Pantai Selatan Jawa Didongkrak !

0

Haiyak … judulnya kok serem banget ya. Lah ya gimana lagi wong emang pantai selatan Jawa itu memang ada bagian-bagian yg terangkatnya kok. Dan buktinya juga ada, mekanismenya juga jelas.

Mungkin bukti yang mudah adalah gunung gamping itu. Gamping yang terususun oleh koral itu kan dahulunya laut, tetapi sekarang udah jadi gunung. Pastilah gunung uitu terangkat namun tadinya berupa laut.  Jadi memang pantai selatan Jawa ini didongkel ketas.

Kalau ada yg suka mengamat-amati dunia ini dengan google earth atau wikimapia tentunya sangat mudah menemukan gejala-gejala ini. Salahsatunya pembalikan aliran sungai Bengawan Solo.

Sungai Bengawan Solo Jadul Bermuara di Laut Selatan

bengawanpurba.jpg Sungai bengawan solo yg kita kenal saat ini bermuara di Gresik, seperti yang pernah dicritakan dulu disini sebelumnya bermuara diselat Madura tetapi kemudian dialirkan ke utara ke Laut Jawa. Perubahan pengaliran ini dilakukan dengan membuat sebuah saluran khusus sepanjang lebih dari 15 Kilometer.

Perubahan aliran sungai bengawan Solo ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya sungai Bengawan Solo ini mengalir ke selatan. Iya … mengalir ke selatan dan bermuara di Laut Selatan (Samodra Indonesia).

Jejak-jejak sungai ini masih bisa dilihat saat ini. beruntunglah kita sekarang ada Google Earth juga ada Wikimapia yang dapat diakses lewat web. Nah nanti ditengok sendiri di Google-earth atau wikimapia.
Gambar disebelah ini diambil dari wikimapia. Gambar ini memperlihatkan jejak-jejak aliran sungai Bengawan Solo jadul… waduuuh … sebenernya ngga boleh disebut Bengawan Solo ya, lah wong sungainya belum sempet lewat solo je ;). GImana kalau disebut Bengawan Wonogiri ? Lah iya kan sungainya dahulu berujung di Wonogiri. Saat ini masih dapat dilihat bahwa sungai ini

Bagaimana bisa berbalik arah aliran ini ?

terangkat1.jpg Sebelumnya arah aliran sungai Bengawan Wonogiri Solo ini mengalir ke arah selatan. Sungai ini bermuara di Samodra  Hindia Indonesia. Proses tentonik tentunya sejak dulu juga ada. Lempeng Ustrali di sebelah kanan (selatan) ini menabrak dan menghunjam ke bawah Pulau Jawa.

terangkat2.jpgKarena adanya kerak Ustrali menghunjam kebawah tentunya bagian pinggir (bag selatan) Pulau Jawa ini akan terangkat terus menerus kan ? Sehingga lama kelamaan aliran air permukaan yg melalui sungai akan terganggu.
terangkat3.jpg Sampai akhirnya ketika pengangkatannya sudah cukup tinggi, maka  airpun tidk dapat mengalir ke arah selatan, dan “berbalik” ke utara. Saat ini kita hanya dapat mengamati adanya endapan-endapan sungai Bengawan Wonogiri Solo purba.

Pengangkatan ini masih terus beralngsung hingga saat ini. Pengangkatan ini terjadi bersamaan pula dengan proses terjadinya gempa.

Karena proses pengangkatan ini perlahan, dan seperti kita tahu bahwa gelombang pantai selatan ini sangat besar maka dinding-dinding pantai selatan Jawa ini sangat curam. Hanya dibeberapa tempat saja yang menunjukkan topografi (kelerengan rupabumi) landai seperti di pantai selatan Jogja.   Ketika bagian selatan Pulau Jawa ini sedikit terangkat, tentusaja gelombang laut juga akan menghantamnya. Dan akhirnya bentuk pantai selatan ini berupa dinding yg curam.

1 KOMENTAR

  1. […] Ada yang menarik tentang Bengawan Solo ini. Selama ini kita taunya bahwa Bengawan Solo mengalir ke utara menuju Laut Jawa. Ternyata pada jaman purba Bengawan Solo tuh mengalirnya ke Selatan atau ke Samudra Indonesia. Hal ini terjadi karena lempeng Sunda (Asia) yang dominan mengandung aliminium dan kalsium terangkat oleh lempeng Australia yang dominan mengandung silika. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel Pantai Selatan Jawa Didongkrak ! […]

  2. […] Ada yang menarik tentang Bengawan Solo ini. Selama ini kita taunya bahwa Bengawan Solo mengalir ke utara menuju Laut Jawa. Ternyata pada jaman purba Bengawan Solo tuh mengalirnya ke Selatan atau ke Samudra Indonesia. Hal ini terjadi karena lempeng Sunda (Asia) yang dominan mengandung aliminium dan kalsium terangkat oleh lempeng Australia yang dominan mengandung silika. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel Pantai Selatan Jawa Didongkrak ! […]

  3. ehmm.. aku tertarik dengan cerita pantai selatan.. tolong dibuat film nya kalau bisa.. syukur dibuat animasi nya agar anak2 kecil yang tak dongein dapat paham dari keterangan gambar,sketsa,dan suara.. ayo yg ahli desain tolong dibantuuu… thx.

  4. Bumi itu memang penuh misteri ya. Mudah2an Jawa tidak njomplang karena disodok2 terus di bagian bawahnya dari arah selatan 🙂 Atau jangan2 nanti jawanya tergeser terus nubruk Sumater atau kalimantan ya hehehe

  5. pak rovicky, saya sedang tertarik sama kronologi baturagung dari jaman pengendapan kebobutak (oligosen) sampe pengangkatan pegunungan selatan pada kala pleistosen. mbok tolong saya didongengin pak, bagaimana urutannya kok bisa semilir, nglanggran, sambipitu, kepek, wonosari, yang sudah mapan enak2, kok sekarang jadi mleyot 2 di gedangsari, dan tugel2 di sepanjang jalur sesar opak, ceritanya bagaimana pak? apa yang terjadi pada pliosen-pleistosen?, terus juga cerita2 tentang pengendapan formasi2 batuan di kompleks batur agung, bagaimana prosesnya? lingkungan pengendapannya? dll

    terimakasih

  6. makasih pak dhe atas jawabannya. Tahun lalu aku ke Trenggalek untuk survei tanah. Tapi, sayangnya ndak sampe ke daerah pesisir, hanya di daerah perbukitan vulkanik saja. Waktu survei menemui batuan kapur di sekitar Trenggalek bagian tengah (Pule, Ngantru) ternyata masih mengandung bahan kapur dan ada materi molusca.

  7. Infonya bagus sekali pakdhe. Pakdhe, kalo pantai selatan jawa terjadi pendongkrakan, apakah berarti disepanjang pantai jawa? termasuk daerah trenggalek? matur nuwun

    –> Lah hiya lah, sepanjang pantai selatan Jawa ini emang terdongkrak keatas. Termasuk Bungkal-Slahung-Ngrayun (selatan Ponorogo) trus ke timut selatan Trenggalek sana. Lah aku dulu pernah beberapa bulan di Slahung sewaktu memetakan daerah ini untuk thesis pemetaan geologi. Jadi ya rada tahu dikit2 daerah ini lah. 😛

  8. […] Ada yang menarik tentang Bengawan Solo ini. Selama ini kita taunya bahwa Bengawan Solo mengalir ke utara menuju Laut Jawa. Ternyata pada jaman purba Bengawan Solo tuh mengalirnya ke Selatan atau ke Samudra Indonesia. Hal ini terjadi karena lempeng Sunda (Asia) yang dominan mengandung aliminium dan kalsium terangkat oleh lempeng Australia yang dominan mengandung silika. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel Pantai Selatan Jawa Didongkrak ! […]

  9. Seko Klaten/Boyolali nyampe di atas dan wetan Parangtritis terus ke timur kui banyak ditemukan anakan sungai2 purba terutama yang membelah wilayah Gunungkidul Jogja,mungkin kui anakane Bgwn Solo po Mas? Batuan didalamnya sedimen2 muda sing wis mengapur, membuat jalur selebar kurang luwih 50-200 meter diatas batuan yg menyerupai karang2 laut.Fosilé hewan laut akeh lho,nek beruntung masih bisa nemu keong2 purba yg sudah membatu.

  10. Wah menarik juga nih ….. ada waterway ke pedalaman jawa dari laut selatan … makanya Nyi Loro Kidul bisa leluasa masuk keluar pedalaman Jawa.

    Lah kalo menurut keterangan dan pembuktian Pak Shar bahwa ilmu perbintangan Indonesia itu sudah lebih dari 17.000 tahun yang lalu umurnya, masuk akal lah kalau banyak bukti yang hilang tenggelam karena tanahnya dioblok-oblok sama kekuatan alam, sampai sungainya aja ngalir beda arah.

    Ceritanya nyambung ke sini Mas ….. http://waridjan.multiply.com/journal/item/3

  11. gara” Bengawan Solo Kota BojonegoroQ terendam Banjir selama beberapa hari…?

    RumahQ juga tergenang… tapi syukutlah cuma 15 Cm aja…

  12. Mas Rovicky, terimakasih atas informasi yang mencerahkan.

    Apakah ada informasi mengenai letak tepat mataair Bengawan Solo?

    –> Seperti biasanya, mata-air sebuah sungai itu tidak hanya satu. Ujung-ujung sungai itu banyak bangget. Jadi mata airnya ya tentunya tidak hanya satu.

  13. aku ora pan kasih komentar tapi aku punya sesuatu nggo sampean kabeh kyeh ….baca ya….Berikut adalah 10 tips untuk berselingkuh dengan aman:
    1. Jangan melakukan lebih 2x, karena kalau lebih dari 2x perasaan Anda akan berbicara. Kalau udah begini tahi kuda bisa serasa coklat. Keluarga di rumah bisa nggak diingat.
    2. Cari partner selingkuh yang sejajar baik dari segi ekonomi maupun mental. Kalau partner selingkuh Anda ekonomi lemah, Anda akan diporoti habis-habisan. Anda akan ditelpon 57x sehari. Kursi yang anda duduki bisa panas bagai bara.
    3. Bila partner selingkuh sudah menunjukkan gejala-gejala cinta, segera tinggalkan. Kalau Anda terlambat maka partner selingkuh Anda akan berubah jadi “ingus”. Kalau udah nempel ditangan, dikibas-kibas kagak mau lepas…ampuuuuun kasian deh loeee.
    4. Jangan mengobral harapan, terutama kalau partner Anda termasuk berwajah cantik/ganteng tapi IQ jongkok. Anda bisa dikejar terus dengan janji Anda yang mau mengawini, membelikan ini, itu dll.
    5. Bikin perjanjian di depan, semacam pre-nuptial agreement begitu. Bahwa hubungan ini hanya akan begini dan begitu dan tak lebih dan tak kurang dari itu.
    6. Hal terpenting dalam dunia perselingkuhan, jangan sampai Anda jatuh cinta. Kalau Anda type yang mesti jatuh cinta kalau selingkuh, lebih baik Anda kawin lagi atau cerai dan kawin lagi.
    7. Jangan sekali-kali berpikir untuk menekan “per unit cost”. Kalau Anda type pelit lebih baik tidak usah coba-coba selingkuh, kecuali kalau Anda di pihak yang “diongkosi”.
    8. Lakukan pada siang/pagi hari, lebih sulit dilacak dan lebih mudah dan banyak waktu untuk menghilangkan jejak.
    9. Kelemahan Anda adalah identitas Anda, cari juga kelemahan partner selingkuh Anda. Sehingga score tetap 1:1 terus.
    10. Jangan lupa pakai “protection”
    11. dasar wong edan

  14. bengawan solo banyune mili ngidul embuh ngalor ,aku ora urus….sing penting saiki pimen carane ben bengawan solo mili menduwur………bisa ora yah kayone????

  15. Hoo ho ho …., Ho-oh ki Om! Aku kleru jebule, itu lho … malah ketemu di IAGI-Net: “Misteri Candi Borobudur”, dah lama dulu kubaca … jadi kecampur-campur, … maklum OTS (otak tinggal sisa), memorine .. wis suwak, konslet. Sori-sori-sori ….. !!
    Ampuuun Om!

  16. -im3ama
    Bengawan Solo skerang lah ya yang ke utara surabaya itu. Bermuara di Gresik.
    Kalao Bengawan Ketemu Progo belum pernah tau aku. Apalagi jaman borobudur malah ada yang ketableg merapi … ah itu jelas secara kronologis wis ora mathuk blas. Urutan-urutan atau “temporal relation”-nya ga jelas … sangat mungkin cuman ngawur ituu :p

  17. Ah ah …. ini dia ternyata !! Begitu ngliat gambar di atas, langsung mak jrengg …, jebule B.Solo-purba !!

    Udah lama dulu, dengan ‘Google Earth’ aku njelajah kawasan Pacitan – ke arah barat. Pemandangannya cakep, kebetulan image-satelitnya bagus, terbayang – itu dulu dataran di bawah laut, “pating prentul” seperti terumbu karang, pantainya pun berupa tebing2 curam, cantik banget. Lhaa .. itu lho, begitu sampai selatan Gajah Mungkur, lihat bentuk “bekas ular” lenggak-lenggok, seperti bekas sungai – tapi ga’ berair. O ooo … ternyata muara B. Solo-purba tu tu ada di situ.
    Kalo didongkrak terus, apa nanti “Gajah Mungkur” ga’ jadi “Gadjah Njempalik” yo?

    Om RDP mau nanya, bekas sungai purba dulu apa ga ada gambarnya, trus dengan B. Solo yg sekarang nyambungnya di mana?
    Karena saya pernah baca di web lain bahwa B.Solo-purba dulu pernah ketemu S.Progo-purba di “Danau-purba Borobudur” itu, yang kemudian keurug material Merapi.
    Jika ada petanya akan sangat menarik, karena sungai merupakan sarana lalu lintas utama jaman dulu, dan di tepiannya sering terdapat pusat2 kebudayaan manusia.
    Apa di jamannya Sailendra, saat dibangun Borobudur itu, B.Solo masih ngalir ke selatan??

    Nuwun, IM.

  18. […] Ada yang menarik tentang Bengawan Solo ini. Selama ini kita taunya bahwa Bengawan Solo mengalir ke utara menuju Laut Jawa. Ternyata pada jaman purba Bengawan Solo tuh mengalirnya ke Selatan atau ke Samudra Indonesia. Hal ini terjadi karena lempeng Sunda (Asia) yang dominan mengandung aliminium dan kalsium terangkat oleh lempeng Australia yang dominan mengandung silika. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel Pantai Selatan Jawa Didongkrak ! […]

  19. […] Ada yang menarik tentang Bengawan Solo ini. Selama ini kita taunya bahwa Bengawan Solo mengalir ke utara menuju Laut Jawa. Ternyata pada jaman purba Bengawan Solo tuh mengalirnya ke Selatan atau ke Samudra Indonesia. Hal ini terjadi karena lempeng Sunda (Asia) yang dominan mengandung aliminium dan kalsium terangkat oleh lempeng Australia yang dominan mengandung silika. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel Pantai Selatan Jawa Didongkrak ! […]

  20. Pak Rovicky…
    kapan tepatnya pembalikan arah bengawan solo itu dimulai (iya dlm Plistosen) berapa tahun yl di Plistosen itu? Mungkin anda juga pernah membaca hasil riset lehman (1936) tentang pengangkatan yg mengakibatkan pembalikan arah itu, saya nyari2 publikasi Lehman itu belum dapat je…
    terus tentang lempung hitam Baturetno, ada informasi apa aja yang anda tahu Pak? bagi2 dong… thx

  21. HORAS…!
    Huh, sopo sc yang kasih nama’Bengawan Solo’? aku orang wonogiri lho. padahal sampe sekarang ni kan muaranya masih di wonogiri. wonogiri dah berkorban mbendung bengawan solo biar jadi waduk gajahmunqur supados warga aliran bengawan solo ga kbanjiran,bisa nikmatin irigasi,bisa surplus beras,biar bengawan solo ga garing wkt kemarau.padahal wonogiri sndiri ga dapet apa2 kcuali klelep sama repot. makanya jangan lupa sama wonogiri.

  22. Mas Rovicky. Kasih tau dong situse wikimapia buat nginceng bumi kita itu lho. Kalau Geogle earth dah ada tinggal streamingnya adja yang kadang nyebahi, suui buanget rek…

  23. Soal Bengawan solo ngalir ke selatan itu tenan mas. Dulu (tahun 1986 an) saya pernah jalan-jalan ke gunung sewu. Tepatnya di Pantai Paranggubito. Disana nemukan artefac kreweng/tembikar yang terdapat dalam endapan sungai solo purba. Posisinya pas diatas batugamoing gunung sewu itu. Padahal daerah itu kini dekat pantai, diatas gunung dan gak ada sungai yang mengalir kesana lagi aliar sudah lari keutara. Asik juga ya cerita masa lalu. Makanya cocok aja jika mas rovicki buat judul Dongeng Geologi. Sipp lah..

  24. Dengan adanya semburan lumpur di Sidoarjo, mungkinkah dibawah daerah itu growong mengingat kuatnya semburan tsb. Lah kalo sang lumpur rencananya akan dibuang kearah selat Madura, bisa jadi Madura akan gabung dgn Jawa (Gbr rencana pembuangan lumpur Lapindo di Kompas )
    Padahal berdasarkan pengamatan geologi katanya laut Jawa sedang mengalami pendangkalan, Lha menurut Bapake solusi yang aman gimana ?

  25. -> 5 Lagi mikir ! :))

    Dear Giwangkara,
    Sepertinya kita mesti melihat dalam tataran kronologis (krono=waktu, Logis = logika). Maksudnya semua diceriterakan sesuai dengan urutan umur. Misalnya begini Pada jaman Miosen (25-7 juta tahun yang lalu) daerah ini masih berupa laut. Jadi gejala dongkrak-mendongkrak tidak dominan pada masa Miosen itu. “Pendongkrakan” (orang geologi suka dengan kata “pengangkatan”, tapi ngga seru lah) dimulai pada Pertengahan Miosen, kira-kira dimulai 12 juta tahun yang lalu. Itu Mbah Dipo juga belum lahir :).
    Pada awal pengangkatannya eh pendongkrakannya pun dari kondisi laut dalam, sehingga masih juga berupa laut. Hanya mendongkrak dari kondisi laut dalam ke laut dangkal. Pulau jawa, beneran menjadi pulau mungkin baru Pleistocene. Kira-kira 2 juta tahun. Inipun mBah Dipo juga belum kliatan hidungnya.
    Nah itu semua penjelasannya harus kronologis. Kalau tidak kronologis itu mirip menceriterakan perang dunia dan perang Diponegoro … haiyak ini mah Joko Sembung … kagak nyambung !

    Jadi kalau menghubungkan jaman Pangea (ratusan juta tahun lalu) dengan dengan Jaman munculnya manusia purba di Trinil (juta-ratusan ribu tahun) dan Jaman pengendapan Ledok kawengan (puluhan juta tahun) … walahdaalh nanti jadi amburadul semua.

    Yang saya jelaskan diatas itu hanya masa kira-kira sejuta-duajuta tahun yang lalu atau malah kurang. Pendongkrakan yang saya critakan diatas itu lebih menjelaskan masa termuda dari kala Pleistosen … itupun mBah Dipo juga belum ada.

  26. Ada suatu tempat di Bojonegoro (tepatnya 20km arah selatan dari pusat kota atau di desa Sendangharjo, kec. Ngasem) bernama Kayangan Api, dimana terdapat lingkaran berdiameter skitar 5m ada api yang berkobar2 terus menerus ,serta didekatnya terdapat kubangan air yang selalu seperti “umob” dan berbau belerang.
    Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah ada kemungkinan tempat tersebut menjadi tak terkendali seperti di Sidoarjo (paling tidak sampai sekarang :).. )mengingat Jawa di dongkrak terus…

  27. Aalaaah… keburu nge-klik tombol Submit, padahal ada yang mau ditanyakan, karena selama ini membuat saya bingung.. :(.

    Begini Pak, ± 20 km timur laut dari cepu ada dataran tinggi (± 600 m DPL), Wonocolo, Ledok dan Kawengan dimana ada fenomena menarik disana, yaitu sumur minyak lebih lebih dangkal (± 150 m) di dataran tinggi. Jika kita sedang berada di cepu dan dari kedalaman sumur di kawengan kita tarik garis horizontal, maka reservoir akan berada ± 450 m diatas kepala kita.

    Berdasarkan data stratigrafi yang ada di Laboratorium Geologi Pusdiklat Migas Cepu menunjukkan bahwa fosil, minyak dan batuan formasi dataran tinggi Kawengan terbentuk pada zaman Meosen era Senozoikum pada lingkungan pengendapan Neritik Bathyal dengan ketebalan formasi sekitar 600 meter. Artinya pada 23 – 5,3 juta tahun SM dataran tinggi Kawengan berada didasar laut pada kedalaman 200 sampai 50 meter (cmiiw). Hal ini ditunjukkan dari banyaknya fosil foraminifera dan batuan Napal orange yang banyak ditemukan di daerah Kawengan dan Ledok. (cmiiw).

    Case #1:
    Dari data formasi batuan dan fosil diatas serta penjelasan Bapak disini tentang pulau Jawa yang berada di lempeng Asia yang dominan mengandung kalsium dan aluminium terdongkrak oleh lempeng australia yang dominan mengandung silika (BJ kalsium dan aluminium museum geologi di Trinil (10 km utara terminal Ngawi ke arah Sragen) dan Sangiran (Solo). Disana saya mendapatkan informmasi bahwa di bumi dulunya hanya ada satu lempeng besar, yaitu Pangea. Informasi itu saya dapatkan juga dari National Geography, baik majalah maupun film dokumenternya pada seri Blue Planet dan beberapa buku lain tentang teori terbentuknya bumi, bahwa dulunya di bumi hanya ada satu lempeng. Seiring waktu lempeng itu kemudan pecah dan pecahannya bergerak mengapung terpisah sehingga menjadi seperti bumi sekarang. Hipotesa ini juga masuk akal, karena jika kita ‘gathuk-gathukno’ daratan yang ada sekarang makan akan membentuk satu daratan besar lagi.

    Lha pertanyaan saya adalah hipotesa mana yang benar atau yang lebih bisa diterima ? Karena saya kok membaca kedua hipotesa tersebut sama-sama digunakan. Hipotesa pembentukan daratan vesi Paleontologi lebih menggunakan teori pergerakan horizontal (Teori Pangea), sementara versi Geologi lebih menggunakan teori pergerakan vertikal/diagonal. (cmiiw).

  28. yup, persis seperti penjelasan expat di gedung wisuda pusdiklat migas cepu tahun 2003 yang lalu (awal rame2 kasus blok cepu). waktu itu dia menceritakan gimana bengawan solo dulu dan sekarnang (cepu sekarang memang dilewati bengawan solo). waktu itu ditampilkan juga gambar bengawan solo purba yang menuju selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here