitnah yang terbesar terhadap nusantara dan asia tenggara yang dilakukan oleh mpu prapanca dan gajahmada dan suku jawa.
      Balas
      putra sumsel berkata:
      Komentar Anda menunggu moderasi
      12 Januari 2014 pada 18:24

      DENGAR KAMU SUKU JAWA ASAL TULISLAH KAMU KALAU KAMU BOHONG KALAU KAMU FITNAH SAJA KALAU TERNYATA MAJAPAHIT ITU TIDAK TERBUKTI TERKUTUK KAMU SUKU JAWA DUNIA AKHERAT MATI HINA LAKNATULLAH.
      KAMU LIHAT DIINDONESIA INI ORANG YANG PALING MISKIN, PALING HINA, PALING SENGSARA ADALAH SUKU JAWA, YANG PALING BANYAK ORANG GILA ADALAH SUKU JAWA.. DIINDONESIA TIDK ADA ORNAG YANG MATI HANYA BEREBUT UANG SEDEKAH ORANG SEPULUH RIBU DUAPAULUH RIBU. TAPI DIJAWA HAL ITU BIASA.
      BAHKAN MATI HANYA BEREBUT GUNUNGAN NASI TUMPENG SAJA BIASA. ITU AKIBAT ELIT POLITIKUS SUKU JAWA YANG MENANGGUNG LAKNATNYA KALIAN SUKU JAWA ITULAH.
      Balas
      putra sumsel | 12 Januari 2014 pada 20.23

      0

      0

      Rate This

      KALAU ORANG JAWA MENYEBAR DIMANA MANA BUKAN KARENA MAJAPAHIT TELAH MENAKLUKANNYA. SEPERTI DIMALAYSIA BANYAK SUKU JAWA BUKAN BERARTI MALAYSIA ITU DITAKLUKKAN OLEH MAJAPAHIT GAK ADA PRASASTI MAJAPAHIT DIMALAYSIA. BEGITU JUGA ORANG JAWA BANYAK DIPAPUA PHILIPINA, ALAIRAN SILAT KALI MAJA PAHIT PHILIPINA ITU BUKAN BERARTI PHILIPINA ITU TELAH DITAKLUKAN MAJAPAHIT OLEH GAJAH MADA SEBAB TIDAK ADA PRASASTI GAJAH MADA ATAU MAJAPAHIT DIPHILIPINA. ALIRAN SILAT KALI MAJAPAHIT ITU ADALAH SILAT YANG BERASAL DARI JAWA YANG DIBAWA KEPHILIPINA BUKAN PADA ZAMAN MAJAPAHIT. SEPERTI ALIRAN2 SILAT LAIN DIMANAPUN TEMPATNYA TETAP MEMBAWA ASALNYA DARIMANA SEPERTI WUSHU DISELURUH DUNIA TETAP WUSHU,BEGITU JUGA TAKWONDO, KUNTAU KUNGFU WINGCUN. ADA DIMANA MANA BUKAN BERARTI TEMPAT ITU TELAH DITAKLUKAN OLEH CINA/ KOREA.
      BEGITUJUGA ORANG JAWA ADA DISURINAME. BUKAN BERARTI SURINAME TELAH DITAKLUKKAN MAJAPAHIT/ GAJAH MADA.. ORANG JAWA DISITU ADALAH BUDAK YANG DIPAKSA OLEH BELANDA. SAMPAI SEKARANG URINAME ITU MASIH JAJAHAN BELANDA.
      MUNGKIN SAMPAI KIAMAT SURINAM ITU TIDAK AKAN MERDEKA. KARENA SEDIKITPUN TIDAK ADA KEKUATANNYA SURINAE. APALAGI ORANG JAWA DISITU. GAK USAH BANGGA KAMU SUKU JAWA ADA DISURINAME.
      Reply
      putra sumsel
      5:39 pm on January 13, 2014
      Your comment is awaiting moderation.

      kini kitab negara kerta gama itu telah diakui oleh unesco PBB. sebagai warisan dunia. jikalau benar kitab negara kerta gama itu untuk apa????
      hanya merupakan kebanngaan sejarah masa lalu suku jawa saja. sebab indonesia bukan negara jawa, bukan pula majapahit.
      tetapi jiaka kitab negara kertagama itu pitnah dan tidak terbukti alias bohong maka DEMI ALLAH TANGGUNGLAH AKIBATNYA OLEH KALIAN SUKU JAWA KENA LAKNAT DIDUNIA DAN AKHERAT TERKUTUK DAN HINA DIDUNIA DAN AKHERAT. KARENA TELAH MENYEBAR PITNAH TERHADAP SELURUH NUSANTARA.
      SEBAIK BAIKNYA MENYIMPAN BANGKAI BAU BUSUKNYA AKAN TERCIUM JUGA.
      KOTORAN TETAP KOTORAN WALAU DI BUNGKUS DENGAN SUTRA
      TIDAK ADA YANG ABADI DIDUNIA INI.
      SUATU SAAT JAWA HANCUR LEBUR LULUH LANTAH. KAMU TUNGGU SAJA MASANYA

    • mulai mengarang cerita bohong untuk menutupi kebusukan di masa lalu,,pemaparannya lumayan menyesatkan bagi orang goblok

    • Kalau memang zaman dulu pernah terjadi bencana yang sama seperti yang dialami di Sidoarjo sekarang ini maka kita harus semangat dan yakin bisa menanggulanginya ya Pak soalnya orang2 dulu bisa dan kita pun sekarang harus bisa kalau tidak bisa2 kita malah mengalami kemunduran karenanya

    Related Post